Jembatan Menawan

Memotret jembatan? Kenapa tidak?! Menurutku desain-desain jembatan yang ditemui di berbagai ruas jalan di Indonesia itu sebagian besar menarik. Banyak juga kan yang menjadi tempat wisata?

Tak sedikit obyek wisata yang mengandalkan pesona jembatan. Jembatan menjadi pusat atraksi tempat wisata tersebut dan menjadi magnet wisatawan.

Jembatan-jembatan cantik itu di antaranya Jembatan Ampera yang gagah sekaligus memesona. Ia membentang di antara sungai Musi yang luas seperti lautan. Dari pagi hingga malam, terutama pada saat hari libur, ada saja wisatawan yang datang untuk berfoto di sekitar jembatan.

Jembatan lainnya yang menurutku juga indah adalah jembatan Kutai Kertanegara. Anggun. Sayangnya kisah jembatan itu pernah bernasib kelam ketika sempat ambruk.

Jembatan yang tak kalah populer adalah Jembatan Suramadu. Duh aku belum kesampaian ke sana. Jembatan Suramadu ini menghubungkan pulau Jawa dan pulau Madura.

Di tempat wisata lainnya jembatan juga banyak jadi pilihan untuk berpose. Di antaranya jembatan Pulau Tidung yang menghubungan Tidung Besar dan Tidung Kecil, juga jembatan di Pantai Balekambang menuju pulau kecil tempat sebuah pura.

Tak jauh dari tempat tinggalku, jembatan fly over Pasar Rebo juga menjadi kawasan favorit muda-mudi untuk kencan yang murah meriah. Aneh juga ya jalanan umum menjadi obyek perhentian. Di sini juga ada penjual minuman dan penjual buah. Kisah jembatan layang ini kemudian menjadi kisah-kisah malang karena beberapa kali terjadi penodongan. Oh ya Jembatan Layang Antasari juga tak kalah indahnya meski tidak lebar dan beberapa di antaranya sudut kelokannya agak tajam.

Jembatan-jembatan lainnya ditemui di ruas jalan dari Jawa Barat hingga ujung Jawa Timur juga sebagian di antaranya menarik untuk diabadikan. Desainnya beragam, ada yang kotak dan ada juga yang melengkung.

Bagiku jembatan itu cantik namun sekaligus memiliki sisi magis. Ia penghubung dua daerah, memiliki batas perairan dan daratan. Karena sifatnya tersebut maka ada mitos untuk berlaku santun berkendara pada saat melewatinya. Ada juga yang mengklakson atau mengucapkan salam ketika hendak melewatinya.

Di Malang ada jembatan goyang melintasi Sungai Brantas. Aku suka deg-degan jika melewatinya. Jembatan ini bisa dilalui oleh motor. Kakakku suka melewatinya karena dengan lewat jembatan ini ke kampus, Universitas Brawijaya, hanya berkisar limabelas menitan dari rumah. Di Sawarna aku juga menjumpai jembatan goyang ini. Jembatan bergoyang ini ada juga yang menyebutnya jembatan ayun atau jembatan gantung.

Melihat jembatan lengkung pada masa Romawi dulu aku suka merasa kagum. Bagaimana mereka membuatnya hingga kokoh dan bisa dilintasi kereta kuda. Jembatan modern tentunya mempertimbangkan bahan dan bobot kendaraan yang melintasinya, agar tidak ada lagi kejadian jembatan ambruk ketika sarat kendaraan.

Omong-omong aku penasaran dengan jembatan alami dari akar pohon. Kapan ya bisa mencobanya?

 

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juli 18, 2018.

2 Tanggapan to “Jembatan Menawan”

  1. Aku sih pengennya jembatan yang ada di kota london. megah banget soalnya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: