Sambutannya Lebih Lama Daripada Ceramah

Lebaran

Lain lubuk lain belalang. Adat istiadat di satu tempat bisa jadi berbeda di tempat lain. Begitu pula ketika melaksanakan sholat Idul Fitri di Malang, berbeda dengan di Kalijati, Subang. Jika di Malang sambutan hanya berupa laporan zakat dari panitia, di Subang ada banyak pihak yang ingin memberikan sambutan.

Sambutan di Subang bisa jadi malah lebih lama dari acara intinya, yaitu sholat Id dan ceramah. Ada sambutan dari ketua panitia, sambutan kepala desa, sambutan dari MUI setempat, dan terkadang masih ada wakil-wakil lainnya.

Tadi pukul 06.30 warga sudah berkumpul di lapangan yang dikelilingi hutan karet. Selanjutnya, dimulailah berbagai sambutan. Sambutan yang lama dari perwakilan MUI. Ada banyak nasihat dan nukilat ayat, sudah seperti ceramah. Isi sambutannya bagus dan sebagian menggunakan bahasa Indonesia sehingg saya paham, soalnya sering kali sambutan menggunakan bahasa Sunda. Oleh karena kelamaan, warga berupaya mengingatkan, tapi mungkin karena kebiasaan memberi ceramah maka sepertinya lupa dan keterusan.

Lebaran

Sholat Id dan ceramah sesudahnya malah berlangsung singkat. Dan sedihnya banyak yang sudah meninggalkan tempat ketika khotib memimpin doa.

Kalau jujur saya lebih mengapresiasi sambutan MUI. Isinya lebih bagus dan sesuai dengan kondisi masa kini. Ia mengingatkan kepada warga untuk tetap mendukung Pancasila dan mendukung persatuan kesatuan bangsa.

Total sambutan sejaman, sedangkan sholat dan ceramah hanya berkisar 15 menitan hehehe.

Lebaran

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 25, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: