Mencintai Jumat Pagi

Ia melihat kalender malam sebelumnya
Besok hari Jumat bertanggal sembilan
Angka itu angka keberuntungannya
dan Jumat hari favoritnya

Pikirannya melayang saat kanak-kanak
Ia mendapat nomor absen sembilan
sugesti bawah sadarnya bekerja
ia merasa banyak keberuntungan

Angka sembilan favoritnya dalam nilai
Nilai yang sempurna
Sepuluh terlalu mencolok untuknya
Sembilan menunjukkan keterbatasannya

Hari Jumat pagi jadi favoritnya
Pagi-pagi ada senam
Selanjutnya waktu terasa singkat
bahkan bisa pulang cepat

Dulu di kampung halaman
Hujan suka menyapa
selepas sholat Jumat
Begitu deras begitu menenangkan

Ia menyambut hujan dengan gembira
Hawa menjadi adem, selokan sarat
Air pun semata kaki di jalan
Ia menyiapkan perahu kertas

Hujan dan Jumat
Ia bertanding perahu kertas
Bersama kakak danĀ  sepupunya
Atau main air di loteng, menyegarkan

Tanpa kawan dan tanpa perahu kertas
Jumat siang dan hujan juga menyenangkan
Ia akan tidur siang dengan pulas
bangun sore harinya dengan segar

Jumat di kampung halamannya indah
Jumat 10 tahun silam di Jakarta bikin suka
Ia dan kawan-kawan asyik menjelajah
makanan ini dan resto itu sambil bercanda

Kini Jumat di Jakarta terasa berbeda
Jumat dan hujan jadi menakutkan

Kali ini ia tak peduli, ia sambut Jumat pagi
Ia yakin Jumat ini akan membuatnya berseri

Gambar dari pixabay

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 9, 2018.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: