Manado Bukan Hanya Tentang Bunaken

Matahari sudah tinggi di atas kepala. Setelah melewati jalan yang berkelok-kelok, mobil sewaan kami berhenti di tempat yang disebut pemakaman kuno. Waruga, demikian masyarakat Minahasa menyebutnya. Suasana makam kuno itu seolah-olah menyeretku ke masa lampau. Sejam berikutnya aku pun larut dalam kisah-kisah tentang makam unik di Manado tersebut.

Rasanya senang sekali ketika pesawat yang kami tumpangi mendarat ke bumi Manado. Sudah berbulan-bulan kami berdua merencanakan liburan ke salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia bagian timur ini.

Ya selama menunggu-nunggu hari besar tersebut, aku berburu informasi tentang Manado. Dari info yang kudapat di grup-grup perjalanan serta hasil berselancar di dunia maya akhirnya kudapatkan informasi bahwa Manado bukan hanya tentang Bunaken. Manado punya banyak tempat yang indah dan juga kaya sejarah. Oh ya satu lagi Manado juga tempat yang asyik untuk menjelajah kuliner.

Bawah Laut Bunaken Memang Indah
Dua alat snorkeling telah tersimpan dalam tas. Kami menjadikan hari kedua untuk memuaskan diri bermain air di Bunaken.

Rupanya sewa kapal menuju Bunaken cukup mahal. Untunglah ada suami istri punya tujuan serupa sehingga kami berbagi biaya sewa. Kami pun kemudian asyik bersnorkeling menikmati panorama bawah laut. Wah ternyata bawah laut Bunaken benar-benar memesona. Aku sempat terpaku melihat terumbu karang berwarna-warni dengan ikan-ikan menggemaskan yang berseliweran kesana kemari.

Sejak kenal aktivitas snorkeling di Karimun Jawa, aku langsung jatuh cinta dan mencari spot-spot yang indah. Bawah laut Bunaken kumasukkan di dalam daftar favoritku.

Di bawah permukaan laut aku merasakan keindahan yang mendamaikan. Tidak ada terumbu karang, ikan-ikan dan suasana yang sama persis di tiap-tiap spot snorkeling yang pernah kusinggahi. Semuanya menyimpan pesona tersendiri. Keindahan Bunaken terekam di memoriku sebagai sebuah kenangan perjalanan.

Minahasa yang Kaya Kisah Sejarah
Aku suka mencari tahu tentang cerita sejarah di sebuah destinasi yang kukunjungi. Aku tak mengira jika Manado memiliki banyak cerita sejarah, termasuk cerita purba.

Di Tondano setelah menengok sejenak Danau Tondano yang terkenal, kami menuju dua makam para pahlawan perjuangan. Di tempat yang disebut Kampung Jawa terdapat 63 makam anak buah Pangeran Diponegoro. Salah satu yang dimakamkan di tempat tersebut adalah Kyai Mojo.

Para pahlawan pemberani itu ditangkap dan kemudian diasingkan. Di tempat yang baru tersebut mereka diterima dengan baik oleh warga setempat. Hingga kini kompleks pemakaman mereka terawat dengan baik. Tak jauh dari pemakaman tersebut terdapat masjid besar dengan arsitektur khas Jawa Tengah.

Selain makam pahlawan perang Jawa, di Minahasa, tepatnya di desa Lotta juga terdapat makam pahlawan besar yaitu Imam Bonjol. Beruntung aku punya teman perjalanan yang juga pecinta kisah sejarah, sehingga kami pun dengan antusias mendengarkan penjelasan penjaga makam Imam Bonjol tentang kisah-kisah di akhir hayat pahlawan tersebut. Β Tempatnya adem dan di dekat makam terdapat sungai dan pepohonan yang rindang.

Sebelumnya kami juga melakukan wisata makam usai menikmati panorama danau Linow yang asri. Nah, wisata makam ini bagiku yang paling berkesan. Pasalnya, makam ini bentuknya unik dan usianya juga telah berabad-abad.

Salah satu waruga terdapat di Sawangan, Minahasa. Di kompleks makam kuno ini waruga tertata rapi dan asri. Pada dinding kompleks terdapat cerita dan penjelasan bagaimana masyarakat Minahasa jaman dulu membuat makam berbentuk limas dan memasukkan jenazah di dalamnya.

Ya, desain makam ini unik. Di bagian bawahnya adalah kotak berongga dan di atasnya berbentuk limas. Jenasah dimasukkan dalam posisi meringkuk kemudian ditutup oleh bagian atasnya. Kemudian di batu nisan tersebut ada semacam simbol-simbol yang menunjukkan jenis kelamin dan pekerjaan almarhum/almarhumah sebelum meninggal. Makam kuno yang unik.

KeManado Tidak Selalu Mahal
Sebagian masyarakat Indonesia menganggap wisata ke Indonesia Timur itu mahal. Ah ke Manado pasti mahal dan perlu menabung lama. Padahal belum tentu. Aku waktu itu dapat tiket pesawat Garuda Indonesia pulang pergi kurang dari Rp 2 juta padahal waktu itu masuk peak season karena ada long weekend. Kok bisa?

Yup waktu itu aku berburu tiket dengan Skyscanner Indonesia. Situs ini memang sering direkomendasikan para traveler karena sangat memudahkan dalam menyusun perjalanan dan berburu tiket murah.

Aku sendiri sudah bertahun-tahun menjadi pengguna setia Skyscanner. Aku tinggal memasukkan kota asal dan tujuan kemudian waktunya. Voilla muncullah semua maskapai penerbangan dari harga terendah dan tertinggi atau dari penerbangan terpagi hingga terakhir. Jika tanggal A belum cocok harga maka aku bisa lanjut ke tanggal B. Jika waktu dan harga cocok maka aku bisa langsung memesan tiket ke beberapa pilihan situs penyedia di keterangan yang ada di Skyscanner yang menyediakan harga tiket murah tersebut.

Wah tahun ini aku pengin banget ke Banyuwangi atau ke Sumba. Cek tiket dulu ah dengan Skyscanner.

Disclaimer: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 10, 2018.

11 Tanggapan to “Manado Bukan Hanya Tentang Bunaken”

  1. Makam Waruga ini unik banget bentuknya ya,kak.
    Mungkin jaman dulu kala, untuk mempersiapkan 1 batu tempat jenasah diperlukan waktu pengerjaan yang sangat lama prosesnya.

  2. Baru sekali ke Bunaken, dan pengen balik lagi kesana. 😦

  3. Kok ga mampir ke Bolsel?..😁

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: