Hukum Kebiasaan Berulang

Sebuah niat akan memunculkan tindakan. Tindakan tersebut jika dilakukan berulang akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang permanen akan menjadi watak dan bagian seseorang. Aku mendapatkan materi ini dari sebuah kelas dan buku bertahun-tahun silam. Aku lupa persisnya siapa yang mengucapkan kata-kata tersebut kali pertama. Menurutku kata-kata itu benar, niat yang salah bisa berujung pada kehidupan yang tidak benar.

Dalam sebuah buku berjudul Sphere karya Michael Crichton disebutkan betapa besarnya kekuatan pikiran. Ketika seseorang menyentuh benda misterius dan memiliki bayangan akan sesuatu maka bayangan itu akan hadir, entah baik ataupun buruk. Ya, sebuah harapan dan niat bisa memunculkan tindakan. Untuk itulah banyak kaum bijak mengajarkan agar dalam melakukan setiap kegiatan memiliki niat yang baik. Ada juga guru lainnya memerintahkan muridnya untuk belajar mengontrol pikirannya. Karena apa yang Kamu pikirkan, bisa menjadi kenyataan. Apa yang Kamu pikirkan tentang Dirimu bisa menjadi Dirimu nanti dan sekarang.

Ehem aku lagi sok bijak ya. Hehehe padahal sebenarnya aku menulis ini untuk catatan bagi diriku.

Pagi-pagi hawa begitu sejuk dan matahari masih malu-malu untuk muncul. Aku memikirkan usiaku, apa saja yang telah kulakukan sepanjang umurku. Aku bisa saja menghibur diriku. Tapi ternyata yang kulakukan saat ini dengan potensiku tidaklah cukup. Aku merenung. Mungkin ini dikarenakan aku kurang cakap memproyeksikan harapan dan keinginanku sehingga aku merasa kehidupanku berjalan seperti itu-itu, kurang aku dan sentuhanku.

Aku terdiam dan mendengarkan musik favoritku. Seperti apakah sebenarnya aku dan keinginanku?

Kata seorang guru aku harus fokus pada pikiran bawah sadarku. Karena gunung es itulah yang banyak memengaruhi niatan seseorang. Ia bahkan mengingatkanku untuk belajar salah satunya dari mimpi. Mengenali mimpi. Oleh karena mimpi merupakan respon dari kehidupan, ketakutan, harapan, dan juga peringatan.

Pikiran bawah sadar sulit dikendalikan. Ada banyak unsurnya. Tapi jika harapan terus dipompa dan dibayangkan dengan sejelas-jelasnya maka bisa jadi harapan itu akan menjadi kenyataan. Secara sadar atau tidak sadar, pikiran itu akan mengkristal menjadi niat dan menggerakkan perbuatan.

Aku melirik jam. Masih ada waktu bagiku untuk merenung sebelum rutinitas merengutku. Kucingku, si Mungil mengikutiku dan senang menerima tanganku mengelus-elus bulunya yang halus.

Aku merenung dan membayangkan aku yang kuharapkan. Ada banyak kualitas diri yang ingin kutingkatkan. Aku ingin menjadi aku yang aku banget.

Kata beberapa buku, harapan yang terus-menerus diwujudkan akan membuahkan sebuah jalan. Akan lebih memudahkan lagi jika harapan itu diucapkan dengan jelas. Misalnya aku ingin punya tabungan 50 juta pada akhir tahun 2018. Kemudian dibayangkan bagaimana cara meraihnya. Apakah lewat berhemat, lebih rajin bekerja, atau mendapat hadiah lomba. Tentang konsep ini buku yang mengupasnya di antaranya adalah The Secret dan Mestakung. Kekuatan harapan akan menggerakkan semesta.

Dalam buku lainnya juga disebutkan hukum perulangan (law of repetition) alias hukum kebiasaan. Buku tersebut mencontohkan seseorang yang cakap karena melakukan segala sesuatu secara berulang. Ada tebing yang lama-kelamaan terkikis ombak. Ada seorang lulusan SMP yang jago mekanik dan sebagainya.

Jika punya hobi maka milikilah hobi yang baik. Jika kebiasaanmu buruk cobalah untuk mengubahnya. Hehehe praktiknya memang susah sih. Kayak aku yang anget-angetan berolah raga tiap pagi.

Tapi asli mengubah kebiasaan itu susah. Aku ingin memulai kebiasaan yang baik agar resolusiku tahun 2018 ini tercapai.

Hukum perulangan. Aku akan mencoba melakukan sebuah kebiasaan yang baik agar aku dalam beberapa waktu ke depan menjadi aku yang kupikirkan.

You are what you think” (David Stoop)

Your life will reflect what you persistently think about” (Debasish Mridha)

Gambar dari pixabay

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 20, 2018.

2 Tanggapan to “Hukum Kebiasaan Berulang”

  1. Lama lama jd karakter y

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: