Bloggerday 2017: Ajang Silaturahmi dan Nambah Pengetahuan Diri

Menjadi bloger rasanya kurang lengkap jika tak saling kenal bloger lainnya atau tak bergabung dengan komunitas. Saya termasuk beruntung bisa bergabung dengan salah satu komunitas bloger yang anggotanya telah melebihi angka seribu dan anggotanya tersebar di berbagai kota. Wadah tersebut adalah Bloggercrony yang Februari 2017 genap berusia dua tahun. Nah selama dua hari, 18-19 Maret hampir seratus bloger seseruan di Kampung Joglo, Bogor, mengikuti Bloggerday 2017 sekaligus memperingati hari jadi Bloggercrony.

Saya mengenal Bloggercrony dari salah satu founder-nya yang juga kompasianer, yakni mba Wardah yang akrab disapa mba Wawa. Kemudian baru mengikuti evennya kali pertama pada Februari tahun lalu tentang Undang-undang ITE yang perlu diketahuo netizen. Setelah itu saya telah beberapa kali mengikuti evennya secara offline dan online, seperti nobar film dan aneka workshop.

Ketika Bloggercrony mengumumkan ada peringatan hari ulang tahun kedua dengan mengundang 100 bloger maka saya harap-harap cemas apakah lolos menjadi pesertanya. Dan saya merasa bersyukur ketika akhirnya menjadi salah satu pesertanya.

Saat menunggu kereta menuju Bogor di Stasiun Universitas Indonesia, saya bertemu dengan mba Zata Ligouw. Kami pun kemudian asyik mengobrol hingga tak sadar sudah tiba di Stasiun Bogor. Di Stasiun Bogor saya bertemu dengan Dina, Nisa, dan beberapa blogger yang belum pernah bertemu. Ada Fania, Nunu, Novita dan sebagainya.

Mba Yayat mengurusi transportasi dan sigap dengan handuk kecilnya

Ketika Mba Yayat menghampiri kami, saya terbahak-bahak melihat ia menyampirkan handuk di bahunya sambil menarik tarif angkot ke tiap orang. Hihihi lucu dan saya kagum akan komitmennya menangani transportasi dari stasiun KRL menuju Kampung Joglo.

Perjalanan naik angkot menuju Kampung Joglo berkisar satu jam karena jalanan begitu macet. Tapi kami asyik mengobrol, jadinya tak masalah. Setelah tiba, kami langsung makan siang, sholat Dhuhur, dan berjalan-jalan berkeliling melihat-lihat fasilitas Kampung Joglo sambil menunggu pembukaan.

Naik angkot rame-rame

Sekitar pukul 13:30 acara pun dibuka oleh MC kocak Yozh Aditya. Pasutri Mba Wawa dan Mas Sato Raji juga perwakilan dari sponsor yaitu Soman maju ke panggung memberikan sambutan kemudian mengumumkan 10 pemenang facebook share poster dengan caption unik. Hore saya jadi salah satu pemenangnya.

Ya sesi workshop untuk menambah pengetahuan pun dimulai oleh Dikidi.com atau yang merupakan singkatan dari Dunia Komunikasi Digital. Mereka saat ini fokus di media sosial dan akun youtube mereka telah diikuti oleh lebih dari 80 ribu follower, juga melakukan eksperimen dan riset terkait media sosial.

Menyimak materi mas Ferri

Ferri Yuniardo pemilik Dikidi bercerita jika ia telah mengalami masa kejatuhan dotcom dan saat ini ia merasa bisa jadi ke depan bakal ada masa bubble e-commerce dan apps, atau mungkin medsos. Setelah era medsos kira-kira bakal ada apa lagi? Di dalam acara ini ia membawakan materi “Social Media vs Real World”.

Ferri yang dulu pernah pernah memproduseri film layar lebar berjudul “Tak Sempurna” membagikan beberapa tips terkait media sosial. Yang patut dicermati penggiat media sosial, mereka harus bisa membedakan antara kehidupan di media sosial dan di dunia nyata. Media sosial itu bukan hidup kita, sehingga jangan dibawa baper di dunia nyata. Saat ada seseorang yang berkomentar kurang enak di medsos jangan terlalu diambil hati di dunia nyata. Lagi galau sebaiknya jangan dipindahkan ke media sosial karena bikin terlihat kurang profesional.

Ferri yang pernah menjadi programer juga memberikan sejumlah tips agar sukses sebagai penggiat media sosial. Konten itu perlu dikemas cantik, unik, dan tentunya perlu kedisiplinan, oleh karena yang rata-rata cepat naik follower-nya atau peringkat alexa-nya adalah yang rutin dan sering mengupload konten. Terakhir, Ferri mengingatkan agar rajin bersilaturahmi di dunia nyata.
“Silaturahmi di sini, bukan di facebook,” pungkasnya.

Berikutnya adalah sesi sponsor yaitu Soman yang merupakan jamu tetes dengan bahan alami. Setelah makan malam acara berlanjut dengan sesi etika dan cara berbahasa Indonesia yang baik dan benar dari bu Ririn dan mas Away. Tentang ketiga sesi ini akan saya ulas di artikel berikutnya.

Pada Minggu pagi kami pun melakukan cek kesehatan dan tes kebugaran. Acara ini saya tunggu karena sudah lama tidak melakukan tes kesehatan seperti cek kolesterol dan lain-lain.

“Kesehatan bukan segalanya tapi tanpa kesehatan segalanya bukan apa-apa”

Kartini Rustandi dari Direktorat Kesehatan Kerja dan Olah raga, Kemenkes tampil pasca acara Dikidi dengan materi “Tingkatkan Aktivitas Fisik Sehat Setiap Hari”. Ada beberapa pertanyaan terkait kesehatan yang perlu Kalian ketahui. Apakah Anda saat ini sedang dalam keadaan sehat? Apakah Kalian sendiri merasa bugar?

Sehat belum tentu bugar, ujar Kartini. seseorang yang sehat tapi tidak bugar akan menjadi kurang produktif.

Kartini juga menggemakan Germas, singkatan dari gerakan masyarakat hidup sehat. Germas merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan penuh kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Tujuan Germas yaitu masyarakat berperilaku sehat sehingga berdampak pada kesehatan terjaga, lebih produktif, lingkungan bersih, dan biaya berobat berkurang.

Apa saja kegiatan Germas? Yaitu aktivitas fisik, rajin menyantap buah dan sayur, serta memeriksa kesehatan secara berkala. Dengan aktivitas fisik, latihan fisik, dan berolah raga dimana dilakukan dengan baik, benar, terukur, dan teratur maka tubuh bisa menjadi bugar.

Ayo senam pemanasan dulu

Sejak pagi pukul enam para bloger sudah siap untuk tes kesehatan dan tes kebugaran. Antrinya panjang. Saya baru dapat giliran nomor tiga. Syukurlah tes kolesterol, gula darah, dan tekanan darah saya semuanya normal. Tapi berat badan saya bertambah hahaha. Wah harys rajin olah raga lagi nih.

Setelah pemanasan maka kami pun siap tes kebugaran. Jarak tempuhnya 1,6 km atau 12,5 kali putaran lapangan. Pilihannya lari atau jalan cepat asal konstan. Wah jadinya saya pilih jalan karena saya tidak kuat konsisten berlari. Lumayanlah 13 menitan sehingga masuk cukup bugar. Untuk itu olah raga yang disarankan adalah aerobik I dan II selama 40 menit, 2-3 kali seminggu.

Untuk ulasan tiga materi tunggu ya, saya siapkan dulu karena nulisnya lompat-lompat dan tersebar waktu itu.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 21, 2017.

7 Tanggapan to “Bloggerday 2017: Ajang Silaturahmi dan Nambah Pengetahuan Diri”

  1. saya pengen ikut sebenrnya tapi lagi ada kerjaan di luar kota. asik dan seru ya mbak acaranya

  2. Baca artikelnya kaku jadi terkenang. Tempat san teman2 yang baik hati. Kita sempat bertemu ya di sana. Sehat2 sampai kita bertemu lagi.

  3. banyak ilmunya kan kemarin, seru bangettt..semoga tahun depan ada lagi yaa..

  4. […] pada acara BloggerDay 2017 (ulasan BloggerDay bisa disimak di sini), para bloger dikenalkan dengan SoMan, jamu tetes yang memiliki banyak manfaat terhadap tubuh, […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: