Kartini Telah Berkontribusi di Bidang Kreatif Jepara, Kini Giliranmu

Bumi Kartini atau Jepara yang dulu dikenal sebagai Japara terkenal akan kerajinan ukir-ukirannya yang indah dan bernilai seni tinggi. Di balik kemajuan seni ukir Jepara yang khas ada sosok perempuan bernama Kartini.

Ya, Kartini bukan hanya sosok pendobrak dan pejuang pendidikan, ia juga seorang yang berjiwa dan berbakat dalam seni. Ia bukan hanya mahir menulis artikel, akan tetapi juga pandai melukis, membatik dan juga piawai dalam membuat desain motif ukir-ukiran.

Dalam buku karya Pramoedya Ananta Toer dan juga film Kartini versi Hanung Bramantyo terlihat keinginan Kartini memajukan daerah asalnya dengan kemampuan yang dimiliki para warganya, yaitu seni ukir-ukiran. Ia berjasa memperkenalkan kerajinan ukir dan batik khas Jepara ke dunia luar, bukan hanya tingkat nasional, melainkan tingkat dunia. Alhasil kerajinan ukir Jepara terkenal hingga saat ini.

Sudah seabad lebih Kartini meninggalkan Jepara. Saat ini kemajuan Jepara terlihat bukan hanya dari seni ukir, juga dari sektor pariwisata dan kekayaan kulinernya. Untuk sektor pariwisata ada Pantai Kartini, Pantai Bandengan, Kepulauan Karimunjawa, Benteng Portugis, Museum Kartini dan sebagainya. Dari kekayaan kuliner yang populer adalah Pindang Serani, Tongseng Cumi, Hoyok-Hoyok dan masih banyak lagi.

Saya sendiri mengenal daerah Jepara ketika melintasi daerah ini menuju Pelabuhan Kartini sebelum kemudian menyeberang ke Kepulauan Karimunjawa dengan KM Muria. Karimunjawa yang merupakan bagian dari Jepara memiliki berbagai pulau yang pantainya menawan dan bawah lautnya juga indah.

Saat ini menuju Kepulauan Karimunjawa semakin mudah. Kapalnya semakin banyak dan ada juga kapal cepat Kartini. Kehadiran Bandara Dewandaru juga semakin membuat wisata Jepara semakin potensial dilirik wisatawan. Para wisatawan cukup naik pesawat dari bandara Ahmad Yani di Semarang untuk lanjut ke Karimunjawa, hanya 30-40 menit sehingga menghemat waktu.

Kabupaten di Jawa Tengah yang terkenal akan motto Trus Karyo Tataning Bumi  yang berarti “Terus Bekerja Keras Membangun Daerah” ini berupaya agar daerahnya semakin maju dan warganya semakin sejahtera. Untuk itu sektor pajak terus digenjot karena pajak merupakan sumber terbesar pendapatan suatu daerah untuk membiayai pembangunan daerah tersebut.

Tanpa ada sumber pendanaan tentu Jepara tidak semaju seperti sekarang. Jika melihat besaran pendapatan dan pengeluaran Kabupaten Jepara tiap tahunnya maka peningkatannya signifikan. Sayangnya jumlah pengeluaran seringkali melebihi pendapatan. Berdasarkan KPP Pratama Jepara, kesadaran membayar pajak baik dari kalangan perorangan maupun badan usaha masih kurang. Masih ada saja yang berani ngemplang pajak. Untuk membantu agar warga Jepara taat pajak, KPP Pratama Jepara sampai menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara.

Wah jaman segini masih enggan bayar pajak. Padahal pembayaran pajak sekarang semakin mudah dengan banyaknya kanal pembayaran. Jadinya janggal jika masih ada yang enggan membayar pajak karena alasan ribet dan sebagainya.

Jepara sendiri mempunyai banyak potensi, bukan hanya dari sektor pariwisata dan kerajinan ukir-ukiran, namun juga bisa dari segi kerajinan lainnya seperti seni batik dan macan kurung, bidang fashion, juga bidang energi dengan beragam pembangkit listrik dari PLTU, PLTD, PLTS dan PLTG ada di Jepara.

Yuk bangkitkan semangat bangun bumi Jepara dari Kartini. Kartini bisa berkontribusi bagi kemajuan daerahnya lewat memperkenalkan kesenian Jepara yang khas dan berkualitas. Tentunya generasi milenial dengan wawasan dan kemampuan lebihnya dalam memanfaatkan internet bisa berkontribusi lebih dari yang telah dilakukan oleh Kartini seabad silam. Salah satu kontribusi bagi pembangunan adalah taat pajak.

Jika Jepara maju maka bisa menjadi pendorong daerah-daerah lainnya untuk juga ikut memacu diri dalam hal pembangunan daerah dan manusia daerahnya.

Bayar pajak itu keren karena berarti peduli pada pembangunan sekelilingmu. Pajak milik bersama.

Pembangunan drainase di Jepara juga menggunakan APBD dimana sebagian dari pajak (sumber: http://www.murianews.com)

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 22, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: