Merindu


Ia kupanggil Mungil karena ia dulu kecil mungil. Bulunya tebal dan halus bak gumpalan kapas. Aku dulu was-was untuk memeliharanya karena sudah ada Nero. Lama kelamaan aku sayang kepadanya. Ia pun kuperbolehkan masuk dalam rumah dan punya kardus sendiri untuk tidur.

Si Mungil kucing yang manis. Ia tidak suka bertengkar. Ia menyambut kucing-kucing lainnya, sayangnya kucing lainnya suka jahat kepadanya. Ia suka dikejar dan kadang dilukai. Kasihan si Mungil. Bahkan si Nero kadang cemburu kepadanya.

Si Mungil memang manis dan penyayang. Ia suka menyambutku. Aku suka disambut olehnya. Ia kemudian minta dielus-elus dan kadang langsung duduk di pangkuanku. Jika malam, kadang ia menyelinap mengucapkan selamat tidur kepadaku. Kucing Mungil, Kamu dimana?

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 16, 2018.

5 Tanggapan to “Merindu”

  1. Pecinta kopi ya. Profilnya kok kopi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: