Kawasan Tempat Tinggalku Masih Punya Hutan Lho

Kawasan tempat tinggalku termasuk daerah yang jauh dari hiruk-pikuk Jakarta. Tempatnya bisa dibilang masuk pinggiran Jakarta. Meski demikian tempat ini tergolong kawasan hunian yang nyaman karena udaranya relatif masih segar dan banyak pepohonan. Yang bikin makin asyik, kawasan tempat tinggalku juga punya hutan. Hutan kota itu menjadi salah satu paru-paru di kawasan tempat tinggal kami.

Hutan kota itu dibuka untuk umum sekitar empat tahun belakangan ini. Respon masyarakat sekitar pun bagus. Mereka sangat antusias jalan-jalan atau olah raga pagi di sekitar hutan kota pada akhir pekan. Alhasil tiap akhir pekan, hutan kota ini ramai oleh pengunjung yang ingin menikmati hawa segar dan memanjakan mata mereka dengan pepohonan hijau.

Nama Hutan Kota itu adalah Hutan Kota Cijantung, mengikuti nama daerahnya. Nama awal hutan kota itu adalah Hutan Kalimantan. Aku tidak tahu kenapa dulunya bernama hutan Kalimantan, bisa jadi sebagian dari koleksi pepohonan di sini didatangkan dari Kalimantan. Oh ya sebelum dibuka untuk kalangan umum pada tiap akhir pekan hutan kota ini menjadi salah satu tempat latihan Kopassus. Memang sih hutan kota ini masuk dalam kompleks Kopassus, tempatnya juga tak jauh dengan Markas Komando Kopassus. Pengelolanya juga bagian dari Kopassus, maka dari itu dibukanya hanya Sabtu dan Minggu, pukul 07.00-22.00 WIB untuk hari Sabtu dan pukul 06.00-16.00 WIB untuk hari Minggu.


Cara Menuju Ke Hutan Kota Cijantung
Untuk menuju ke sini juga mudah, bisa naik bus Trans Jakarta dan turun di Halte Pasar Rebo, lalu lanjut dengan berjalan kaki atau mikrolet yang lewat jalan Raya Bogor kemudian turun di seberang Graha Cijantung. Tinggal jalan deh. Sedangkan jika naik kereta maka bisa turun di Stasiun Tanjung Barat kemudian naik mikrolet 19 arah Pasar Rebo, sedangkan kalau turun di Stasiun Universitas Indonesia, maka bisa lanjut mikrolet 112 tujuan Kampung Rambutan.

Paling enak ke sini saat hari masih pagi. Udaranya begitu segar di sini. Koleksi hutan kota yang luasannya mencapai 17.500 meter persegi ini cukup banyak, yaitu ada sekitar 2.500 pepohonan. Sambil berjalan atau berlari berkeliling hutan ini kita bisa belajar tentang beragam jenis pepohonan, dari bentuk, ukuran, juga morfologi dedaunannya. Karena sudah ada jalur dari bata blok, bangku untuk beristirahat maka pengunjung bisa nyaman berekreasi secara cuma-cuma di hutan kota ini. Di sini juga ada tenda penjual makanan, tempat sampah dengan bentuk lucu-lucu, dan wahana permainan untuk anak-anak.


Apa saja pepohonan yang ada di sini?
Oleh karena letaknya di tengah kota maka jenisnya adalah pepohonan tropis yang bisa membantu mengurangi tingkat pencemaran udara. Jenis pepohonan di sini adalah Angsana (Pterocarpus indicus), Bungur (Lager stromea speciosa), Ketapang (Terminalia catapa), Mahoni (Sweitania mahagoni), Jati, Asam Landi (Pitelobrium sp), Flamboyan (Delonix regia), Trembesi (Samanea saman), Kirai payung (Filicium defisien), Glondongan (Plyanthia sp), dan Tanjung (Mimomosops elengi). Satwanya adakah? Waktu saya ke sini sih yang sering saya jumpai adalah burung-burung dan serangga. Ada burung prenjak, kutilang, bondol , belalang, kupu-kupu kuning, dan kadal.

Hutan kota ini terpelihara dengan baik dan menjadi salah satu destinasi wisata cuma-cuma warga Cijantung dan sekitarnya. Alhasil fungsi hutan kota ini sebagai pelestari plasma nutfah, penyangga lingkungan fisik kritis perkotaan, paru-paru kota dan mengurangi polusi perkotaan, serta kawasan wisata alam dan edukatif pun tercapai. Hutan Kota Cijantung, wisata cuma-cuma dengan segudang manfaat.

Itu cerita hutanku, bagaimana dengan ceritamu?

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juli 6, 2018.

7 Tanggapan to “Kawasan Tempat Tinggalku Masih Punya Hutan Lho”

  1. Aku sering melewatinya
    ..

    Dulu, saat domisili di Jabodetabek

    Aku suka sekali kalau ditengah2 kota ada hutan kota. Seperti di BSD juga ada hutan kotanya..

  2. Asri hutan mininya,kak.
    Jakarta perlu diperbanyak area pepohonan seperti ini buat ngurangi panas dan polusi yang berlebih.

  3. baru tahu, mbak. aku biasanya lari di ui, nanti kapan-kapan bisa deh lari di sana 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: