Menekuri Jalan

Aku termenung dari lantai limabelas
Jalanan Jakarta tetap meriah
meski langit telah gelap
berganti lampu semarak
Waktu berbuka baru tiba
Aku masih berada jauh dari rumah
Rapat pun masih berjalan
Aku berkali melihat jam, merasa cemas
Tigapuluh kilometer, rumahku terasa begitu nun jauh di sana
Aku menguap,aku juga merasa lelah
Aku menghibur sebentar lagi aku bisa pulang
Meski sudah malam jalanan
tetap tak kunjungterurai.
Mau tak mau aku ikut bermacetan
Satu jam kemudian aku masih menekuri jalan
