Merekam Adegan Justice League itu Sama Sekali Tidak Keren

Justice League lagi hip nih. Aku beruntung bisa menontonnya tadi malam. Filmnya menghibur dan menurutku adaptasi dari animasi ke film layar lebarnya cukup baik, tiap karakter unik dan memiliki ciri khas masing-masing. Tapi, ada sesuatu yang bikin tidak nyaman, ulah penonton di sebelahku.

Film Justice League jauh lebih bagus daripada Thor:Ragnarok dari sisi cerita dan visualisasinya, kecuali Kalian memang lebih suka sisi humor yang lebih banyak terdapat di Thor. Ulasan lengkapnya bisa Kalian baca di artikelku di Kompasiana, (di sini), karena aku mau fokus sesuatu yang nggak enak.

Jadi ceritanya ada pemuda tanggung yang sok keren duduk di sebelahku. Ia berupaya terlihat keren dan ingin pamer ke teman-temannya jika ia sudah nonton Justice League.

Bukannya duduk dan menikmati film, ia merekamnya. Aku langsung menggeleng-gelengkan kepala, walah sok keren kok kayak gitu. Kupikir hanya sekali dan ia tidak mengulanginya. Tapi rupanya terjadi lagi dan aku pun kali ini tidak diam saja.

Aku langsung menegurnya. “Hei, merekam film di bioskop itu dilarang, Kamu bisa dipenjara lho!”

Ia nampak kesal dan memandangku dengan pertanyaan Kamu itu siapa? Aku pun kembali berkata, jika perbuatannya itu tidak benar dan memang akan ada sanksinya. Dia memandangku dengan pandangan tidak suka, tapi aku tak gentar hingga ia berhenti merekam adegan.

Kejadian serupa juga terjadi waktu aku nonton film Wage. Ada bapak-bapak yang dengan gayanya yang pongah memotret adegan dan kamera hapenya. Dengan flash lagi. Ingin sekali kulaporkan tapi penontonnya hanya ada dua orang, aku dan dia. Wah berbahaya. Biasanya satpam bioskop Cijantung jeli dan langsung menghampiri. Mungkin karena sepi jadinya ia jaga di bioskop lain.

Pelaku perekaman adegan film, baik dengan memotret maupun merekam di Indonesia masih banyak. Bisa siapa saja. Remaja, ibu rumah tangga, pria paruh baya juga bapak/ibu guru. Waktu nobar Kartini bolak-balik ada lampu flash memotret adegan dari kursi belakang. Seorang guru juga pernah diceramahi satpam karena memotret adegan film tentang pasukan Garuda, padahal ia membawa siswa/siswi SMP untuk nobar. Bukannya mendidik, malah mencontohi yang tidak baik.

Jadi jauhi merekam atau memotret adegan di bioskop karena itu tidak keren dan mengganggu mereka yang ingin menonton film tersebut tanpa mengetahui adegan inti (spoiler). Jika ketahuan, hape dan kamera Kalian bisa disita lho. Selanjutnya Kalian akan terkena sanksi sesuai UU no 28 tahun 2014 tentang hak cipta.

Menikmati film sebaiknya dengan mata, telinga dan hati. No rekam gambar dan membagikannya di medsos, itu tidak keren dan melanggar hukum.

Gambar dari imdb

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada November 16, 2017.

7 Tanggapan to “Merekam Adegan Justice League itu Sama Sekali Tidak Keren”

  1. Jelas pelanggaran pidana itu. Laporan saja..

  2. Aku belum sempat nonton JL. Btw, orang-orang memang perlu diedukasi. Caranya ya bisa dengan penahanan. Itu kan melanggar hak cipta. Lain kali mending kamu samperin sekuriti deh. Tapi, make sure bahwa kamu aman sepulang dari nonton.

  3. Yang buat kesel itu flash terpapar saat nonton. Mengganggu mata sekali. Tapi perilaku guru tadi gak habis pikir ya Ka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: