Maukah Kamu Mempromosikan Secara Cuma-cuma?

Salah satu kawan bertanya kepadaku. Apakah setiap produk atau jasa yang Kamu tuliskan di blog itu dibayar? Jika ya, apakah hal tersebut mempengaruhi obyektivitasmu? Pertanyaannya singkat, tapi percayalah, aku tidak bisa dengan segera menjawabnya. Aku merenung. Benarkah aku sekarang menjadi blogger tukang promosi dan bayarannya menggodaku untuk mengubah obyektivitasku?

Aku resmi menulis sejak bekerja sebagai kuli tinta, kemudian berlanjut menjadi blogger sejak tahun 2008. Jika memperhatikan artikelku yang lama-lama, rata-rata mengulas makanan, tempat wisata yang pernah kudatangi, dan resensi buku yang sudah kubaca. Artikel-artikel tersebut kubuat dengan jujur, jika memang masakannya enak, buat apa kubilang kurang ini dan itu. Sebaliknya, jika buku atau filmnya buruk mengapa harus kupuji setinggi langit.

Sebelum mengenal komunitas blogger dan even-even launching ini dan itu yang mengundang blogger aku memang berupaya selalu obyektif. Setelah berkenalan dengan Kompasiana dan aktif terlibat di dalamnya sejak tahun 2014, kemudian mengikuti berbagai komunitas blogger A. B, dan sebagainya, aku baru tahu jika seorang blogger bisa dibayar untuk mempromosikan produk A atau jasa B. Ada kalanya wujudnya dalam bentuk uang, terkadang voucher, barang, atau iming-iming hadiah jutaan rupiah.

Ya, ada kalanya aku merasa tergiur. Kan enak jika menulis dibayar, syukur-syukur jika menang lomba dan meraih jutaan rupiah. Gayung bersambut, aku beberapa kali mendapat kesempatan terlibat dalam sebuah tim promosi ini dan itu atau yang sekarang lazim disebut buzzer, key opinion leader atau endorser.

Sudah lebih dari tigaribuan artikel kutulis sejak tahun 2008. Separuhnya ada di blog ini, lainnya tersebar di Kompasiana dan sebagainya. Aku memang suka menulis apa saja, yang terlintas di benakku. Sehingga menulis untuk promosi produk ataupun jasa dengan dibayar itu adalah sebuah bonus, aku tidak terlalu mengejarnya. Mendapat pekerjaan mengulas produk itu menyenangkan, tapi jika gagal terpilih pun tidak masalah. Dari tigaribuan artikel tersebut, melakukan promosi dengan dibayar atau untuk tujuan lomba tidak sampai lima persen dari jumlah tulisanku.

Meskipun mendapat duit itu menyenangkan, tidak semua tawaran kuambil. Ada beberapa produk atau jasa yang kujauhi karena kurang cocok dengan diriku. Ada yang kutunda karena aku baru saja menerima jasa promosi dengan produk yang mirip-mirip, atau terkadang karena aku lagi enggan menulis hal-hal berbau promosi.

Dibayar itu enak, tapi aku berupaya untuk menjaga obyektivitasku. Jika diminta mengulas aplikasi, ya kucoba dulu aplikasinya. Jika mengulas sebuah produk, ya sebaiknya dicoba dulu produknya. Jika produknya gadget biasanya ada sesi unboxing untuk mencobanya. Ya, kadang-kadang ada sebuah brand yang tidak sempat kucobai dengan menyeluruh, hal tersebut tidak enak dan sekarang kucoba untuk meminimalkannya. Bagaimana jika produknya memiliki kekurangan dan aku sudah dibayar? Biasanya ada rasa segan menuliskan kekurangan, tapi sebenarnya brand tersebut tidak bermasalah dengan kritik/saran/keluhan asal disampaikan dengan sopan. Saat ini brand juga lebih suka berpromosi secara halus, sehingga tidak harus memuja-muji setinggi langit dan menyebutkan detail produknya. Untuk hal yang terakhir ini aku masih belajar. Jika memang produknya tidak bagus dan Kamu kecewa akan produknya, sebaiknya tolak saja tawarannya daripada hati nuranimu menolaknya.

Apakah aku mau promosi secara sukarela? Tentu saja. Ada banyak film bagus yang kupromosikan dan aku merogoh kantong sendiri untuk membeli tiketnya, karena memang film tersebut layak untuk direkomendasikan. Ada sejumlah buku menarik yang kupuji-puji dengan harapan semakin banyak yang mendapat manfaatnya atau merasa terhibur. Aplikasi seperti iJakarta juga kupromosikan dengan cuma-cuma agar semakin banyak penggunanya dan literasi masyarakat Jakarta dan sekitarnya semakin meningkat. Acara-acara festival film juga biasanya kupromosikan secara cuma-cuma, acaranya sukses, aku pun turut senang.

Menulis saat ini memiliki banyak peluang. Pilihlah peluang tersebut sesuai minat dan kemudian pilah-pilahlah. Jangan lupa untuk selalu menulis hal-hal lainnya yang mencirikan dirimu, agar blogmu bukan media iklan.

gambar dari pixabay

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada November 10, 2017.

11 Tanggapan to “Maukah Kamu Mempromosikan Secara Cuma-cuma?”

  1. Wah hebat….asyik juga ya. Apa 3000 an? Luar biasa…salut saya. Saya belum ada 30 aja udah ngos2an nulisnya..ha..ha..
    Kalau saya sekarang, hobi nulis kbetulan hari2 di bisnis..so keduanya bisa dilakukan..😀😀

  2. Wah, kalau aku sih tergantung mbak. Kalau yang berbau film, makanan, buku, program sosial, website dan aplikasi terus aku suka banget dan lagi mood dalam menulis sama ketiga hal tersebut, maka aku promosiin dengan sukarela. Tapi kalau berbau produk/merk tertentu kayak apartemen ya aku males kalau nulis ‘cuma-cuma’ hoho xD

    • Yup tidak apa-apa Valka, motif menulis bisa apa saja dan sekarang menulis juga memiliki banyak peluang. Aku nulis ini gara-gara temenku nanya apakah aku menulis ulasan produk/jasa semuanya dibayar, aku jawab tidak semuanya. Bahkan untuk hotel, restoran jikapun bagus, aku sering menulisnya dengan sukarela.

  3. Setuju bangettt😍

  4. Setuju. Saya jg sama, mbak. Kalau emang bagus, kenapa gak ditulis? Bisa bantu orang lain juga untuk menemukan yg terbaik

  5. Saya juga kadang nulis review produk tanpa dibayar karena memang pure karena produknya berkualitas dan orang lain pun perlu mencoba juga.

    • Hehehe saya nggak melarang nulis yg berbayar pun karena saya juga suka:) Saya apresiasi Bang Ale yang juga bersedia merekomendasikan jasa atau poduk yang dirasa bermanfaat secara cuma-cuma. Salam cinta menulis:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: