Stop Sebar Hoax, Sebarkan Berita Baik Lebih Kontributif

Hai Sobat, apa reaksimu jika membaca sebuah berita atau artikel yang bernada negatif dan kebenarannya dipertanyakan? Reaksi setiap orang berbeda terhadap berita yang menyesatkan yang lazim disebut hoax. Aku sendiri jika membaca kabar hoax akan merasa kesal, resah, dan terbesit rasa curiga. Oleh karenanya aku langsung cek ricek sebuah kabar yang kuduga hoax dan tidak ikut menyebarkannya. Lebih baik sebarkan berita baik atau kabar yang akurat karena hoax itu salah satu racun otak dan bisa menjadi sumber perpecahan bangsa.

Hoax ini rupanya lahir dari sisi negatif internet atau ketika sebuah teknologi disalahgunakan untuk kepentingan tertentu. Teknologi memang umumnya memiliki dua sisi, sisi yang sangat bermanfaat apabila digunakan untuk kebaikan dan sisi merugikan jika dieksploitasi dengan niat jahat. Hoax mulai hadir sejak empat tahun belakangan ini dan semakin ke sini semakin merajalela. Meningkatnya jumlah hoax ini sebenarnya ‘dibantu’ oleh penetrasi internet, smartphone dan media sosial, teknologi-teknologi yang sebenarnya sangat bermanfaat bagi kebaikan.

Penetrasi internet di Indonesia ini meningkat pesat dalam tiga tahun terakhir ini. Hal ini juga didukung kecepatan akses internet yang makin baik dan kepemilikan gadget, terutama smartphone. Saat ini masyarakat memang lebih suka mengakses internet dengan smartphone dan secara perlahan tapi pasti mulai mengalahkan gadget lainnya seperti laptop dan PC dekstop. Tinggal klik bisa buka situs, media sosial, dan beragam aplikasi.

Hadirnya beragam media sosial juga menjadi magnet dan daya tarik bagi masyarakat menggunakan internet. Tinggal klik bisa membagi berita ke media sosial, lalu menyebarkannya lagi ke grup percakapan. Dalam sekejab sebuah berita yang belum jelas kebenarannya bisa dibagikan kemana-mana dan ke banyak orang. Pengguna media sosial di Indonesia sudah berkisar 100 juta akun. Bisa dibayangkan apabila hoax dibagikan oleh satu persen akun media sosial saja. Dampaknya akan besar.

0p

Oh ya apa sih sebenarnya hoax itu? Hoax biasanya juga disebut fake news. Ia adalah kabar bohong yang dibuat sedemikian rupa sehingga nampak benar. Ada juga yang menyebutnya berita yang menghasut dan menyudutkan. Di dalam hoax di antaranya memang juga mengandung konten kebencian.

Dulu hoax lebih banyak digunakan untuk menyerang lawan politik. Dalam perkembangannya hoax merambah ke berbagai bidang seperti dalam hal makanan, info kesehatan, pengetahuan, sosial budaya, bencana alam, dan sebagainya. Diprediksi hoax akan semakin meningkat jelang pilkada serentak 27 Juni mendatang dan musim kampanye pemilu tahun depan.

Penyebaran hoax ini ada kaitannya dengan kebiasaan masyarakat Indonesia untuk berbagi. Apa saja ingin dibagikan tanpa disaring dulu. Semakin heboh sebuah berita maka akan semakin menjadi bahan pembicaraan di grup percakapan.

Hoax itu berbahaya karena bisa menyulut perpecahan.

Saat ini ada beragam situs dan aplikasi yang bisa mendeteksi apakah berita itu hoax atau memang berita yang benar. Sebenarnya kita juga bisa mendeteksinya dengan membaca judul dan isinya. Apakah judulnya terlalu bombastis dan mengada-ada? Apakah beritanya bikin kesal dan menebarkan energi negatif? Apakah isinya bikin kita marah dan curiga?

Hoax ini karena ada niatan negatif bisa digunakan untuk mengadu domba dan menyulut perpecahan. Oleh karenanya berpikirlah sebelum membagi berita tersebut, pikirkan dampak hoax tersebut bagi keutuhan bangsa.

Membuat dan menyebarkan hoax itu juga masuk ranah hukum. Ada UU ITE dan juga UU pidana yang siap menjerat pelaku hoax dan penyebar konten kebencian.

Menghentikan penyebaran hoax bisa dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Daripada digunakan untuk hal negatif, maka lebih baik internet digunakan untuk hal-hal yang bersifat produktif dan kontributif. Membaca dan menyebarkan berita hoax akan membantu menghambur-hamburkan energi negatif.

Sebarkan Berita Baik Lebih Kontribuktif
Indonesia adalah negara yang kaya akan perbedaan. Perbedaan itulah yang menjadi keunggulan bangsa Indonesia. Kemajemukan ini adalah sesuatu yang wajar. Bahkan seyogyanya warga Indonesia bangga akan perbedaan tersebut karena tidak setiap negara memilikinya.

Perbedaan dalam bangsa Indonesia di antaranya dari suku, budaya, bahasa, ras, dan agama. Kemajemukan itu membuat Indonesia berwarna dan semarak.

Sejak dulu bangsa Indonesia adalah bangsa yang penuh tepa selira. Saling menghormati, tidak memaksakan kehendak adalah nilai-nilai Pancasila yang diambil dari kebiasaan bangsa Indonesia. Oleh karenanya mari kita bantu Polri, mari bergandengan tangan untuk menjaga keutuhan NKRI dengan di antaranya saling menghargai, tidak mudah terpancing dengan hoax yang menyulut kebencian, dan membiasakan diri tidak memaksakan pendapat.

Daripada menyebarkan hoax, akan lebih baik jika menyebarkan kabar baik. Kabar baik akan memberikan aura positif dan mendorong orang-orang untuk optimis, kreatif, dan lebih berkontribusi bagi lingkungannya dan negerinya.

Berita baik akan membuat pembacanya terinsipirasi untuk lebih berbuat baik. Kabar-kabar baik akan membuat pembacanya bangga kepada negerinya. Wujud kebanggaan kepada negerinya salah satunya dengan lebih banyak berkontribusi, lebih produktif, dan turut aktif menjaga keutuhan NKRI.

Sumber gambar: pixabay, goodnewsfromindonesia

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 22, 2018.

2 Tanggapan to “Stop Sebar Hoax, Sebarkan Berita Baik Lebih Kontributif”

  1. Fitnah di mana mana. Yang ngaku beriman bahkan merasa paling beriman malah bisa jadi pembuat dan penyebar hoax. Syedih …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: