Pasangan Jiwa

Apakah Kamu sudah menemukan pasangan jiwamu?
Aku tertegun membaca hal tersebut dalam buku berjudul Brida karya Paulo Coelho. Menurutku buku Paulo Coelho selain The Alchemist itu rumit dan perlu mood yang baik untuk membaca serta memahami isinya. Di dalam buku ini Paulo menjelaskan tentang tradisi bulan dan Wicca, sebuah aliran spiritual kuno yang sering disalahpahami dan dianggap aliran sesat.

Dalam buku ini, Brida oleh gurunya, diminta untuk aktif mencari pasangan jiwanya. Brida tertegun, ia tak tahu mengapa ia masih diharuskan mencarinya, ia telah memiliki kekasih dan menurutnya ia adalah pasangan jiwanya. Tapi rupanya pasangan Brida saat ini masih dirasa bukan pasangan jiwanya. Brida kebingungan, ia tidak tahu apa yang mengharuskannya untuk mencari pasangan jiwa.

Gurunya melanjutkan, hanya dengan memahami pasangan jiwa maka barulah Kamu memahami bagaimana pengetahuan bisa terpancar melintasi waktu. Jiwa terbagi menjadi dua, menjadi bagian laki-laki dan perempuan. Dalam setiap kehidupan, kita merasakan dorongan misterius untuk menemukan setidaknya satu dari para pasangan jiwa itu. Cinta telah memisahkan mereka dan tentunya mereka akan senang hati meraih cinta yang menyatukan mereka kembali.

“Bagaimana caranya menemukan pasangan jiwaku?” Brida bertanya dengan penuh antusias.

Sang Wicca tertawa. Ia menjawab. Kamu bisa menemukan pasangan jiwamu dengan melihat cahaya di mata mereka. Tradisi bulan menambahkan cara, ada setitik cahaya di atas pundak kiri pasangan jiwamu. Cara tersebut susah dan perlu dipelajari lewat rutinitas tradisi bulan.

Sang Wicca menambahkan, caranya dengan mengambil risiko. Bisa gagal, juga bisa kecewa. Asal Kau tetap mencari maka akhirnya Kau akan menemukan pasangan jiwamu.

Bagaimana jika aku gagal dan membiarkannya berlalu tanpa menyadari keberadaannya atau menolaknya? Brida bertanya. Bisa jadi Kau akan dikutuk dengan siksaaan terburuk. Kesepian!

Itu dialog yang keren tentang menemukan pasangan jiwa dalam novel berjudul Brida. Siapapun akan tidak merasa lengkap tanpa menemukan pasangan jiwanya. Aku setuju dengan pendapat Wicca, jika kesepian itu tidak enak, tapi manusia juga masih bisa hidup meskipun tak menemukan pasangan jiwanya.

Gambar dari pixabay

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 23, 2018.

2 Tanggapan to “Pasangan Jiwa”

  1. Duh..
    Saya belum ketemu sama pasangan jiwa nih.. 😢😢

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: