Ketika Website dan Blog Semakin Diperlukan

Blogger selama tiga tahun terakhir terus bertumbuhan. Fenomena blogger boomer ini sungguh menarik untuk dikaji, dimana salah satunya membuktikan diperlukannya masyarakat biasa sebagai kepanjangan tangan berbagai institusi dan perusahaan untuk menyampaikan program kebijakan mereka, mendukung gerakan positif atau membantu mempromosikan suatu produk dan jasa yang sifatnya baru. Coba perhatikan bentuk tampilan blog mereka. Ada yang sederhana dan minimalis mengikuti template yang disediakan pengelola blog gratisan adapula yang didesain begitu tertata dan indah bak website profesional.

Saat ini blog dan website tumbuh seiring. Dulu seolah ada tendensi bahwa blog lebih sering menggunakan penyedia jasa blog gratisan seperti WordPress, Blogspot, Tumbler dan sebagainya. Tapi ketika para blogger membeli domain berakhiran dot com atau dot net, maka sekilas blog dan website menjadi mirip, apalagi jika nama domainnya bukan nama pemilik blog, melainkan nama yang terkesan resmi, maka bisa jadi netizen menganggapnya website resmi sebuah perusahaan.

Ya ada sedikit perbedaan antara blog dan website. Perbedaan tersebut di antaranya website biasanya merupakan media informasi organisasi yang bersifat resmi, biasanya ada berita, acara, struktur organisasi, alamat/kontak dan sebagainya. Sedangkan blog umumnya berupa seperti diary, catatan kegiatan sehari-hari, ulasan film, ulasan buku dengan bahasa keseharian dan memiliki keakraban. Tapi saat ini batasan antara website dan blog semakin tipis, malah terkadang susah dibedakan.

Bagi netizen awam, kedua istilah, blog atau website bukan permasalahan penting. Yang penting adalah bagaimana agar tampilan website atau blog itu sedap dipandang, desainnya menawan, tata letaknya nyaman di mata, kombinasi warnanya tidak berlebihan dan ada fitur-fitur menarik, misalnya fitur kuis interaktif, video streaming dan tidak adanya fungsi yang error, misalnya ketika ingin mendaftar menjadi komunitas di website tersebut, eh berputar melulu kembali ke beranda, atau loading-nya begitu lambat.

Saat membuka website dan bermasalah, rasanya kesal (dok. 123rf)

Oleh karena website dan blog keberadaannya saat ini penting maka akan sangat menguntungkan jika seseorang meluangkan waktunya untuk belajar membuat website. Sebenarnya siapapun bisa belajar membuat website, tidak harus berlatar teknik informatika ataupun teknik komputer.

Belajar membuat website terdiri atas dua hal, yaitu desain atau visual dan bahasa pemrogramannya. Memang saat ini sudah ada mesin seperti WordPress, Blogspot, Joomla, Drupal dan sebagainya. Akan tetapi dengan belajar bahasa pemrograman maka kita akan bisa membuat website dari awal tanpa bergantung pada mesin tersebut. Jika pun menggunakan mesin tersebut maka kita akan bisa menambahkan plugin atau langsung tahu solusinya jika ada permasalahan dalam tampilan atau ketika fungsinya error.

Selain itu seseorang yang ahli membuat website akan memiliki nilai tambah. Membuat website bisa jadi pekerjaan utama ataupun sampingan saat ini yang prospek ke depannya masih cemerlang. Beberapa tahun ke depan disebut-sebut sebagai era data sehingga keberadaan website akan terus bertambah, tentunya dengan dibarengi dengan terus menggali dan menambah kemampuan.

Enaknya alamatnya apa ya? (Dok. Shutterstock)

Nah, apabila Kalian ingin serius mendalami ilmu belajar website maka Kalian bisa berguru ke Dumet School. Kalian bisa memilih belajar desain web atau belajar pemrogramannya, atau dua-duanya. Jika belajar membuat website maka yang akan dipelajari adalah Photoshop, HTML, CSS, Bootstrap, PHP & MySQL, jQuery Plugin,Javascript & jQuery, Object-oriented programming (OOP), dan PHP Framework.

Nampak susah? Tenang pengajarnya akan membimbing para siswa dengan telaten sampai bisa, mengulang kelas juga tidak apa-apa. Sistem belajar di Dumet School juga fleksibel dan ada akses ke iLab yang bisa diakses di mana saja dan kapan saja .

Ketika sudah lulus dan mendapat sertifikat web master dengan nomor Diknas, siswa juga tetap bisa berkonsultasi sehingga ilmunya akan terus bertambah. Banyak dari lulusannya yang kemudian mendapat pekerjaan impiannya di bidang website.

Dumet School ini terdapat di Kelapa Gading, Depok, Srengseng dan Tebet. Jika ragu maka Kalian juga bisa mengikuti free trial-nya. Sistem belajarnya durasinya berkisar dua bulan dengan tarif Rp 7,9 juta. Pembayaran kursus ini bisa secara cash, transfer, dengan kartu kredit atau sistem angsuran.

Yuk tambah skill berapapun usia Kalian saat ini dan apapun latar Kalian, sehingga kompetensi Kalian bertambah, blog dan website Kalian juga akan tampil terdepan.

Gambar cover dari ICanStockPhoto

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 20, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: