Apakah Pekerjaanmu Sudah Sesuai Minatmu?

Pekerjaan yang paling mantap adalah hobi atau minat yang dibayar. Kalimat ini sudah sering kita perdengarkan. Memang sih hal tersebut benar. Akan tetapi pada saat ini rasanya susah untuk mencari pekerjaan. Jadinya ada dua pilihan, tetap idealis dengan berharap mendapatkan pekerjaan idaman atau menerima tawaran pekerjaan yang datang.

Saat sudah lulus kuliah tidak semuanya beruntung langsung mendapatkan tawaran pekerjaan. Yang nilainya bagus dan memang ahli di bidang yang digelutinya bisa jadi malah bingung memilih antrian tawaran pekerjaan. Sejumlah perusahaan berbondong-bondong menawarinya pekerjaan. Sebaliknya, temannya yang kemampuannya biasa-biasa saja, malah harus bersabar dan menunggu perusahaan yang diidamkannya menerimanya sebagai karyawan baru. Daripada menunggu kabar yang tidak jelas, akhirnya terpaksalah menerima pekerjaan yang ada dulu. Pasalnya, menjadi pengangguran itu tidak enak.

Setelah berkecimpung di dunia pekerjaan itulah baru bisa merasakan. Apakah lingkungan kerjanya nyaman, apakah atasannya mendukung, apakah gajinya sesuai dan sebagainya. Ada sejumlah kisah para pekerja yang bekerja di tempat yang tidak sesuai latar belakangnya namun kemudian malah betah karena lingkungan kerja yang nyaman, bos yang kooperatif, dan jenjang karir yang jelas.

Yup, terkadang ada saja yang menemukan minat dan potensinya ketika ia masuk ke dunia kerja. Awalnya ia masuk jurusan tertentu bisa jadi karena mengikuti saran orang tuanya. Ketika ia kemudian lulus dan bekerja di perusahaan makanan, eh memang minatnya memang di bidang nutrisi.

Aku dulu tidak punya latar di bidang jurnalistik dan humas. Eh ternyata aku menyukainya dan rupanya aku punya potensi di bidang hospitality dan menulis.

Hobi dan minat itu bisa tumbuh kapan saja dan ketika kita mengetahuinya semakin dini maka akan memudahkan dalam membina karir. Keponakanku, Maia,sejak kecil gemar menggambar komik. Saat ini ia pun ikut kursus menggambar komik. Ketika dewasa ia ingin menjadi komikus.

Tentang hobi dan minat, ada banyak orang yang ingin dibayar untuk melakukan hobi. Ada yang hobinya jalan-jalan, makan, dan nonton kemudian ingin dibayar untuk melakukan hobinya tersebut. Saat ini dengan adanya media sosial, semua hal tersebut bisa dilakukan. Ada yang menjadi travel blogger, selebgram khusus makanan, vlogger di youtube khusus mengulas produk kosmetik dan sebagainya. Honor sekali posting tersebut bagi yang sudah terkenal dan profesional cukup fantastis. Pernah saya tak sengaja mengintip nilainya, besarannya bisa Rp 10-30 juta untuk setiap konten. Menarik, bukan?!

Namun menjadi seleb blogger, selebtwit, selebgram, dan vlogger dengan bayaran fantastis tentu perlu perjuangan dan kerja keras. Tanpa ada keunikan, kualitas tinggi, dan keinginan untuk terus mengasah diri maka profesi ini bisa digantikan oleh mereka-mereka yang lebih fresh dan kreatif. Lima sampai 10 tahun ke depan juga belum pasti apakah media sosial masih eksis atau berubah bentuk. Sehingga yang perlu dilakukan adalah kesediaan untuk terus belajar dan kemampuan untuk mudah beradaptasi.

Apapun bentuk pekerjaanmu, evaluasilah apakah benar-benar sesuai dengan harapanmu. Jika masalahnya hanya terletak pada atasan yang bak tiran maka bersabarlah, atau ciptakan second life, sehingga pekerjaan dan hobi bisa sejalan. Saat ini aku tetap berprofesi di bidang TI, tapi ketika sampai di rumah maka aku berganti baju menjadi blogger. Hal ini membuat hidupku lengkap karena latar belakangku tetap bermanfaat dan hobiku menulis tetap terakomodasi. Kapan ya hobiku membaca dan mendengarkan musik bisa dibayar?

Gambar dari pixabay

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 18, 2018.

4 Tanggapan to “Apakah Pekerjaanmu Sudah Sesuai Minatmu?”

  1. Wah, saya malah menjadikan pekerjaan sekarang jadi hobi dan ilmu baru saja, walau tak sesuai minat awal. Hhee

    Saya pingin juga sih dapet penghasilan dari hobi denger musik juga sih. Tapi entah lewat cara apa. Hee

    Eh, mba bukannya blognya dah self hosting ya? Pasang iklankah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: