Sistem Pengawasan Kejadian Luar Biasa dengan “Media Social Analytic”

Ketika penyakit difteri banyak menelan korban pada beberapa waktu lalu hingga ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB), aku berpikir keras dan merenung. Kenapa kejadian tersebut seolah-olah terlambat ditangani sehingga korban yang berjatuhan banyak. Dengan kemajuan teknologi saat ini dan penetrasi internet yang semakin baik bukannya arus informasi lebih cepat disampaikan dan diterima. Ketika kawanku membahas tentang tren penggunaan media social analytic untuk keperluan bisnis dan politik, terpikir olehku kenapa tidak memanfaatkannya juga untuk keperluan bidang kesehatan dan deteksi dini kejadian luar biasa.

Kesehatan merupakan kebutuhan yang vital bagi manusia. Kesehatan seseorang bukan hanya dipengaruhi oleh faktor internal dari dalam dirinya, seperti daya kekebalan tubuh, istirahat yang cukup, dan makanan bergizi. Kesehatan juga dipengaruhi oleh faktor eksternal,  salah satunya faktor lingkungan. Apabila daerah lingkungannya terjangkit penyakit menular sehingga dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB), maka risiko seseorang ikut tertular dan mengalaminya akan besar.

Data kejadian luar biasa di Indonesia menunjukkan berbagai kejadian yang memprihatinkan. Pada tahun 2008, 105 penderita diare-kolera meninggal di Papua (Kompas, 2008). Pada tahun 2017 beberapa daerah juga dinyatakan KLB difteri (Media Indonesia, 2018). Apabila KLB tersebut segera ditangani maka korban akan terminimalisasi dan penanganannya akan lebih optimal. Begitu pula sebaliknya.

Dalam rencana pembangunan nasional jangka panjang 2005-2025, salah satu arahan pembangunan sumber daya manusia yaitu terwujudnya manusia Indonesia yang sehat, cerdas,produktif, dan masyarakat yang semakin sejahtera (Bappenas, 2005). Agar manusia sehat maka diperlukan lingkungan yang sehat dan bebas dari wabah penyakit menular. Penyakit menular yang menjadi prioritas pemberantasan pada 2005-2025 adalah diare, pneumonia, demam berdarah dengue, malaria, polio, kusta, tuberkulosis paru, HIV/AIDS, filaria, dan penyakit lainnya yang dapat dicegah dengan imunisasi (Bappenas, 2005). Penyakit tersebut diupayakan untuk diberantas agar tidak menjadi sebuah wabah dan menjadi sebuah kejadian luar biasa.

Wabah penyakit menular menurut Undang-undang No 4 Tahun 1984 adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat melebihi keadaan lazim pada waktu dan daerah tertentu sehingga menimbulkan malapetaka. Sedangkan kejadian luar biasa berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 949/Menkes/SK/VIII/2004 merupakan kejadian kesakitan dan atau meningkatnya suatu kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu kelompok penduduk dalam kurun waktutertentu. Wabah umumnya skala cakupannya lebih luas daripada KLB.

Saat ini penetapan apakah suatu daerah mengalami KLB atau tidak seringkali terlambat. Faktor-faktor keterlambatan di antaranya adalah laporan kejadian yang terlambat, pengumpulan data yang kurang akurat, dan proses identifikasi yang memakan waktu lama (KMPK UGM). Untuk itu perlu evaluasi metode surveillance epidemiologi penyakit potensi KLB yang ada saat ini

Impelementasi Teknologi Informasi dalam Sistem Surveilans Kejadian Luar Biasa
Sementara itu, implementasi teknologi informasi di Indonesia telah menyentuh berbagai aspek, termasuk di bidang kesehatan. Pada saat ini penggunaan TI di bidang kesehatan terus meningkat.

Saat ini masyarakat juga banyak mendapatkan informasi kesehatan dari teknologi informasi, termasuk dengan penggunaan teknologi mobile dan pemanfaatan media sosial. Masyarakat gemar membagikan informasi kesehatan lewat media sosial.

Pada saat ini Indonesia masuk sebagai pengguna media sosial yang tinggi. Berdasarkan penelitian “Essential Insights Into Internet, Social Media, Mobile, and E-Commerce Use Around The World” yang diterbitkan tanggal 30 Januari 2018, pengguna media sosial di Indonesia mencapai 130 juta pengguna dari 265,4 juta penduduk. Hal ini menunjukkan data dari lalu lintas percakapan di media sosial sangat besar dan bisa menjadi salah satu sumber pengambilan keputusan.

Analisa data media sosial telah digunakan dengan menggunakan big data, terutama untuk tujuan bisnis dan komersialisme, serta tujuan politik. Namun, media social analytic di Indonesia belum diterapkan di bidang kesehatan, terutama sebagai deteksi awal apakah suatu daerah berpotensi terjadi KLB atau tidak.

Namun untuk dapat memanfaatkan big data terutama erat kaitannya dengan media social analytic, baik dari Facebook, Twitter, maupun Instagram, maka perlu identifikasi hal-hal sebagai berikut.

Yang pertama adalah identifikasi faktor-faktor yang menjadi variabel sebuah daerah ditetapkan menjadi kejadian luar biasa. Berikutnya menentukan algoritma
untuk menyaring data percakapan di media sosial dengan menggunakan teknologi big data atau teknologi media social analytic lainnya agar data tersebut bisa menjadi informasi awal apakah sebuah daerah/kondisi ditetapkan sebagai KLB. Metode penyaringan ini sebaiknya mampu untuk membedakan informasi yang bersifat hoax dan benar. Lebih baik jika ditentukan kata kunci untuk menyaring data percakapan di media sosial agar data tersebut bisa menjadi informasi awal apakah sebuah daerah/kondisi ditetapkan sebagai KLB. Poin plus berupa informasi geospatial jika patut dilibatkan sehingga lokasinya bisa cepat ketahuan dan terindetifikasi.

Apabila teknologi ini diterapkan maka juga akan membantu dalam manajemen serta distribusi tenaga kesehatan dan obat-obatan yang diperlukan dalam rangka menanggulangi kejadian luar biasa.

Catatan: Penelitian ini sedang saya kerjakan. Saya berharap dapat bantuan dari pihak lain seperti Puspitek untuk membantu mempercepat penyelesaian penelitian kesehatan ini.

Sumber gambar: pixabay

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 10, 2018.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: