Drama Dua Kucing Jantan

Nero dan Mungil

Punya dua kucing jantan itu ternyata merepotkan. Jika tak diawasi bisa-bisa berkelahi di dalam rumah. Tapi ada kalanya mereka rukun dan bersikap manis satu sama lain.

Nero sudah mengisi keluarga kami sejak November 2014. Ia satu-satunya kucing berwarna kuning kecokelatan yang dilahirkan si Nori. Si Nori sendiri hadir sudah lama sekitar tahun 2012 tapi anak-anaknya jarang yang hidup hingga dewasa.

Setelah Nori meninggal, Nerolah satu-satunya kucing di rumah. Dulu Momo Hitam masih suka mampir. Tapi karena ternyata Momo kucing hitam (duh aku telat menyadari), ketika dewasa Nero dan Momo rajin bertengkar. Nero versus Momo jelas Nero yang menang karena Nero lebih besar dan pintar.

Kemudian datanglah induk kucing nakal yang dulu menelantarkan Kwak Kwik Kwek hingga meninggal. Eh kelakuan induk kucing itu tak berubah. Kali ini Si Mungil korbannya.

Awal-awal kasihan, tapi aku sebenarnya tidak ingin menambah peliharaan. Cukup Nero saja. Eh yang tak kusangka si Ovi kasihan dan bahkan ia berujar suka dengan Mungil daripada si Nero. Katanya lucu dan lincah.

Kasihan juga sih dia masih kecil. Kucing ini begitu lincah. Pintu dibuka ia langsung lari ke dapur. Si Nero kemudian mau menerima si Mungil, hanya ia tak suka jika makan bareng sehingga tempat makannya biasanya kupisahkan.

Eh akhir-akhir ini si Mungil yang telah berusia empat bulanan suka bikin ulah. Ia suka sekali iseng dan menggodai Nero. Nero yang asyik tidur digigit kupingnya atau lehernya. Saat Nero lengah ia juka suka menyergap atau bermain dengan ekornya. Kata Ovi lucu. Ia suka melihat Mungil ngajak Nero berkelahi.

Mungil dan Nero

Awal-awalnya sih lucu karena Nero diam saja dan membiarkan Mungil jahil. Tapi lama-kelamaan Si Mungil ngelunjak ia semakin suka mengganggu Nero. Akhirnya si Nero ngamuk. Dikejarnya si Mungil hingga terdesak di pintu dan kemudian mohon ampun. Eh ketika diampuni si Mungil balik menggigit kuping atau leher si Nero. Duh nakalnya, ia mungkin tak tahu dan tak sadar jika badannya mungil, kalah jauh dengan Nero. Akhirnya keduanya harus kupisah.

Saat ini sering ada friksi di antara keduanya dengan si Mungil yang lebih banyak memulai perkelahian. Tapi sering juga mereka akur, kejar-kejaran membasmi kecoa atau meringkuk berdempetan setelah kehujanan.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Februari 24, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: