Sobat, Pelihara Kucing Juga Perlu Komitmen Lho

Rasanya hampir sepanjang hidupku aku selalu dikelilingi kucing. Meski demikian aku merasa pengetahuanku tentang perawatan dan makanan kucing masih begitu minim. Oleh karenanya ketika kawan-kawan di sebuah komunitas memberitahukan akan ada acara Catlovers Day di Function Room Gramedia Matraman untuk menambah wawasan seputar kucing, aku pun tertarik untuk ikut serta. Di acara ini narasumber juga menggarisbawahi bahwa memelihara kucing itu perlu komitmen kuat.

Seberapa besar rasa cinta Sobat pada kucing peliharaan? Ketika si kucing masih kecil dan lucu maka ia rasanya begitu menggemaskan. Asyik untuk dipamerkan ke sana kemari atau fotonya dibagikan via media sosial. Tapi bagaimana jika ia sudah menua, kemudian sakit-sakitan. Apakah kasih sayangmu akan tetap sama atau malah memudar?

Cacang Effendi, Peternak Kucing Ras yang sukses (paling kiri) salah satu narasumber Catlovers Day

Mendengar pernyataan Cacang Effendi, salah satu narasumber dalam acara yang dihelat Sabtu siang (19/8) aku pun merasa diingatkan. Ketika Nero sempat sakit aku merasa dilema antara membawanya ke klinik dengan biaya berobat yang lumayan tinggi atau merawatnya di rumah dengan pengetahuan ala kadarnya. Untunglah sisi baikku mengingatkan untuk memberikan yang terbaik bagi Nero karena ia bukan sekedar kucing, ia bak sahabatku, menemaniku selama sang suami pergi ke benua nun jauh di sana. Aku akan berdosa jika membiarkannya, tanpa mencoba membawanya ke dokter hewan.

Dokter hewan Widya Setiawati menambahkan bahwa peduli dengan kucing itu juga bisa dilakukan dengan memeriksakan kesehatannya secara rutin. Si pemilik juga perlu berkomitmen tentang hal tersebut. Jika si kucing sakit maka sebaiknya segera di dibawa ke dokter hewan, jangan mencoba-coba menjadi dokter sendiri karena bisa jadi memperparah kondisinya. Ia paham jika masyarakat memandang biaya pengobatan hewan itu mahal. Tapi hal tersebut itu dikarenakan obat-obatan yang sebagian masih impor, juga investasi peralatan medis untuk hewan yang memerlukan modal besar.

drh Widya Setiawati (paling kanan)

Anissa Rania Putri, gadis indigo dan juga seorang catlovers

Sementara Annisa Rania Putri,  yang mewakili kalangan muda pecinta kucing, mengingatkan agar jangan menyukai kucing hanya karena lucunya dan untuk show off, melainkan juga peduli pada kondisinya. Untuk itu ia selalu berupaya menyempatkan waktu untuk memberikan perhatian ke si kucing seperti mengajaknya berbicara, memandangnya eyes to eyes, untuk menjalin keterikatan antara si kucing dan pemilik. Menurutnya karakter tiap kucing itu berbeda, oleh karenanya perlakukan ke  tiap kucing bisa jadi berbeda satu sama lain.

“Kesabaran ekstra!” ujar Cacang. Kucing tidak seperti anjing yang mudah paham akan sebuah perintah. Ketika dimarahi bisa jadi ia bingung dan hanya memandang dengan polosnya.  Namun, Annisa kurang setuju, ia menganggap si kucing bisa menangkap ekspresi dan emosi pemiliknya. Ketika si pemilik marah maka si kucing juga bisa jadi ketakutan. Karakter kucing bisa dipengaruhi oleh lingkungan dan perlakuan majikannya. Jika pemiliknya kasar dan suka memperlakukannya dengan kejam, maka si kucing bisa jadi tumbuh menjadi kucing yang galak.

Selain paparan, ada banyak pertanyaan dari audiens. Pertanyaan yang menarik adalah apa yang harus dilakukan jika si kucing belum kawin meski sudah tiga tahun, perlukah suntik hormon? Dan usia berapa si kucing dapat disteril?

Banyak pertanyaan dari audiens

Cacang menjawab sebenarnya apa tujuan memelihara kucing, apakah sekedar dipelihara karena sayang ataukah ingin diternakkan?  Kucing seperti manusia jadi tidak apa-apa jika kucing memilih tidak kawin, jawabnya. Sedangkan drh Widya memberikan pernyataan apakah pemilik tidak keberatan dan tetap berkomitmen jika kucingnya terus bertambah? Bisa jadi muncul banyak persoalan ketika kucing semakin bertambah. Ia tidak menganjurkan si kucing untuk disuntik hormon.

Tentang sterilisasi baik kucing jantan maupun kucing betina, rata-rata si kucing mulai kawin usia 7-12 bulan, sehingga si kucing bisa mulai disetril usia 7 bulan. Namun, sterilisasi tetap memperhatikan kesehatan si kucing, apakah ia tidak mengalami gangguan organ internal, gangguan syaraf dan sebagainya

Pertanyaan berikutnya adalah pertanyaan terpopuler yaitu tentang toksoplasma. Si kucing menurut Cacang dan drh Widya, paling sering dituduh menjadi biang kerok penyebab perempuan mengalami gangguan kehamilan karena mengidap tokso. Padahal, belum tentu penyebabnya adalah si kucing.

Menurut drh Widya, kucing yang dirawat di rumah dengan benar rata-rata tidak mengidap toksoplasma sehingga tidak apa-apa jika tidak dicek. Namun, yang perlu dicek adalah pemiliknya, baik pria maupun wanita. Pada wanita, tokso bisa menyebabkan gangguan kehamilan pada trisemester pertama. Sedangkan pada pria, imbasnya bisa jadi lebih parah.

Tokso sendiri bukan hanya karena kucing, tapi juga faktor lingkungan dan makanan. Rata-rata pengidap tokso pada pria dikarenakan makanan yang kurang matang dan yang kurang bersih. Sehingga, kucing tidak bisa dijadikan kambing hitam akan toksoplasma.

Acara Catlovers Day – One Stop Solution for Your Cats ini juga dibarengi dengan peluncuran buku Solusi Permasalahan Kucing karya dua narasumber, Cacang Effendi dan drh. Widya Setiawati yang diterbitkan oleh Penebar Swadaya. Perwakilan dari Penebar Swadaya yang kondang dengan majalah Trubus, juga turut hadir, yaitu Direktur Penerbit Penebar Swadaya Rudi Hartono dan Komisaris Penebar Swadaya Yani Trisnawati. Buku ini mengupas tentang segala hal seputar kucing dari pengalaman sebagai profesional peternal kucing juga dari sisi medis.

Direktur Penerbit Penebar Swadaya Rudi Hartono dan Komisaris Penebar Swadaya Yani Trisnawati bersama dua penulis buku Solusi Permasalahan Kucing

Ini dia bukunya

Apps Catlovers Indonesia yang bisa diunduh cuma-cuma

Selain  itu juga diluncurkan aplikasi mobile CatLoverIndonesia yang bisa diunduh secara Cuma-cuma di Google Apps Store. Di aplikasi ini ada banyak artikel seputar kucing yang juga ada di portal Catlovers.id, pengetahuan seputar kucing, dan even yang akan dihelat.

Purina Group yang diwakili dr Rio kemudian membagikan pengetahuan aneka pakan kucing, baik jenis makanan kering, makanan basah, dan juga makanan yang cocok bagi kucing lansia, alias kucing yang telah berusia 7 tahun ke atas. Rupanya ada banyak jenis makanan kucing yang bisa disesuaikan dengan bujet dan juga kebutuhan si kucing.

Pengenalan aneka pakan kucing

Aneka Fun Games Seputar Kucing
Pada acara Catlovers Day ini juga dimeriahkan oleh berbagai games. Yang paling menarik perhatian adalah lomba tujuhbelasan yang dikhususkan buat para kucing. Yup, si kucing tak mau kalah dengan para manusia, tertarik untuk ikutan lomba tujuhbelasan. Lomba untuk para kucing ini adalah lomba makan. Asyik kan?

Ada delapan ekor kucing yang ikut serta. Besar dan kecil dan terdiri dari beragam ras. Tiap kucing diminta menghabiskan satu kaleng kecil makanan basah Fancy Feast yang merupakan salah satu produk Nestle Purina. Yang tercepat menghabiskan maka dialah pemenangnya. Wah rupanya yang lebih deg degan adalah pemiliknya. Ada yang kucingnya malah diam saja dan memilih tiduran di dalam keranjang, ada juga yang ingin mengobrol dengan kucing di seberangnya. Sementara itu, Amelie dan Whitty asyik menyantap makanan di depannya tanpa menghiraukan lingkungan sekelilingnya yang berisik. Ya akhirnya Amelie menjadi salah satu pemenangnya.

Amelie jadi salah satu kucing berpenampilan terbaik hari ini

Ikutan Lomba Selfie

Selfie Bersama Kucing

Selain lomba makan, para kucing juga dinilai akan penampilan dan kesehatannya. Yang terpilih menjadi Cat of The Day ada dua,  salah satunya Amelie. Wah Amelie menang banyak nih.

Buat para pengunjung manusia juga ada lomba selfie. Dua blogger, mba Ani Bertha dan Tati Suherman menjadi dua dari empat pemenangnya. Wah seru juga ya, dapat wawasan juga dapat mengikuti berbagai lomba.

Sekilas Peringatan Hari Kucing
Di mancanegara, para kucing seperti halnya anjing adalah hewan peliharaan yang paling banyak diminati. Kesadaran untuk melindungi dan menghargai kucing di antara warganya semakin meningkat. Oleh karenanya setiap tahun ada hari kucing yang diperingati di tiap-tiap negara dan juga tingkat dunia.

International Cat Day dirayakan tiap 8 Agustus. Hari kucing sedunia ini digagas oleh International Fund for Animal Welfare sejak 2002.Selain International Cat Day juga ada World Cat Day yang dirayakan tiap 17 Februari, namun peringatannya sebatas negara-negara di Eropa. Di Jepang hari kucing dirayakan tiap  22 Februari dan dijadikan hari libur nasional. Wow!

Di Indonesia belum ada tanggal resmi perayaan hari kucing,meski  pecinta kucing juga semakin bertambah. Sayangnya kesadaran dan wawasan seputar kucing di masyarakat belum selaras dengan peningkatan penggemar kucing. Oleh karenanya Catlovers Day yang mudah-mudahan digelar rutin bertujuan agar masyarakat makin peduli dan paham wawasan seputar kucing seperti makanan dan perawatan kucing yang tepat.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 20, 2017.

8 Tanggapan to “Sobat, Pelihara Kucing Juga Perlu Komitmen Lho”

  1. Senangnya bisa hadir diacara itu, kucingnya lucu-lucu bikin gemeesss

  2. Lihat para majikan memperlakukan semua kucingnya seperti anak sendiri, salut banget kemarin dan semua paparan narasumber mencerahkan banget. Bisa dibagikan lagi ke teman atau saudara insight dari talkshow kemarin.

  3. Kalau mamak nya Nero mah, udah juara bet dah untuk ngurus kucing, hehe

  4. Jadi banyak tahu tentang ngurus kucing nih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: