Bikin Kultweet Ternyata Tidak Mudah

Seorang kawan yang aktif bermedia sosial memberikan saran untuk mengoptimasi media sosial yang dimiliki. Rajin-rajinlah nge-tweet, jangan hanya share artikel. Hahaha aku tertohok. Aku termasuk yang malas ngetweet kecuali diminta sebuah acara. Tapi karena ada beberapa yang menyarankan seperti itu, aku pun merenung dan mencoba untuk keluar dari zona nyamanku. Mulai Rabu malam aku mulai bikin status hehehe

Yang Rabu malam masih sporadis. Ceritanya aku ketar-ketir gara-gara nonton teaser Pengabdi Setan sendirian. Serem lho nonton malam-malam sendirian. Untung ditemani Nero dan si Mungil.

Ceritanya kemarin (3/8) aku mulai bikin kultweet. Oleh karena masih baru dan tidak pengalaman mungkin kurang terstruktur. Ceritanya tentang aktivitas blogku, dari yang semula menggunakan friendster, kemudian gabung dengan media warga atau blog keroyokan, hingga sekarang mengelola tiga blog pribadi dan aktif di kompasiana. Berikut artikel hasil olahan kultwitnya dengan hastag #kelolablog .

Ngeblog sekarang sudah jadi bagian dari gaya hidup para netizen. Awal-awal muncul platform ngeblog yaitu sebagai pengganti diary. Ingat kan masih tahun 80-90 an masih musim orang menggunakan diary untuk mencatat hal-hal sehari-hari bersifat pribadi, termasuk ketika jatuh cinta, dimarahi guru dan sebagainya. Namun, seiring semakin populernya blog, apalagi sejak tiga tahun belakangan ini, maka blog pun bisa dimanfaatkan untuk urusan komersial.

Saya memulai aktivitas ngeblog sekitar tahun 2005-2006. Saat itu masih aktif bekerja jadi kuli tinta. Jika lelah bekerja, saya iseng-iseng bikin tulisan yang jauh-jauh dari urusan kantor. Saat itu saya menggunakan fitur blog dari friendster, tapi saat itu fiturnya masih terbatas. Friendster kemudian ditinggalkan seiring dengan kehadiran multiply, blogspot, wordpress, kemudian notes di facebook.

Seiring dengan lahirnya blog juga muncul istilah jurnalis warga, yaitu warga juga bisa jadi jurnalis dengan melaporkan kejadian di sekitarnya. Masa itu lahir Suara Warga milik Suara Merdeka, Kompasiana dari grup Kompas, Blog Detik milik Detik, Indonesiana milik Tempo, dan sebagainya.

Hingga tahun 2007 aku masih suka ngeblog di friendster. Isinya tak jauh-jauh dari kisah sehari-hari di sekeliling dan catatan perjalanan. Baru kemudian tahun 2008 tertarik gabung Suara Warga milik Suara Merdeka. Saya suka menulis reportase acara seni dan resensi buku. Waktu dapat Suara Warga of the month, wah senangnya bukan main. Hadiahnya jaket yang bagus tapi kebesaran, akhirnya kujadikan kado buat kakak.

Pada tahun bersamaan aku juga mulai ngeblog di wordpress . Ya di blog ini. Wah tak terasa sudah sembilan tahun usia blog ini, tapi baru tahun kemarin aku menyewa top level domain. Awal-awal tulisan tak jauh dari bahas wisata, kuliner, dan resensi buku. Terkadang reportase pertunjukan seperti teater, orkestra, dan konser musik rock hehehe.

Kemudian ada ajakan  nulis di openrice untuk kuliner dan adira FOI untuk travel, serta Kompasiana. Oleh karena saat itu masih sibuk kerja kantoran, akhirnya aku menggunakan waktu istirahat dan akhir pekan untuk nulis. Tidak ada jadwal khusus, sesempatnya aja. Tapi tiap bulan pasti ada artikel baru.

Agar artikelnya tidak dobel maka aku bagi tugas,. Nulis kuliner di Openrice dan Yukmakan, wisata di Adira Faces of Indonesia,  Garudasosialmiles, dan Tripadvisor, opini yang serius dan detail di Kompasiana dan nulis suka-suka di blog pribadi. Dulu juga punya blog khusus ulasan buku bernama Keblingerbuku, tapi ada masalah sehingga lenyap. Tahun kemarin baru kuhidupkan lagi dari awal.  Hingga saat ini artikel kuliner di Openrice dan yYkmakan lebih dr 300-an.Di Adira FOI dan Garudasocialmiles ada puluhan. Sedangkan di Kompasiana ada 400-an artikel.

Tahun 2014 aku mulai rutin menulis per 2 hari di blog pribadi. Satu atau dua minggu sekali nulis di Kompasiana.  Tapi belum ada agenda,semuanya mengalir. Tidak ada target khusus, masih murni hobi.

Sekitar tahun 2015 baru aku paham ada nilai komersial di sebuah blog. Mulai ada beragam komunitas blogger dan mulai banyak acara melibatkan blogger. Aku pun mulai rajin menulis. Sejak 2016 aku rutin menulis harian di blog pribad ini. Lalu membuat lagi dua blog, keblingerbuku dan pustakakulinerku. Pada tahun tersebut, persisnya awal 2016-2017 aku sempat jadi kontributor film Indonesia di CinemaniaID. Kemudian ditawari menjadi admin komunitas pecinta film di Kompasiana (Komik), sehingga aku pun mengundurkan diri di CinemaniaID.

Jadinya sekarang aku  mengelola tiga blog pribadi, aktif nulis di Kompasiana, dan sedang belajar nulis di UCWeb  dan TSW Community Writer, dan kadang-kadang nulis di DetikTravel dan Hukumonline. Karena makin banyak platform, sekarang kujadwalkan. Harian di blog utama, dua hari sekali di pustakakulinerku dan keblingerbuku, seminggu sekali di Kompasiana dan lainnya sesempatnya.

Bagaimana cari ide? Ada segudang ide. Cobalah memerhatikan sekeliling. Bisa juga  lewat percakapan grup di WA, lihat berita dan lain-lain. Tidak harus datang ke sebuah acara untuk mendapatkan bahan tulisan.

Upayakan punya notes khusus ide atau yang biasa disebut bank ide. Bisa ditulis di notes smartphone atau buku khusus. Jika ada ide muncul, cepat catat, karena bisa lupa jika hanya diingat-ingat.

Semua hal bisa jadi cerita. Tentang kucingmu, tentang hamstermu, atau tentang keponakanmu yang lucu. Jangan takut kehabisan ide. Biasanya ide nulis kucatat.Kemudian kutandai yang sudah jadi sebuah tulisan. Lucunya, seringnya nulis hari ini beda dengan yang sudah kujadwalkan jauh-jauh hari.

Jika sedang punya energi lebih dan waktu tak terhingga untuk menulis, aku pun menulis hingga puas. Hal ini untuk mengantisipasi jika ada momen enggan menulis atau tidak ada waktu. Atasanku  dulu pernah berkata tidak ada mood dalam menulis, itu hanya alasan. Kalau untuk bekerja sih iya, aku setuju. Tapi untuk mengerjakan sebuah hobi, mood itu penting bagiku. Mood mengalirkan energi antusias. Tulisan yang memiliki nada antusiasme tentu berbeda dengan artikel yang ditulis di bawah tekanan.

Sekian dulu kultweet-nya. Lain kali kusambung hehehe.

Kredit: 123rf

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 4, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: