Saat Hujan dan Suhu Menurun

Hujan

Kedatangan perempuan itu di kampung halamannya disambut oleh hujan. Bukan sekedar hujan rintik-rintik, melainkan hujan yang begitu deras. Ia terpekur melihat hujan tersebut, mengingatkannya pada sesuatu.

Saat itu adalah masa-masa saat ia masih duduk di bangku SD. Hujan masa itu sering begitu deras, sehingga sejak itu ia selalu bersahabat dengan payung.

Hujan yang paling deras dalam sepekan biasanya terjadi selepas Jumat siang. Sangat deras sehingga air harus mengantri untuk masuk saluran air dan meresap ke tanah. Yang masih menunggu antrian pun kemudian menjadi genangan semata kaki hingga selutut. Meski demikian ia belum pernah mendengar informasi banjir masa itu.

Namun hujan yang begitu deras membuatnya was-was. Ia dulu melewati gorong-gorong ketika pulang. Tempat itu pernah menjadi tempat ia dan kawan-kawannya melakukan permainan kucing dan tikus ketika kering. Atau ia dan kawannya belajar untuk melompat. Cukup tinggi dan ada gravitasi yang menariknya saat ia melompat ke dalamnya. Sungguh menyenangkan.

Saat hujan, saluran air besar itu terisi penuh, bahkan airnya pun meluber. Ia takut dengan pikirannya sendiri bagaimana jika saat ia bermain, hujan kemudian menghantamnya. Kemana saluran air itu bakal membawanya? Apakah ke sungai Brantas?

Hujan dan arus sungai yang deras lagi-lagi mengingatkannya pada kenangan. Kawan masa sekolah dasarnya hanyut di sungai Brantas. Ia masih ingat namanya. Ia ditemukan tak bernyawa kemudian. Neneknya yang mengasuhnya sangat kehilangan. Ia tak tahan melihat nenek itu terus menangis ketika berkunjung ke rumahnya.

Hujan itu membuat pemandangan kota menjadi syahdu. Kotanya menjadi sejuk. Sudah lama ia mencari itu.

Hujan deras masih menerjang di luar sana. Ia sudah tiba di rumah tempat yang membesarkannya. Sudah tidak ada kelebatan Bon Bon, Dandong, Imut, Dodot, Cemplang, Tung-tung dan kucing-lainnya yang pernah mengisi hidupnya. Lantas ia teringat pada Nero, di ribuan kilometer di sana. Apakah Nero baik-baik sajakah dan merindukannya?

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 2, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: