Nero dan Pelangi

Hujan…si Nero berlari dan langsung masuk rumah dari jendela. Tidak ada penghuninya. Kucing besar yang suka mengelus-elusnya sedang tidak ada. Tak apa-apalah biasanya petang si kucing besar itu datang dan membawa oleh-oleh. Ia suka membawakan ikan atau membukakan biskuit kucing yang enak.Nero menggoyang-goyangkan badannya. Air yang menempel di bulunya pun berhamburan. Si Nero lalu segera asyik melompat di sofa dan menjilati tubuhnya. Ah di sini hangat. Enak. Kasihan deh Emak dan tiga kucingnya hanya bisa menghangatkan badan di alas kaki, si Nero diam-diam bersyukur atas keistimewaan yang diperolehnya.

Duh hawa dingin bikin lapar. Si Nero pun menghampiri kotak makanan. Pesuruhnya itu si kucing besar selalu menyediakan biskuit dan air bersih untuknya. Ia mengunyahnya. Matanya kemudian berat. Ia siap tidur di peraduannya. Di sofa pojok. Zzzzz…tak lama si Nero pun pulas. Nero bermimpi masuk ke wahana wisata makanan. Di sana ada ayam goreng ukuran raksasa. Ikan tuna dan tongkol tanpa tulang dan duri, juga susu segar yang lezat. Yummy…si Nero bermimpi sambil mendengkur.

Di luar sana hujan mulai reda. Burung pun kembali hadir asyik berceloteh. Si Nero mengucek-ucek matanya. Duh aku kesepian. Si Mungil kemana ya? Kasihan kucing kecil itu suka kutakut-takutin. Tanpa dia sepi juga. Si Nero jadi kangen si Mungil. Entah kemana si Mungil berlindung dari hujan.

Cuaca mulai cerah. Hawa di luar begitu segar. Nero turun dari sofa dan mengintip dari jendela. Ooh anak-anak si Emak masih pulas dan asyik menyusu induknya. Eh di langit ada apa ya? Sebuah lengkungan yang indah berwarna-warni. Nero terpukau melihatnya. Konon ada keajaiban saat pelangi tiba.

Nero mengucapkan permohonan. Ia bingung apa yang diinginkannya. Hemmmm…ikan besar, eh nggak jadi aku ingin pesuruhku makin sayang sama aku. Nero terdiam. Aku ingin si Mungil ada di sini, aku merindukannya.

Ia masih melihat pelangi, mengaguminya. Harapannya belum terkabul, si Mungil entah dimana. Cepat pulang ya Mungil, si Nero kangen kamu.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 15, 2018.

8 Tanggapan to “Nero dan Pelangi”

  1. Oh neri

  2. Oh kucing

  3. wah kemana si mungil ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: