Fotografi Perjalanan Menuju Malang

Perjalanan memiliki banyak cerita. Selain obrolan menyenangkan bersama rekan perjalanan, kisah-kisah lucu nan berkesan, juga tentunya panorama yang memanjakan mata. Saya sendiri suka mengabadikan panorama selama perjalanan, termasuk pemandangan yang saya temukan di balik jendela kendaraan, baik kendaraan pribadi ataupun melalui transportasi umum. Berikut panorama dari perjalanan singkat dari Terminal Purabaya, Bungurasih menuju Terminal Arjosari, Malang.

Jangan merasa kecil hati jika hanya melakukan perjalanan singkat dan menggunakan kendaraan umum. Pemandangan indah tidak berbanding lurus dengan kendaraan mewah ataupun panjang pendeknya jarak tempuh. Suatu perjalanan singkat juga bisa jadi bermakna.

Saya sendiri tak pernah bosan memandangi pemandangan dari Surabaya menuju kota Malang, apalagi sejak jarang pulang kampung. Kalau jaman masih kuliah di ITS, dulu rata-rata tiap dua minggu pulang ke kampung halaman. Waktu itu tiket bus masih Rp 3 ribu dan angkutan umum masih berkisar Rp 700-1200 sehingga PP masih masuk di kantung mahasiswaan. Dulu suka bawa bumbu, beras dari rumah untuk bekal di kos-kosan.

Dari Stasiun Pasar Turi, Surabaya masih gelap. Setelah langit agak terang baru kami berdua berjalan menuju tempat menunggu bus menuju Terminal Purabaya. Tidak jauh tempat menunggunya, hanya puluhan meter dari Stasiun Pasar Turi. Setelah itu sekitar 30 menit kami berdesak-desakan di bus menuju terminal. Setelah tiba di terminal, kami pun mencari bus yang menuju Malang.

Saat nak bus sudah jam 6.40 pagi. Langit begitu cerah. Pasangan tak lama pun terlelap karena malamnya malah tidak bisa tidur di kereta. Sementara saya memilih menikmati pemandangan dari balik jendela.

Sepanjang perjalanan ada saja latar pegunungan. Saya melihat tol baru sehingga bebas dari ancaman lumpur Lapindo, hamparan Sungai Porong juga hamparan sawah. Meskipun masih pagi, lalu lintas kendaraan sudah ramai.

Sudah dekat dari rumah. Gapura dengan tulisan Selamat Datang di Kabupaten Malang pun menyambut kedatangan. Setelah melewati fly over dengan panorama pegunungan, maka tibalah di Pasar Lawang. Dari fly over terlihat tempak makan Bakpao Telo yang beken dengan sajian serba tela-nya juga Wisma Erni yang terbengkalai.

Di Lawang ada hotel fenomenal karena disebut-sebut angker. Ya, Kalian pasti kenal hotel bercat merah itu. Hotel Niagara. Ada beragam mitos di sini, ada yang bercerita pernah melihat sosok mengerikan di balkon dan sebagainya. Tapi hotel ini masih eksis, mungkin kisah mistis itu sudah tak lagi dirumpiin.

Pemandangan dari balik jendela bus dan ketika naik kereta api itu berbeda rasa meski rutenya serupa. Setiba di Malang, masih berlanjut dengan transportasi umum. Berganti-ganti angkutan memang merepotkan tapi tak apalah. Toh sepanjang perjalanan bisa melihat aneka perubahan selama tak tinggal di kampung halaman.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 15, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: