Berebut Kardus

Kemarin paket berisi makanan kucing tiba. Si Nero dan si Mungil menyambut pengantar paket dengan gembira. Setelah kenyang mencobai rasa ikan kembung, mulailah mereka berebut kardus.

Nero yang pertama memulainya. Ia langsung mencobai kardus tersebut. Oh ternyata masih cukup besar untuknya. Hihihi lucu juga melihat Nero bermain dalam kardus. Meskipun sudah besar Nero terlihat seperti anak kucing.

Si Mungil kemudian giliran yang penasaran dengan kardus. Sejak kecil ia ditelantarkan induknya sehingga belum pernah merasai tidur berpelukan bersama induknya dalam kardus. Eh tak lama ia pun pulas dan keasyikan, seolah tak mau berpisah dengan kardus.

Malam hari Nero merasa lapar dan kembali pulang setelah lelah bermain di luar. Setelah makan malam ia nampak mengambil ancang-ancang. Plop, sambil berlari kencang ia kemudian masuk kardus. Lalu nampak kegirangan sambil mencakar-cakar dalam kardus. Si Mungil terpengarah, nampak tak rela.

Si Mungil mendekat seolah berkata, Hei ini kardusku. Nero yang bermain lebih dulu dengan kardus nampak tersinggung. Keduanya pun lalu berkelahi dan dilerai oleh si Upik. Eh si Mungil cepat-cepat masuk kardus dengan wajah penuh kemenangan. Hingga larut malam ia masih asyik tidur berkardus. Kemudian ia pun meminta keluar, memenuhi panggilan alam.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juli 11, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: