Water Lily dan Si Pemuda dalam Birth of Lotus

Seorang pemuda asyik membaca buku di  sebuah hutan. Ia berjalan semakin ke dalam memasuki tengah hutan. Kehadirannya menarik perhatian seorang peri yang tinggal di hutan, tepatnya peri sebuah bunga air (water lily). Ia nampaknya baru pernah melihat seorang pemuda. Ia mengawasi gerak-geriknya.

Akhirnya keduanya bertemu pandang. Si water lily nampak malu dan ingin bersembunyi dari pandangan si pemuda. Si pemuda sendiri merasa tertarik. Bukunya jatuh dan masuk ke dalam telaga. Si pemuda menceburkan diri untuk mengambil bukunya, tapi ternyata airnya dalam. Ia pun tenggelam dan nyawanya terancam.

Si water lily pun merasa terguncang. Ia berniat untuk menolongnya. Ia lupa jika ia berakar, tubuhnya menancap pada akar tanaman karena ia sebenarnya adalah bunga. Ia lupa. Ia memilih menyelamatkan si pria, dimana kakinya terbebas dari akar.

Si pemuda pun selamat. Fatal. Gara-gara kakinya tercerabut dari akar maka ia pun tak bisa hidup lagi. Ia pun sekarat. Segala yang disentuhnya pun seakan tercemar, sakit dan ikut sekarat. Ia sangat nelangsa hingga si pemuda tak tahan melihatnya.

Kisah animasi pendek ini sedih dan tragis. Ceritanya menarik dan tidak mudah ditebak. Penyelesaian kisah juga berbeda dengan kisah-kisah dongeng pada umumnya.

Animasi ini bisa ditonton secara cuma-cuma di youtube berjudul Water Lily: Birth of Lotus. Pembuat film ini adalah Justine Cunha, Alexandra Batina, Clémentine Delcourt, Margaux Lahuppe, dan Pascal Miller dari Supinfocom Rubika. Musiknya digubah oleh Sabrina Duval. Ceritanya mengambil dongeng dari mitologi Jepang.

Kredit: Rubika

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada September 21, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: