Hai Nero!

Neroku berlari kencang menyambutku
Ia hampir menubrukku
Lagi dengan semangat ia menuju pintu
Sementara aku masih terantuk-antuk

Neroku sudah menungguku
Ia sabar berjam-jam menantiku
Ia sudah lapar, aku tahu
Kasihan, ia mungkin nyeri perut

Kubuka pintu
Ia menghambur
Aku membuka wadah biru
Ia pun melahapnya dengan rakus

Si Nero belum puas
Ia ingin ikan segar
Aku membuka kulkas
Hanya ada ikan pindang

Si Nero melalap ikan pindang
Tersisa hanya tulang
Ia kembali mengunyah
Makanan di wadah

Neroku udah kenyang
Kini matanya berat
Ia pun terlelap
dan bermimpi indah

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 23, 2018.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: