Dalam Perjalanan Pulang, Monyet-monyet di Pinggir Jalan

Aku menguap lebar. Rasanya masih ingin melanjutkan memejamkan mata. Rasa lelah habis melalukan pendakian baru terasa. Pundakku pegal. Tapi aku harus bergegas. Hari ini kami pulang.

Perjalanan pulang itu kadang-kadang lebih melelahkan daripada saat berangkat. Aku menata dan melakukan packing. Baju-baju kotorku menumpuk. Bagasi nampak berantakan.

Kami berpamitan ke tuan rumah. Tak terasa kami keasyikan mengobrol. Kami harus segera berangkat. Perjalanan masih sangat panjang, sekitar 1500 kilometer. Kami bagi dua hari. Etape pertama Banyuwangi menuju Surakarta.

Kami melewati jalan yang sama. Di kawasan Baluran dedaunan masih meranggas. Tapi ada sesuatu yang membuatku tertegun. Monyet-monyet itu ada di pinggir jalan. Monyet yang mirip dengan yang ada di Taman Nasional Baluran. Apakah mereka monyet yang sama?

Monyet-monyet itu meminta makanan kepada pengemudi. Ada yang nekat menarik perhatian hingga ke tengah jalan. Aku menahan nafas, takut si monyet kenapa-kenapa, bagaimana jika mereka tertabrak?

Beberapa mobil berhenti memberi mereka kue dan camilan. Hal ini membuat situasi lalin sedikit kacau.

Ada apa dengan para monyet?
Apakah mereka lapar hingga keluar Baluran?

Aku pun kemudian mengetik pesan, menyampaikan kabar tersebut ke petugas Baluran. Siapa tahu monyet-monyet itu benar-benar penghuni Baluran.

Perjalanan cukup lancar hingga Situbondo. Aku kembali berjumpa dengan Argapuro. Gunung ini selalu membuatku kagum. Ada sesuatu yang membuatku tertarik padanya.

Perjalanan berlanjut ke Probolinggo dan Pasuruan. Eh aku baru kali ini melihat kota Pasuruan secara lengkap. Dulu pernah sih tapi lupa.

Kami hampir tiba di tol Rembang lalu kecewa karena tolnya ditutup karena bakal diresmikan Presiden. Kami hanya dapat masuk dari pintu tol berikutnya.

Akhirnya kami beristirahat di SPBU sebelum pintu tol Rembang-Bangil. Selanjutnya mobil digeber hingga lewat tol Gempol, Krian, Mojokerto dan Kertosono.

Oh ya kami hampir terlambat masuk tol Kertosono menuju Solo. Jam lima sore pintu tol ditutup karena lampu penerangan jalan terbatas. Jalannya juga belum sebagus tol yang sudah benar-benar jadi.

Akhirnya kami tiba juga di Surakarta. Hanya sedikit tempat makan yang buka. Kami salah pilih tempat makan di bakmi dan nasi goreng dengan tungku. Sudah sejaman makanan belum kami terima. Kami sudah lapar dan lelah. Rasanya menyesal memilih tempat makan ini. Tapi ya tak apa-apalah karena aku bisa menulis ini.

Oh ya aku belum dapat jawaban alasan para monyet berkeliaran di pinggir jalan keluar Baluran. Moga-moga bukan karena kelaparan. Memang monyetnya kebanyakan, apa tidak ada program keluarga berencana buat para monyet ya?

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 21, 2018.

5 Tanggapan to “Dalam Perjalanan Pulang, Monyet-monyet di Pinggir Jalan”

  1. Inikan suasana lebaran. Wajar dongg silaturrahim dengan pemudik😀

  2. Mungkin para monyet yang kemungkinan dari Baluran itu lagi pada pengin berada di lokasi baru karena pada jenuh, pengin refreshing 😁

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: