Kesempatan Kedua

Dira menatap langit dari jendela yang daun pintunya terbuka lebar. Tatapannya menerawang jauh. Ia tidak mengucap apa-apa, seolah-olah ia hanya ingin semesta tahu ia masih ada dan siap merengkuh kesempatan kedua.

Kesempatan pertama tidak berjalan dengan baik. Entah kenapa, Dira jika tidak tahu apa yang mendera raga dan menyandera pikirannnya. Ia tahu ia menyesal membiarkan kesempatan itu lewat begitu saja. Tapi kali ini ia tak akan membiarkan kesempatan itu pergi begitu saja. Ia harus berjuang dengan segala daya upayanya. Mungkinkah?

Bunyi menciap anak burung itu membuyarkan lamunannya. Burung- burung itu menyambut pagi. Nadanya terasa begitu optimis. Meskipun lahan terbuka hijau di Jakarta semakin menipis, mereka tetap gigih berjuang untuk hidup.

Kesempatan kedua itu adalah harapan. Dira tersenyum menyambut langit yang semakin keemasan. Ia siap mengambil risiko untuk mencapai harapannya tersebut.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 13, 2018.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: