Menekuri Jalan

Aku termenung dari lantai limabelas
Jalanan Jakarta tetap meriah
meski langit telah gelap
berganti lampu semarak

Waktu berbuka baru tiba
Aku masih berada jauh dari rumah
Rapat pun masih berjalan
Aku berkali melihat jam, merasa cemas

Tigapuluh kilometer, rumahku terasa begitu nun jauh di sana
Aku menguap,aku juga merasa lelah
Aku menghibur sebentar lagi aku bisa pulang

Meski sudah malam jalanan
tetap tak kunjungterurai.
Mau tak mau aku ikut bermacetan
Satu jam kemudian aku masih menekuri jalan

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 6, 2018.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: