Siapapun Bisa Merasakan Bahagia di Hari Tua

elderly-couple-spending-time-in-park-in-autumn-f2bwny

Penjual sekoteng itu rutin menjajakan dagangannya di kompleks kami sekitar pukul 20.30. Ia sudah tua, kuperkirakan usianya telah di kisaran 60 tahun. Namun ia tetap bersemangat berdagang karena enggan bergantung pada anaknya. Ketika beberapa hari lonceng khasnya tidak terdengar aku bertanya-tanya. Apakah Beliau sakit atau sudah pensiun?

Di tempat lain ketika aku masih bekerja di Jakarta Pusat, seorang ojek pangkalan berharap menjadi tukang ojek langgananku. Ia sudah separuh baya dan sebenarnya sudah waktunya ia menikmati hari tuanya. Akan tetapi seperti penjual sekoteng, ia tetap menjadi tumpuan keluarganya karena anaknya belum memiliki pekerjaan yang mapan. Di satu sisi ia tidak punya tabungan. Sehingga penghasilan hari itu juga rata-rata habis untuk kebutuhan saat itu juga.

Selain penjual sekoteng dan tukang ojek, di luar sana ada banyak pekerja yang telah berusia lanjut, terpaksa terus membanting tulang untuk kebutuhan dirinya dan keluarganya. Ada banyak nenek yang sedari pagi menjaga lapak di pasar, juga ada para kakek yang berkeliling dari gang ke gang menawarkan dagangannya. Mereka tidak bisa menggantungkan diri ke anak cucunya, selain merasa memberatkan juga karena anak cucu mereka juga masih berjuang agar bisa mandiri. Itulah sedikit gambaran dari kehidupan para lansia di Indonesia.

Memang tidak semua lansia bernasib malang seperti itu. Ada yang tetap bekerja dengan semangat sebagai staf ahli atau pakar karena benar-benar suka bekerja dan tidak bisa berdiam diri. Ada yang memilih menekuni hobi, ada pula yang memutuskan untuk berkeliling Indonesia dengan tabungan yang dimilikinya. Ada pula yang memutuskan untuk mengabdikan diri kepada lingkungan masyarakat dengan membantu mereka yang kurang beruntung. Tidak ada pamrih yang diharapkan oleh mereka yang berjiwa sosial tersebut, melainkan kedamaian jiwa. Ya, ada banyak hal yang bisa dilakukan pada masa pensiun. Ada banyak definisi bahagia di hari tua sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya masing-masing.

Bahagia di hari tua versiku adalah tidak lagi terbebani oleh hal-hal yang bersifat material. Jika aku ingin bekerja, hal tersebut dikarenakan karena aku menginginkannya, bukan karena kewajiban. Aku juga ingin bisa melakukan hal-hal yang belum sempat kulakukan masa muda seperti berkeliling Indonesia dan negara-negara eksotis lainnya, juga memberikan manfaat ke lingkungan sekeliling seperti membantu mereka yang kurang beruntung juga rajin menulis di blog. Dan yang terpenting aku ingin tetap sehat sehingga tidak merepotkan orang-orang di sekitar.

Aku juga ingin berkeliling Indonesia

Aku juga ingin berkeliling Indonesia

Ya ada banyak keinginan di masa-masa pensiun. Namun hal tersebut bakal sulit terwujud jika tidak ada perencanaan keuangan sejak dini, terutama jaminan hari tua dan jaminan pensiun. Aku teringat nasib pedagang sekoteng dan tukang ojek pangkalan tersebut yang terpaksa harus terus bekerja karena tidak memiliki jaminan pensiun dan jaminan hari tua. Aku juga teringat beberapa senior yang telah pensiun terpaksa berutang untuk membayar biaya sekolah anak-anaknya

Untuk itu aku merasa penting perencanaan keuangan. Jangan sampai nanti merepotkan anak cucu. Jangan karena sekarang boros dan mengikuti lifestyle yang hedon, tidak mau mengikuti program jaminan hari tua dan sebagainya kemudian menjadi susah saat sudah tua.

Selain memiliki tabungan dan investasi sendiri, menurutku ada berbagai asuransi yang perlu dimiliki sebagai payung. Asuransi kesehatan sudah dipersyaratkan dimiliki setiap warga negara Indonesia, dilanjutkan dengan asuransi sosial lainnya seperti asuransi kecelakaan kerja, asuransi kematian, jaminan hari tua dan jaminan pensiun. Asuransi ketenagakerjaan dan program jaminan ini dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK). Badan ini telah berpengalaman dalam dunia ketenagakerjaan. Ia telah berdiri sejak tahun 1977 dengan nama Astek dan kemudian berubah nama menjadi PT Jamsostek (Persero) berdasarkan Undang-undang tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja.

BPJSTK ini memiliki filosofi yang menarik, yaitu kemandirian dan harga diri. Kemandirian dimaknai tidak bergantung pada orang lain dalam membiayai perawatan pada waktu sakit, kehidupan pada hari tua juga tidak membebani keluarganya pada saat meninggal dunia.Sedangkan harga diri berarti jaminan yang diterima merupakan hak dan bukan belas kasihan orang lain.

Oleh karenanya bahagia di hari tua itu sebenarnya bisa diraih oleh setiap orang. Baik yang bekerja di sektor formal dan informal.

Semua Bisa Bahagia di Hari Tua

Semua Bisa Bahagia di Hari Tua

Mereka yang bekerja sebagai pedagang, penulis, tukang ojek, nelayan, blogger dan sebagainya tetap bisa merasakan bahagia di hari tua secara mandiri dengan mengikuti program BPJSTK yaitu program Bukan Penerima Upah. Peserta program ini bisa didaftarkan oleh wadah atau organisasi atau juga bisa secara perorangan dengan datang langsung ke cabang BPJSTK terdekat. Dengan demikian para pedagang keliling dan pekerja informal lainnya bisa merasakan bahagia di hari tua dan mendapat asuransi kecelakaan kerja, asuransi kematian dan jaminan hari tua.

Oh ya nantinya jika sudah menjadi peserta BPJSTK, bisa melihat saldo termutakhir atau melakukan klaim online dengan melihatnya di website atau di aplikasi mobile BPJSTK Gen 2 yang bisa diunduh lewat playstore dan appstore.

Aplikasi mobile BPJSTK untuk cek saldo dan klaim online

Aplikasi mobile BPJSTK untuk cek saldo dan klaim online

Setiap orang berhak meraih impian bahagia di hari tua. Jika tidak dimulai dari sekarang dengan menabung atau menjadi peserta BPJSTK, maka harapan tersebut hanya akan sekedar angan-angan.

Ket gambar dari website BPJSTK dan alamy

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Februari 23, 2017.

2 Tanggapan to “Siapapun Bisa Merasakan Bahagia di Hari Tua”

  1. Walau bisa untuk bahagia tak haru menunggu tua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: