#BijakBerplastik Agar Ekosistem Perairan Tetap Lestari

Aku berdecak kagum ketika melihat tas-tas yang menggunakan limbah kemasan plastik. Tasnya nampak berkelas dan kokoh. Tas ini menurutku juga pantas digunakan ke kantor atau bertemu klien. Aku memuji tas yang dibuat oleh kelompok masyarakat binaan PT Aqua Lestari di sebuah desa di Klaten.

Tas tersebut dibuat sendiri oleh kelompok binaan PT Aqua Lestari. Tepatnya, oleh komunitas pengelola sampah di Karanglo Polanharjo Klaten bernama Rukun Santoso.

Mereka diajarkan untuk memanfaatkan limbah yang ada di sekeliling mereka. Dimulai dengan pendirian bank sampah maka usaha ini berlanjut, bukan sekedar mengumpulkan sampah berupa botol plastik, kaca, dan kardus. Sampah-sampah dari kemasan plastik yang ada di jalan dan sungai pun dikumpulkan, dibersihkan, kemudian diolah menjadi aksesoris, bunga, hingga tas dan dompet. Kemasan plastik tersebut dipotong tipis-tipis kemudian dimasukkan ke dalam puring transparan sehingga menjadi aksen tas dan dompet yang unik.

Kemasan dan Botol Plastik Juga Bisa Diolah
Rupanya botol dan kemasan plastik bisa diolah menjadi berbagai benda yang bermanfaat. Jika selama ini kemasan dan botol pastik dijadikan benda-benda kerajinan tangan seperti tas, dompet, aksesoris, vas, dan wadah, sebenarnya masih banyak lho kegunaan lainnya. Siapa nyana ada lho kaus dari botol plastik. Plastik juga bisa digunakan sebagai bahan campuran aspal.

Pengolahan kemasan dan botol plastik ini dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah plastik. Sebenarnya seperti apa sih kondisi sampah plastik di Indonesia dan bagaimana komitmen Danone Aqua dalam #BijakBerplastik?

Aksi Meminimalkan Sampah Plastik Perlu Kerja Sama Berbagai Pihak

Pada dialog dalam rangka peringatan hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni lalu, Danone-Aqua mengundang wartawan, blogger, dan komunitas pemerhati lingkungan untuk berdialog tentang kondisi lingkungan Indonesia saat ini di Hotel Raffles, Ciputra World. Narasumbernya banyak. Mereka adalah Karyanto Wibowo (Direktur Pembangunan Berkelanjutan Danone Indonesia), Ujang Solihin Sidiq (Kepala Subdit Barang dan Kemasan KLHK), Nanik Hendriyati Anugerahadi (Asisten Deputi Bidang Pendayagunaan IPTEK Maritim Kemenko Kemaritiman RI), Enri Damanhuri (Ahli Sampah ITB), dan Nadine Candrawinata (Pegiat Lingkungan).

Dalam acara tersebut para narasumber mengungkapkan tentang peta jalan (road map) Indonesia untuk mengurangi sampah plastik. Penggunaan sampah plastik di Indonesia ini sangat besar, baik dalam bentuk botol, sedotan, dan kemasan makanan. Selain penggunaannya yang besar, pengolahan sampah plastik tersebut untuk didaur ulang dan dimanfaatkan baru sekian persen.

Kenapa sampah plastik perlu dikurangi?
Sampah plastik itu sangat sulit terurai secara alami. Sampah ini akan mencemari lingkungan. Saat ini sampah ini kerap mencemari perairan hingga terbawa ke lautan. Yang terjadi banyak satwa yang tewas karena tak sengaja mengonsumsi kemasan plastik dan ada juga yang tak mampu bernafas karena hidungnya kemasukan sedotan plastik. Mengenaskan. Manusia yang menggunakan plastik, hewan-hewan lain yang terkena getahnya. Jika sampah plastik ini dibiarkan mencemari lingkungan maka ekosistem perairan akan rusak. Nadine bercerita jika ia pernah mengalami sendiri bertemu laut yang permukaannya penuh sampah plastik.

Sebenarnya plastiknya tidak seratus persen salah, tapi tindak perilaku sebagian manusia Indonesia yang kurang berwawasan lingkungan. Masih ada saja yang suka membuang sampah plastik sembarangan.

Untuk itu ada sejumlah hal yang perlu dilakukan untuk mengurangi kantong plastik bekerja sama dengan masyarakat, institusi pemerintahan, pihak swasta dan institut pendidikan. Kegiatan-kegiatan tersebut di antaranya:

  • Mengadakan sekolah berwawasan lingkungan untuk mengedukasi anak-anak sejak dini dalam #bijakberplastik
  • Melibatkan 16 kementerian untuk berkoordinasi dalam aksi pengelolaan sampah. Targetnya adalah tujuhpuluh persen sampah plastik bisa diolah dan didaur ulang.
  • Mengurangi kebocoran sampah plastik di laut.
  • Mendorong industri untuk menganti kemasan plastik yang lebih ramah lingkungan. Bisa jadi kemasannya didesain agar tahan lama dan tidak sekali pakai.
  • Bekerja sama dengan warga untuk menggiatkan bank sampah
  • Memperbanyak tempat pengumpulan sampah
  • Mengedukasi warga agar setiap orang mau mengelola sampah dari diri pribadi.
  • Meningkatkan konten recycle

Menggunakan plastik bisa dilakukan dengan bijak memproduksi plastik, bijak waktu mengonsumsinya, dan bijak pasca mengonsumsinya.

Komitmen Danone-Aqua dalam Mengurangi Limbah Plastik
Sudah beberapa tahun terakhir kemasan plastik Danone-Aqua sudah dibuat ramah lingkungan. Saat ini sudah 98 persen yang sudah ramah lingkungan. Ke depan diupayakan seratus persen kemasan plastik Aqua sudah bisa didaur ulang.

Dalam acara peringatan hari lingkungan hidup sedunia tersebut juga dipamerkan instalasi plastik. Ratusan botol Aqua ditata menjadi seperti gelombang lautan dengan tujuan mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lautan.

Plastik terbuat dari minyak bumi yang dimurnikan lewat industri petrokimia. Kemudian plastik diolah menjadi botol dan kemasan plastik. Setelah digunakan maka limbah plastik dikumpulkan, dipilah, dicacah, dicuci, dan didekontaminasi.

Kemasan botol Aqua saat ini sudah bisa diolah menjadi beragam produk, bukan hanya didaur ulang. Ada baju dari limbah plastik yang adem digunakan. Juga ada kursi plastik, bantal, kursi plastik, sarung plastik dan sebagainya. Limbah plastiknya bisa untuk campuran aspal jalan seperti yang diterapkan di Labuan Bajo.

Danone-Aqua mendukung penuh program pembersihkan lautan dari sampah plastik dengan target sebesar 70 persen. Untuk itu selain bank sampah, smart dropbox, mendidik warga untuk mengolah sampah plastik menjadi berbagai kerajinan dan berinovasi menciptakan produk dari olahan sampah plastik. Danone-Aqua juga menjadi salah satu pendiri PRAISE, sebuah asosiasi untuk mendukung terbentuknya model pengelolaan sampah kemasan yang terintegrasi dan berkelanjutan di Indonesia.

Omong-omong tentang bijak berplastik, Kalian sudah berkontribusi apa saja?

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 12, 2018.

11 Tanggapan to “#BijakBerplastik Agar Ekosistem Perairan Tetap Lestari”

  1. tempo hari saya baca di detik, asia tenggara penyumbang sampah plastik terbanyak (katanya)

  2. Saya belum berbuat banyak sih mba, paling kadang misahin botol plastik di tempat kerja buat dijual ke pengepul.

  3. Untungnya ada pengepul limbah plastik di depan rumah saya..

  4. Saya hanya mampu untuk memanfaatkan botol plastik sebagai tempat menanam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: