#CatStories Gadis, Anak Kucing dan Pria Terkucilkan

Pria bernama Jaka itu tak punya kawan. Ia sejak kecil merasa dikucilkan. Ketika ia berjalan di gang kampungnya bisik-bisik pun terdengar. Mereka tidak suka dengannya. Alasannya karena perbuatan ayahnya di masa silam.

Ya, ayahnya dikait-kaitkan dengan organisasi terlarang. Ibunya syok ketika ayahnya dibawa dengan paksa. Ia kenal suaminya dan tak mungkin suaminya melakukan tindakan tercela. Ia suami yang lembut dan perasa. Sayangnya ia seorang seniman dimana saat itu banyak dari mereka dituduh ikut bagian dari organisasi terlarang.

Ibunya sakit-sakitan setelah ayahnya dipenjara. Ketika akhirnya ayahnya bebas dari jeruji, mereka berdua menikmati kebebasan di dunia hanya sejenak. Ibunya meninggal disusuk oleh ayahnya. Jadilah ia sebatang kara. Keluarga ayahnya enggan memberinya bantuan. Hanya bibinya yang suka memberinya pekerjaan. Tapi setelah lulus SMA, ia dianggap telah dewasa dan bibinya menghilang. Tak apa-apa, ia sudah bisa mengurus dirinya.

Beban anak dari ayah yang dianggap terkait organisasi terlarang cukup berat. Ia mendapatkan pekerjaan yang sebenarnya jauh dari kompetensinya. Lagi-lagi ia menghibur diri. Ia masih bisa bertanam, hobi yang menentramkannya.

Ia kini telah menjadi pria dewasa. Usianya tigapuluhan. Ia tetap sebatang kara. Ia ragu ada gadis yang bisa didekatinya. Jika gadisnya bersedia, orang tuanya mungkin menolak melihat latar belakang keluarganya. Ia menghibur dirinya, ia masih punya rumah dan tanaman. Tidak apa-apalah hidup sendirian.

Suatu ketika saat menyiram dan memberi pupuk tanamannya, ada seseorang mendekat. Jaka merasa was-was. Ia tak ingin ada seseorang menerobos zona nyamannya.

Ia bersiap menghardik. Yang hadir bukan lelaki. Ia seorang gadis. Ia tak berkata-kata, hanya mengulurkan seekor anak kucing. Pria itu kebingungan tapi tak ditampik. Gadis itu lalu pergi. Ia tak menengok lagi.

Anak kucing itu kurus dan nampak lemas. Jaka merasa kasihan. Diberinya si anak kucing lapar itu sepiring nasi dan ikan. Si kucing menyambut dengan senang.

Cemeng, nama yang disematkan ke si anak kucing. Ia kucing yang lincah. Gerak-geriknya lucu dan membuat gemas. Jaka merasa hidupnya lebih meriah.

Jaka penasaran akan si gadis. Siapa sebenarnya gadis yang memberinya kawan anak kucing. Apakah ia tahu jika ia memang merasa sepi? Ia ingin berterima kasih.

Gadis itu tak pernah hadir lagi. Anak kucing itu tumbuh dewasa dan kemudian beranak. Saat akhirnya Cemeng meninggal, anak-anaknya pun menggantikannya. Jaka tetap punya teman.

Ketika usianya telah senja, dunia mulai berbeda. Orang-orang lama telah ke alam baka, orang baru tidak lagi mengusik masa lalunya. Ia pun merasa diterima.

Ia senang punya kawan manusia. Tapi kawan sejatinya tetap si hewan berkumis berkaki empat. Terima kasihnya dilontarkan sebanyak mungkin ke si dara. Gadis misterius bak malaikat.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 4, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: