Suaka Kucing

Sudah beberapa hari ini halaman rumah diramaikan oleh suara meongan kucing kecil. Saya penasaran sekaligus was-was. Pagi ini saya memancing mereka keluar dengan nasi bercampur ikan. Waduh ternyata bukan 1-2 ekor, ada empat anak kucing.

Dulu ada si Nori, induk Nero yang aktif beranak. Nero adalah anaknya yang masih hidup dan kurawat. Sejak Nori meninggal, ada satu kucing betina lagi yang super produktif. Dia adalah induknya si Mungil dan induk dari tiga kucing raptor, Kwak Kwik Kwek, yang meninggal karena ditelantarkan induknya.

Aku tidak suka dengan induk si Mungil ini. Ia tidak sesayang dan seperhatian Nori, ia hanya suka beranak dan tamak. Anak-anaknya setelah beberapa saat pasti akan ditelantarkan. Si Mungil juga dulu sempat ditelantarkan sebelum si suami kemudian kasihan dan membiarkanku merawatnya.

Kini ada empat anak kucing. Warnanya cokelat abu-abu dan panas. Tidak ada yang menarik, kotor, kumal dan kurus. Yang terakhir ini bikin ku kasihan. Yang satu mirip si Mungil, ekornya juga pendek. Karena kurus dan seperti kurang makan, aku jadi trenyuh. Duh kali ini kubiarkan deh mereka menyantap makanan sisa Nero dan Mungil. Apabila sudah kuat nanti kuusirin.

Kalau kucing ini tetap tinggal di rumah maka bisa-bisa halamanku jadi seperti suaka kucing. Kata si Ovi, pasti ada kucing yang ngerumpi jika halaman kita enak buat para kucing berlarian, guling-gulingan, bebas buang air di bawah pohon, juga bisa makan minum sepuasnya. Jika misalnya tidak ada makanan pun bisa mencuri milik si Nero dan si Mungil. Wah jangan-jangan mereka gethok tular menyampaikan hal tersebut ya sehingga halamanku tak pernah sepi dari kucing.

Duh bakal repot jika empat kucing itu tinggal. Si Ovi pasti marah dan anggaran belanja buat kucing bisa nambah lagi. Adanya si Mungil membuat bebanku bertambah, tapi tidak apa-apalah. Tapi jika nambah empat kucing? Duh nggak deh, halamanku bukan suaka kucing. Moga-moga para anak kucing setelah kuat dan mandiri bisa pergi ke tempat lain.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 22, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: