Sahabat Perjalanan Berwisata yang Cepat dan Aman

Aku bersorak ketika mengetahui bangku dekat jendela masih ada. Hore aku bisa melihat kota dan jalanan dari atas ketinggian, juga melihat formasi awan yang setiap perjalanan berbeda. Selepas pesawat lepas landas, sayangnya aku malah ngantuk berat kemudian tertidur nyenyak.

Ya, penerbangan terakhirku tidak kulalui seperti biasanya karena aku lelah dan kurang tidur selama beberapa hari terakhir. Oleh karenanya ketika berada dalam posisi yang pas dan nyaman di pesawat aku merasa sangat terbantu untuk tidur. Meskipun durasi perjalanan Surakarta menuju Jakarta tak lebih dari sejam, aku bisa tidur nyenyak. Aku baru terbangun ketika pilot memberitahukan pesawat bersiap mendarat. Wah badanku lumayan segar, aku siap pulang ke rumah, disambut kucing-kucingku, Mungil dan Nero.

Biasanya jika naik pesawat aku suka membaca majalah yang tersedia. Membolak-balik halaman tentang wisata dan makanan, adalah favoritku, sambil menikmati foto-foto indah yang tersaji di majalah. Dalam hati aku membayangkan suatu saat namaku ada di majalah tersebut. Jika halaman majalah tersebut sudah habis kubaca, maka aku suka mengutak-atik layar kecil di hadapanku, memilih film atau musik. Kalau ada bujet lebih sih hehehe naik pesawat yang menyediakan layar berisikan fitur hiburan, tapi jika bujetku mepet, ya aku sudah puas dengan adanya majalah atau pun koran. Jika pun tidak tersedia, aku bisa mendengar lagu-lagu dari mp3 playerku sambil melamun melihat pemandangan dari balik jendela.

Naik pesawat memang salah satu favoritku dalam melakukan perjalanan, terutama yang tujuan perjalanannya cukup jauh. Naik pesawat itu bak pintu ajaib Doraemon, dalam waktu 1-2 jam bisa melalang buana ke kota-kota lain. Memang sih aku juga masih suka naik kereta api, bus, ataupun kendaraan pribadi, semuanya punya kesan dan pengalaman tersendiri. Akan tetapi jika waktu liburanku terbatas dan ingin tetap  prima  setiba berkendara, maka aku lebih suka naik pesawat, karena begitu tiba maka aku bisa langsung beraktivitas dan waktuku tak berkurang banyak untuk masalah perjalanan. Seperti perjalanan berliburku ke Klaten beberapa waktu lalu.

Oleh karena naik pesawat maka dalam waktu sekitar satu jam, aku dan kawan-kawan sudah tiba di bandara Adisutjipto pagi hari, sekitar pukul 07.30. Hari masih pagi dan hawa masih segar, kami bisa langsung menjelajah Yogyakarta sebelum menuju Klaten. Hingga siang hari kami masih bisa berwisata kuliner di  Soto Daging “Pak Marto” yang terkenal kemudian menjelajah Taman Pintar. Sebelum matahari terbenam, kami sudah mengeksplorasi berbagai kawasan menarik di Klaten.

Soto Daging “Pak Marto” menurutku pas menjadi salah satu jujugan wisata selama di Yogyakarta. Sotonya memiliki kuah kaldu yang ringan dan segar. Perpaduan daging sapi dan berbagai jerohan membuat soto terasa gurih dan sedap. Apalagi ada pelengkap seperti perkedel dan sate telur puyuh yang nikmat. Hemmmm sedapppp.

Setelah kenyang kami menuju Rumah Pintar untuk menambah wawasan. Nah, Rumah Pintar ini seperti namanya, cocok dikunjungi anak-anak dan para keluarga. Ada banyak wawasan di sini baik tentang ilmu pengetahuan maupun mainan-mainan yang edukatif. Sayangnya waktu terbatas, jadinya aku tidak bisa eksplorasi lebih dalam. Nah, di bagian gambar hologram srigala aku terpekur. Hehehe hewan srigala itu favoritku, jadinya aku merasa wajib mengambil fotonya.

Dalam tiga hari dua malam kami menuju tempat-tempat yang menarik. Kami sempat berwisata air di Sungai Pusur, juga menjelah Surakarta di sekitaran Pasar Klewer. Liburan selama tiga hari dua malam terasa puas deh.

Menurutku naik pesawat itu bukan berarti lebih mahal dibandingkan mode transportasi lainnya. Terkadang malah harganya sama atau malah lebih murah jika dibandingkan naik kereta api. Aku sering membandingkannya karena kerap melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman di kota Malang. Salah satu triknya yaitu memesan jauh-jauh hari dan melakukan perjalanan pada low season. Tapi jika beruntung pada peak season pun bisa mendapatkan harga yang ‘wajar’ dengan adaya berbagai promo. Pertimbangan naik pesawat dan kereta itu terletak pada durasi perjalanan. Ke Malang, misalnya. Naik kereta memakan waktu 14-17 jam, sedangkan naik pesawat hanya 1,5 jam. Sehingga, naik pesawat menjadi pilihan pas saat durasi liburan yang singkat.

Saat ini ada berbagai alternatif untuk memesan tiket pesawat. Salah satuya adalah Blibli Travel. Sebenarnya layanan yang diberikan oleh Bibli Travel tidak jauh beda dengan situs jasa travel lainnya. Di dalamnya ada pemesan tiket pesawat, kereta, dan hotel. Namun,nilai plusnya adalah lamannya yang proses loading-nya cepat, lamannya sederhana dan user friendly,  juga beragam promo yang tersedia. Ada Blibli poin reward ketika membeli tiket pesawat tertentu yang bisa ditukar dengan voucher belanja. Asyik bukan?!

Nah kali ini yang sedang promo adalah Sriwijaya Air. Setiap pembelian tiket Sriwijaya Air maka akan mendapatkan Blibli poin reward. Tentang Sriwijaya Air aku mengenalnya sejak sering pulang ke Malang sekitar tahun 2006. Armada ini favoritku dan rajin mengantarkanku pulang pergi Jakarta-Malang. Rata-rata jam keberangkatannya pas, tidak terlalu pagi dan tidak terlalu malam, sehingga ketika tiba di lokasi si penumpang masih bisa beraktivitas.

Memesan di Blibli Travel

Ngomong-ngomong Kalian mau liburan kemana nih tahun 2018?

 

 

 

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 20, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: