Kebun Binatang dan The Zookeeper’s Wife

Dulu aku suka ke kebun binatang, melihat beragam hewan. Hawanya pun sejuk karena banyak pepohonan. Namun seiring dengan usia aku mulai merasa kasihan dengan para satwa tersebut. Terutama satwa yang sendirian dan berada di kandang yang sempit. Apakah mereka berbahagia?

Jaman kuliah di Surabaya aku sering main ke Bonbin. Ke sana sendirian, menyusuri kandang demi kandang hingga aku lumayan hafal letaknya.

Dulu sobatku juga pernah mengajakku mengitari Bonbin sore hari. Saat Bonbin begitu sepi dan hendak tutup, suasana nampak aneh dan seolah-olah kami berada di tempat liar. Pengunjungnya hanya ada kami berdua. Wah berasa di taman Jurrasic saja, apalagi para hewan mulai ‘bersuara’.

Waktu ada kasus satwa yang tewas karena kelaparan aku ke sana dan merasa nelangsa. Alangkah sedihnya jika satwa tersebut benar-benar lapar.

Kondisi Bonbin masa itu memang kurang sempurna. Jaman itu kandang pelikan begitu sesak, begitu juga akan rusa. Alangkah padatnya dan mungkin penghuninya tidak merasa nyaman.

Dulu yang paling membuatku trenyuh adalah gajah. Gajah dari luar seolah-olah tersenyum, mereka nampak sabar.

Aku mendekat ke kandang gajah. Di sana ada kandang yang terbuka dan kandang yang tertutup. Di kandang tertutup itu aku melihat gajah tua yang terisolasi dan tidak bisa kemana-mana. Sorot matanya sedih. Oh rasanya aku ingin memeluknya.

Sampai saat ini aku masih ingat akan si gajah dan beberapa hewan yang kujumpai di bonbin. Ya, tidak semuanya buruk. Aku masih ingat aku juga punya hubungan baik dengan humasnya masa itu saat masih bekerja sebagai kuli tinta. Aku sering bertanya ini itu. Tentang kucing hutan yang kabur dan entah dimana sekarang. Tentang persengketaan pengelola Bonbin, bagaimana dengan karantina hewan untuk mereka yang sakit, dan sebagainya.

Humas tersebut orang yang baik. Aku yakin ia pecinta satwa. Ia mengajakku berkeliling kemudian mengajakku ke rumah sakit hewan. Ada karantina hewan dan juga rumah sakit hewan. Untuk rumah sakit hewan juga menerima satwa masyarakat umum seperti kucing dan anjing.

Bonbin memang tidak sempurna, tapu ia juga tidak seburuk seperti yang tergambarkan oleh sejumlah media. Ya memang ada beberapa kandang yang kurang layak karena satwanya cepat sekali berkembang biak. Aku pun bertanya, kenapa tiga kandang isinya rusa semua. Karena rusa cepat sekali berkembang biak dan belum ada kebun binatang lainnya yang mau menukar koleksinya dengan rusa.

Di kebun binatang ini aku belajar mengenal satwa yang kukenal di buku seperti komodo, babi hutan, merak, llama, kambing gunung, kuda nil, kancil dan sebagainya. Ada yang penampilannya menggemaskan, ada pula yang nampak gagah sekaligus buas.

The Zookeeper’s Wife: Istri Pecinta Satwa
Sejak melihat poster film Zookeeper’s Wife dimana sosok si istri memeluk anak harimau, aku langsung suka dan ingin menontonnya. Aku suka film-film dan kisah yang memerlihatkan persahabatan manusia dan satwa. Rupanya filmnya bukan jenis yang berbunga-bunga, film ini pahit dan tragis karena menunjukkan kebiadaban perang tidak hanya pada manusia tapi juga para satwa.

Adalah Antonina Zabinski, istri seorang direktur dan pengelola kebun binatang di Warsawa, ibu kota Polandia. Ia istri yang rajin dan ceria. Setiap pagi ia membantu suaminya merawat satwa. Di rumahnya ia juga membantu menangani satwa yang terluka. Biasanya ada dua anak harimau dan rakun yang hidup dalam rumahnya.

Hingga suatu ketika Polandia diserang oleh Jerman, mencetuskan perang dunia kedua. Bom-bom menghancurkan banyak tempat, termasuk kebun binatang yang dikelolanya. Ada yang tewas di dalam kandang, ada yang berhasil kabur, dan ada pula yang ketakutan terjebak di kandang atau mondar-mandir tak karuan di sekitar kebun binatang. Tak lama serdadu Jerman pun berdatangan. Mereka membunuhi satwa tersebut. Ada yang untuk ransum, ada pula yang mereka anggap menjadi gangguan, atau sekedar dijadikan sasaran tembak untuk kesenangan. Antonina, suami, anak, dan penjaga kebun binatang tak mampu menahannya dan hanya bisa melihatnya dengan sedih dan hancur.

Gajah dibunuh, harimau tewas, bison, juga burung rajawali. Tak ada yang tersisa. Dua anak harimau dan beberapa satwa dibawa dengan truk oleh Nazi entah bagaimana nasibnya.

Tak hanya hewan, para manusia pun kemudian disiksa dengan memasukannya mereka ke tempat penampungan. Makanan dijatah, para perempuan ada yang diperkosa, membuat suami istri itu berpikir menemukan cara untuk membantu mereka.

Antonina masih beruntung idenya menjadikan bekas kebun binatang sebagai peternakan babi disetujui. Maka ia dan suaminya merencanakan cara untuk membantu para korban perang tersebut. Mereka menyelundupkannya dan memasukannya ke kandang hewan untuk karantina dalam rumahnya. Aksi mereka berhasil membantu banyak pelarian. Hingga suatu saat ada yang membocorkan aksi tersebut.

Film yang disutradarai oleh Nici Caro dan dibintangi oleh Jessica Chastain dan Daniel Bruhl ini berdasarkan kisah nyata seorang istri pengelola kebun binatang yang menolong 300 orang bersembunyi di rumahnya. Sebagian besar hanya tinggal sementara, hanya beberapa yang tinggal cukup lama.

Menurutku bagian yang paling menyesakkan dalam film ini adalah ketika para satwa ditembaki membabi buta. Kasihan si gajah. Ia kebingungan. Kasihan juga hewan-hewan seperti kanguru, monyet dan kawan-kawannya.

Aku sampai sekarang sering merasa sedih jika ada berita satwa liar yang dibunuhi karena dianggap hama dan menganggu proses pembukaan kebun sawit. Bagaimana jika manusia pembunuh tersebut ada di posisi sebaliknya? Maukah?!

Gambar dari imdb

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 12, 2017.

36 Tanggapan to “Kebun Binatang dan The Zookeeper’s Wife”

  1. Hewan2 langka sperti harimau dan gajah saat ini memang terancam punah ya infonya, habitat aslinya bnyak dibuka untuk lahan pertanian. Kasian merka pasti bingung, terus saat mereka lari ke pemukiman penduduk eh malah diburu. Pemerintah dan masyarakat hrus bkerjasama untuj menjaga dan melestarikan hewan langka tersebut. Filmnya Bagus ya mba kyakny, jdi pngen nonton.

    • Filmnya bikin mau nangis, kasihan nasib hewan-hewan di kebun binatangnya. Hewan-hewan di dunia nyata banyak yang terusir dari rumahnya hanya karena perluasan lahan perkebunan atau pemukiman. Kasihan.

  2. Ndelok gambare, kok wedi aku, apalagi yang poto bareng macan, nek dicakar tak blaen #eh

  3. Meski sebuah film Zookeeper’s, tapi ngeri yah bayanginnya dengan satwa yg jadi korban keganasan perang. 😭

  4. wah sedih banget ya filmnya.. padahal satwa itu gak salah kok malah dibunuh seenaknya..
    semoga manusia lebih peduli lagi dengan mahluk ciptaan Tuhan lainnya seperti hewan dan tumbuhan 🙂

  5. Wahh samaa, Aku juga dari kecil seering ke bonbin. Sampe skrg juga jadi sering ajak Narend kesitu karena emang suka banget liat binatang2.
    Kalo film2 kayak gini aku suka banget kasih ke Narend, jadi buat pembelajaran dia juga soalnya. Bagaimana dia mencintai mahluk hidup lainnya.

  6. Sediiihhh bangetttt tapi pilem seperti ini emang kudu lebih banyak dan bervariasi sebagai sarana edukasi juga ya

  7. Film yang bercerita tentang binatang biasanya memang serru, apalagi ini berdasarkan kisah nyata ya Mba.

    Semoga pesan dari film ini bisa diterima dengan baik dan semakin banyak yang sayang dan mejaga populasi beberapa hewan yg sudah mulai langka.

  8. Jadi penasaran sama filmnya.Ga kebayang ya semua binatang dibunuh gitu *kejam banget.

  9. Manusia bnyk membuat kerusakan di muka bumi..

  10. Kayaknya bagus, jadi pengen nonton.

  11. Hmm…hewan memang tetap hewan ya. Tetapi kalau diperlakukan semena-mena siapa yang mau?

  12. Film yang inspiratif ya mba. Smoga menjadi hikmah bagi semua orang bahwa hewan jg perlu dilindungi

  13. Saya udah nonton film ini. Sangat menyentuh. Loved it.

  14. Klo para hewan itu seperti manusia, mungkin mereka udah pada demo kali ya. Menuntut tempat tinggal dan perawatan yang layak.

  15. Bagaimanapun hewan adalah makhluk hidup. Ketika Kita melihat satwa di perlakukan biadab pasti ada rasa sedih, melalui film ini semoga saja menjadi pencerahan bahwa satwa pun perlu diperlakukan dgn baik

  16. Filmnya ini layak ditonton sama anak-anak, kah? Kayanya sedih ceritanya.

  17. Aku pengen nonton film ini meh mba, sepertinya menarik banget

  18. Kayaknya bagus ya mba film-nya. Bakalan mewek nih nontonnya. Btw, thanks for sharing 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: