Aksi-aksi Kocak Menyelamatkan “Ant-Man and The Wasp”

Jauh sebelum Scott Lang (Paul Rudd) dan Hope Van Dyne (Evangeline Lily) berkolaborasi sebagai Ant-Man dan The Wasp, kedua orang tua Hope juga melakukan tindakan serupa. Dr. Hank Pym (Michael Douglas) dan Janet Van Dyne (Michelle Pfeiffer) sering menyelamatkan dunia dengan kostum superhero yang berteknologi tinggi. Namun, sebuah kejadian membuat Janet tertinggal saat ukuran tubuhnya mengecil. Ia pun tersesat di dunia kuantum subatomik. Keberadaannya belum diketahui apakah ia masih hidup atau sudah meninggal, hingga suatu ketika Scott Lang menerima pesan.

Scott Lang terkejut ketika pikirannya terhubung dengan Janet. Ia sendiri masih menjalani hukuman tahanan dalam rumah setelah ikut terlibat dalam peristiwa Civil War bersama kubu Captain America. Ia diharuskan tinggal dalam rumah. Putrinya, Cassie (Abby Ryder Fortson), setiap kurun waktu tertentu mengunjunginya.

Scott kemudian menyampaikan mimpinya itu kepada Hank Pym. Tak lama ia pun diculik oleh Hope untuk ikut ke laboratorium mobile bertemu ayahnya. Keduanya sedang menyiapkan teknologi terowongan kuantum untuk mencari tahu apakah Janet masih hidup. Namun untuk itu ada perangkat yang harus mereka miliki dan hanya dimiliki penjual teknologi black market, Sonny Burch (Walton Goggins). Ketika bertransaksi Hope hampir ditipu oleh Sonny. Ia pun kemudian menggunakan kostum The Wasp untuk mengambil perangkat tersebut. Namun ketika sukses mengambil, perangkat tersebut dicuri oleh seorang berkostum yang mampu menembus benda padat. Ghost atau Ava (Hannah John-Kamen), namanya. Ia kerepotan menghadapinya. Apakah Janet benar-benar masih hidup? Dan apakah duet Ant-Man dan The Wasp berhasil mengatasi Ghost?

Cerita Standar, Tertolong Aksi Kocak

Peringatan: Ada spoiller tapi kuupayakan seminim mungkin.

Film ini memiliki latar waktu setelah peristiwa Civil War. Jadinya, kejadiannya sebelum peristiwa Avengers: Infinity War. Ceritanya benar-benar terfokus pada Ant-Man. Tidak ada superhero lainnya, selain The Wasp. Meski demikian, filmnya tetap seru sih.

Sebenarnya ceritanya standar, tidak terlalu istimewa. Musuhnya, Ava alias Ghost tidak begitu menonjol dan mudah dilupakan. Ia menjadi jahat karena sempat dimanfaatkan sebagai senjata pembunuh. Kekuatannya didapatkan ketika ayahnya mengambil penelitian Hank dan gagal, sehingga ia terkena pancaran energi kuantum. Maka dari itu, sel tubuhnya menjadi tidak stabil dan ia mampu menembus benda padat. Namun, Ava sendiri sebenarnya merasa kesakitan dan ingin sembuh. Ia menganggap Janet bakal menjadi penyelamatnya, namun dengan cara yang tak benar.

Musuh lainnya yaitu pasukan gangster pimpinan Sonny juga sebenarnya penjahat biasa. Jadinya tidak ada musuh yang berkesan, standar saja.
Yang bikin menarik adalah aksi komedinya. Aksi komedi ini dari ulah Scott yang kostumnya terkadang gagal digunakan sesuai keinginannya, pasukan serangga, kawan-kawan Scott yang masuk dalam agen keamanan swasta, dan pasukan gangster pimpinan Sonny. Ada beberapa adegan yang sukses mengocok perut.

Oh ya melihat rumah dan mobil yang bisa dibesarkecilkan, aku malah jadi ingat Dragon Ball. Di serial Dragon Ball, Burma dan teknologi kapsulnya, juga dengan komik Jepang berjudul Bakeru Kun. Saat Ant-Man membesar jadi ingat Ultraman.

Lagu-lagunya juga tak terlalu signifikan, meski tetap asyik didengar. Yang terkesan dalam film ini selain komedinya adalah adegan after credit pertamanya. Adegan tersebut bisa jadi kunci dari cerita Avengers berikutnya.

“Ant and The Wasp: Menghibur oleh aksi komedinya, tapi ceritanya standar dan musuh kurang berkesan”

Detail Film:
Judul Film : Ant-Man and The Wasp
Sutradara : Peyton Reed
Pemeran : Paul Rudd, Evangeline Lilly, Michael Peña, Walton Goggins, Judy Greer, Hannah John-Kamen, Abby Ryder Fortson, Michelle Pfeiffer, Laurence Fishburne, Michael Douglas
Genre : Action, petualangan, superhero
Skor : 7,2/10
Gambar : Marvel/iMDB

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juli 5, 2018.

4 Tanggapan to “Aksi-aksi Kocak Menyelamatkan “Ant-Man and The Wasp””

  1. wah ini….
    belum sempat nonton.
    adakah clue kira2 kedua hero ini kena efek snap finger si Thanos gak?

  2. Tekhnologi pembuatan filmnya yang bikin angkat jempol .. kayak realistis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: