(Masih) Ngeblog Suka-Suka

Siapapun bisa memiliki blog. Semua orang tentunya juga punya tujuan masing-masing ketika membuat blog. Tujuan Kalian ngeblog dan aku juga mungkin berbeda. Aku sendiri masih bertahan dengan konsep ngeblog suka-sukaku, tapi siapa tahu konsepku berubah.

Siapa sih yang tidak ingin dapat duit dari ngeblog? Aku juga mau lho hehehe. Duit ini bisa didapat dari job review ataupun ikut lomba blog.

Awal-awal bikin blog pribadi sepuluh tahun lalu tidak ada niat untuk komersial, mungkin tidak terpikir sampai situ sih. Waktu itu alasan bikin blog karena ingin jadi sebuah dokumentasi pribadi. Ala-ala diary gitu tapi dengan bahasa ala koran. Entahlah aku masa-masa itu masih kangen dengan kehidupan jurnalisku. Jadinya ketika dapat pekerjaan kantoran, aku merasa waktu luangku masih banyak, jadilah kupergunakan waktuku untuk menulis dengan bahasa tulis ala koran. Baru beberapa tahun kemudian bahasaku lebih cair.

Awal menulis aku merasa menulis untuk diriku sendiri. Sebuah terapi agar aku tetap bisa normal dan tetap dapat berlatih menulis. Aku merasa anonim meskipun aku menggunakan nama asli. Ah siapa sih yang kenal aku. Mungkin teman sekolahku, teman kuliah, atau teman kerja yang tak sengaja terdampar. Di Kompasiana aku juga menggunakan nama asli tapi tetap saja aku merasa anonim. Di antara duaratus juta lebih penduduk ada banyak nama dewi dan puspa, kemungkinan orang itu adalah aku itu rasanya tipis.

Entahlah aku menikmati masa anonimku itu. Ordinary human. Aku bebas beropini apa saja. Aku bisa berkata apa saja. Toh tidak ada atau sedikit yang mengenalku. Aku yang di dunia maya juga agak berbeda dengan di dunia nyata.

Kemudian hiduplah era nangkring dan era blogger. Yup kehidupanku mulai berubah. Apalagi ketika Kompasiana kemudian menampilkan nama lengkapku. Waduh. Aku juga mulai dikenali di acara blogger dan kompasiana. Wah aku bukan lagi sosok anonim. Tulisanku bakal dikait-kaitkan dengan sosokku. Kamu kan yang suka nulis film itu? Eh kenapa Kamu bikin opini gitu? Waduh!

Aku tak tahu era mana yang kusukai. Saat aku masih anonim, pembaca tulisanku sedikit dan foto diriku jarang ada, aku merasa lebih bebas menulis. Tulisan-tulisanku lebih mencirikan aku banget. Aku tidak perlu jaim. Tapi setelah ‘identitasku terbongkar’, ada sesuatu yang berkurang, kenikmatan menulis apa adanya dan secara bebas. Kan gawat kalau kakak dan ibuku baca, atau bagaimana jika teman kantor dan atasanku membaca hahaha.

Untuk di blog pribadi untunglah aku masih tidak perlu jaim, aku masih jadi pribadi suka-suka. Tapi di Kompasiana, aku agak sedikit jaim. Soalnya ketika namaku diketik di mesin pencarian yang muncul di halaman pertama adalah akunku di Kompasiana dan tulisan-tulisanku.

Kembali ke konsep blog. Aku saat ini lebih suka job review daripada mengikuti lomba blog. Soalnya yang kedua itu perlu riset dan perlu upaya lebih. Dulu-dulu aku suka banget ikut lomba blog di Kompasiana, tapi akhir-akhir ini aku agak jenuh dan lebih suka menulis bebas atau job review. Sedangkan untuk job review, tinggal dihubungi, diberi ketentuan menulis, jadi deh.

Memang sih job review ini tidak tiap hari kudapat, seminggu sekali juga belum tentu hiks. Aku juga tidak bisa lagi datang ke sebuah acara pada hari kerja. Job review yang menuntut kehadiran pun makin berkurang kudapat. Tapi tak apalah. Rejeki masih ada, toh aku juga bekerja penuh waktu. Kadang-kadang ada juga email tawaran yang tidak mengharuskanku datang. Senangnya.

Saat ini tulisan job review di blog pribadi dan di Kompasiana masih tidak begitu banyak. Persentasenya hanya di bawah lima persen jika dibandingkan konten suka-suka.

Apa blognya nggak di-monetize? Emmmm pengin sih, tapi aku belum memikirkannya. Aku masih blogger yang suka-suka, belum terlalu mengarah ke komersial, karena dari awal aku juga tidak terpikir ke arah situ. Jadinya ketika ada berbagai saran agar mengubah layout blogku, menambah SEO, harus ini dan itu aku mulai puyeng. Memang benar sih blogku gini-gini saja, kurang menarik, isinya campur aduk, tapi aku menikmati proses menulisnya. Saran-saran itu kuperhatikan, tapi aku belum terfokus ke situ.

Aku berterima kasih kepada teman-teman yang singgah dan suka komentar di sini. Aku tidak bisa tiap saat kembali membalas komentar Kalian. Aku senang Kalian tidak keberatan aku menulis suka-suka. Sungguh aku masih sulit mengubah itu, konsep blogku yang masih suka-suka. Yang agak lebih berbobot isinya, bisa Kalian baca di Kompasiana dengan akun @dewi_puspa. Di sini biarlah blognya kujaga agar tetap aku banget:)

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 2, 2018.

9 Tanggapan to “(Masih) Ngeblog Suka-Suka”

  1. Wah, saya juga masih nulis suka-suka nih mba. Lebih bebas dan enak aja ya. Hheee

    Sempat mikir buat dikomersilin tapi biaya upgrade mahal juga, trus takutnya ada kendala konsistensi di tengah2. Jadi jalani aja kaya sekarang dulu. Hhee

  2. Saya malah ga tau gimana caranya berubah dari sosok suka-suka jadi dikenal 😂

  3. Konsep blogku juga mash suka suka kok mbak. Beberapa akhir ini aku jdi pengen lebih komersil gitu, tapi hanya sebatas angan aja sih hehe.
    Setidaknya aku bebas dan nyaman dengan suka suka ini 😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: