Kulihat Ibu Pertiwi Pengingat Sanubari

Sudah lama aku tidak berupacara bendera, rasanya punggung kaku dan mata mulai nanar karena sinar matahari yang begitu terik kemarin. Upacara rasanya tak kunjung berakhir dan matahari semakin tinggi. Aku mulai gelisah. Namun, ketika lagu “Kulihat Ibu Pertiwi” mengalun, aku tertegun. Aku terharu akan liriknya yang lembut namun menusuk.

Lagu Kulihat Ibu Pertiwi bercerita tentang alam yang mulai rusak tereksploitasi secara masif. Lagu ini begitu sedih.Kulihat Ibu Pertiwi memberikan makna bahwa masih banyak pekerjaan rumah agar Ibu Pertiwi tak marah, berduka dan merintih melihat manusia begitu rakus merusak tanpa memerhatikan kelangsungan alam ke depannya.

Aku selalu merasa sedih jika mendengar lagu ini, juga merasa diperingatkan untuk selalu mencintai lingkungan jika tidak ingin anak cucu kemudian terkena imbas karena kerusakan alam. Mataku mulai panas dan air mata kutahan-tahan untuk mengalir ketika mendengar lagu ini. Aku memandang ke sana kemarin menikmati keindahan alam Kebun Teh Malabar untuk sejenak mengalihkan perhatian dari lagu ini. Semoga alam yang indah ini tetap lestari hingga berbagai generasi.

Bait pertama telah berakhir. Bait kedua yang bernada optimis pun disenandungkan, membuat senyumanku kembali merebak.

Kulihat ibu pertiwi
Kami datang berbakti
Lihatlah putra-putrimu
Menggembirakan ibu

Ibu kami tetap cinta
Putramu yang setia
Menjaga harta pusaka
Untuk nusa dan bangsa

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 18, 2017.

2 Tanggapan to “Kulihat Ibu Pertiwi Pengingat Sanubari”

  1. Ahh aku kok jadi sedih juga. Alhamdulillah mba aku masih bisa merasakan merinding di sekujur tubuh setiap lagu kebangsaan atau lagu ibu pertiwi ini didengar. Semoga rasa seperti ini juga dirasakan penerus bangsa di bawah kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: