Aku dan Nero

Aku dan Nero bak kakak beradik. Ia kucingku yang lucu dan baik hati. Tanpa dirinya aku merasa sepi.

Saat terpaksa meninggalkan rumah, aku selalu mencemaskan Nero. Ia menjadi kurusan ketika kutinggal di rumah, membuatku gelisah dan merasa bersalah. Namun, aku juga kebingungan membawanya ke rumah petak. Bagaimana jika aku pergi? Apakah ia bakal kabur dan menghilang? Aku cemas sekali dan ini membuatku stress berkepanjangan.

Si Nero pernah kubawa sekali waktu awal pindahan dan ia nampak sengsara. Ia terus mengeong-ngeong dan ketika kukembalikan ke rumah ia nampak kegirangan. Tapi dua minggu kemudian ia nampak sengsara. Ia menjadi kurusan, mata dan bulunya tak bercahaya. Ia enggan untuk makan padahal yang kubawa makanan yang enak.

Aku ingin menghiburnya dan nampaknya ia marah karena rumahnya tak lagi sama. Tak ada tempat yang nyaman untuknya tiduran atau berleha-leha. Yang ada penghuninya orang-orang yang berbeda dan tak sayang padanya.

Kasihan Nero. Aku menyayanginya dan ingin ia selalu bahagia.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 12, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: