“The Nun” Tidak Begitu Buruk Meski Kualitas Semesta Conjuring Menurun

Kesuksesan Conjuring memberikan warna baru dalam dunia horor Hollywood. Hantu yang suka eksis dan aksi jump scare disertai bunyi yang memekakkan menjadi andalan menakut-nakuti dan mengagetkan penonton. Paket ini lagi-lagi juga digunakan dalam The Nun. Tentang apa sih film ini dan apakah sanggup bikin ngeri penonton?

The Nun bercerita tentang Valak di masa lalu, 20 tahun sebelum kejadian Conjuring, juga sebelum kejadian di Annabelle Creation dan Annabelle. Valak sendiri adalah hantu berwujud biarawati yang menakutkan. Ia membuat pasangan Warren kerepotan menangani kasus di Conjuring 2.

Kisah dimulai dengan seorang petani bernama Frenchie (Jonas Bloquet) yang terkejut menemukan seorang biarawati yang meninggal dengan posisi tergantung. Kabar itu kemudian menyebar ke desa dan sampai ke Vatikan. Akhirnya dikirimlah seorang pastor investigator, Father Burke (Demian Bichir) untuk menyelidiki kasus di biara tersebut. Apa yang membuat suster tersebut memutuskan melakukan tindakan yang terlarang dan apakah biara tersebut masih bisa dianggap tempat suci?

Ia kemudian meminta Irene (Taissa Farmiga) yang belum mengucapkan sumpah sebagai suster untuk membantunya menyelidiki kasus tersebut. Irene diketahui pada masa lalunya pernah bersinggungan dengan ruh-ruh halus dan kerap bermimpi dengan akhir yang sama.

Keduanya kemudian meminta tolong si petani bernama Frenchie untuk mengantar ke biara tersebut. Jalan menuju ke sana dianggap oleh penduduk desa sebagai tempat terkutuk. Ada makam dari korban-korban peperangan masa lalu. Lalu terlihat bangunan besar kuno, sebuah biara yang terkesan misterous.

Frenchie ketakutan ketika melihat mayat yang ditemukannya berbeda posisi dengan yang terakhir kali ia ketahui. Ada sejumlah keganjilan. Keduanya, pastor dan calon suster itu tak gentar. Namun, bahaya yang dihadapi mereka ternyata lebih besar dari yang mereka bayangkan.

Spoiler alert!
The Nun tidak seram. Kata beberapa teman. Komentar negatif juga bertaburan di media sosial. Namun ada juga yang mengaku merasa ketakutan. Terus mana nih yang benar? Filmnya seram atau datar?

Bagi yang sering menonton film-film horor baik yang disutradarai maupun diproduseri James Wan maka bisa jadi akan menganggap The Nun kurang seram dan ramuan horornya basi. Demikian sebaliknya. Tapi aku ngaku filmnya cukup seram dari aspek lainnya.

Hantu yang gemar eksis dan kombinasi jump scare dengan bunyi berisik ini memang dipopulerkan oleh horor ala James Wan. Kemudian paket ini banyak digunakan di film horor lainnya. Rumus ini juga digunakan di film horor Indonesia seperti dalam film Danur.

Alhasil ketika rumus ini semakin banyak digunakan, penonton lama-lama sudah bisa menebak kehadiran si hantu. Yang diperkirakan seram pun akhirnya malah menjadi datar.

Memang ada beberapa kelemahan dalam film The Nun selain penggunaan rumus tersebut yang lama-lama bikin bosan. Yang pertama adalah alurnya yang terasa lambat. Ada kesan filmnya seakan-akan dipanjangkan agar memenuhi 90 menitan, durasi standar film.

Berikutnya adalah narasinya yang kurang konsisten dan beberapa adegan terkesan dipaksakan. Seperti pengalaman Father Burke dengan anak kecil yang kerasukan hingga proses exorcisme-nya membuat ia terluka dan meninggal. Hantu anak kecil itu muncul lagi dan menerornya di biara. Menurutku hantu ini malah mengganggu. Cukup Valak (Bonnie Aarons) saja sebenarnya sudah seram. Lalu adegan Irene yang diserang di katakombe ketika ia bangun tidur dan penasaran dengan sosok Valak. Ia kemudian diserang Valak, kok bisa ia tiba-tiba di sana, apakah karena kekuatan jahat Valak?

Ada adegan dimana Frenchie mencari Irene di antara para suster yang sama-sama mengenakan seragam putih-putih. Ini mirip dengan sebuah adegan di Insidious 2 ketika ada banyak korban Black Bride yang ditutup sprei putih.

Omong-omong aku menonton The Nun berasa seperti ada adegan Danur. Kemampuan calon suster dan tokoh utama Danur, Risa, sama yakni bisa melihat hantu dan kadang-kadang susah membedakannya dengan sesuatu yang hidup karena terasa nyata.

Gambaran sosok Valak di The Nun dan Conjuring 2 juga berbeda. Dalam Conjuring 2 ia lebih banyak menakuti tapi tidak banyak menyentuh. Di The Nun ia brutal seperti monster. Bahkan ada anak buah hantunya yang bisa ditembak dengan senapan. Hantu atau monster ya?

Ketika ternyata ada bagian Valak yang masuk ke salah satu tubuh ketiga tokoh tersebut kenapa ia tidak sekejam dan sekuat seperti ketika dalam wujud hantu? Dan kenapa sosok yang dirasukinya masih bersikap seperti sosok biasa sebelum menyadari ada simbol salib terbalik. Apakah ruh Valak baru mengambil alih tubuhnya setelah simbol tersebut muncul?

Yup masih banyak tanda tanya di The Nun. Sosok asal mula Valak belum dikupas tuntas. Dengar-dengar bakal ada lagi kelanjutannya, antara The Nun 2 atau Conjuring 3. Wah enak juga ya bikin horor, modalnya sedikit untungnya berlipat-lipat.

Kisah dalam The Nun sebenarnya lebih mirip ke petualangan ala The Mummy daripada horor klasik. Ada trio yang mencari relik suci dan berupaya menutup gerbang kegelapan.

Sekarang bagian kelebihannya. Aku merasa The Nun tidak terlalu buruk. Bahkan aku memberi skor 7/10. Jauh lebih bagus daripada Annabelle yang pertama.

Aku suka atmosfernya yang mencekam. Biara itu awalnya adalah kastil Dracula kan? Ada simbol ular melingkar yang memakan ekornya sendiri. Valak sendiri adalah pimpinan ular. Bisa jadi kedua sosok itu berkaitan.

Dracula adalah sosok nyata. Ia memang tidak menghisap darah seperti vampir. Tapi ia pembunuh yang sangat kejam. Dalam perang salib ia membunuh perempuan dan anak-anak dengan brutal. Aku tak akan bercerita lengkap karena akan membuatmu seperti mimpi buruk.

Kisah kematiannya tidak jelas. Ada yang menduga ia melebur dan membuat perjanjian dengan kegelapan. Atau apakah Valak memiliki hubungan dengan Dracula itu? Entahlah.

Oleh karena aku memiliki beberapa buku tentang Dracula, aku suka akan penggambaran kastil yang kemudian jadi biara tersebut. Katakombe yang seperti labirin, makam berlonceng dan suasana berkabut memberikan kontribusi suasana yang mencekam.

Poin berikutnya menurutku bagian yang seram itu ketika calon suster itu baru menyadari bahwa seluruh suster yang ditemuinya hanyalah ruh. Suster kepala itu bisa jadi Valak yang menyaru atau ruhnya yang sudah dikontrol oleh Valak. Jadi selama ini si calon suster sendirian dalam biara, di tengah para hantu dan ruh. Ketika mengetahui ini aku jadi merasa ngeri.

Aku juga merasa salut bagaimana tim Conjuring universe mengaitkan film The Nun dengan Conjuring sehingga menjadi cerita yang berurutan. The Nun cocok jadi prekuel.

Seram atau tidaknya The Nun memiliki penilaian yang subyektif.

Detail Film:
Judul : The Nun
Sutradara : Corin Hardy
Pemeran : Demian Bichir, Taissa Farmiga, Jonas Bloquet, Bonnie Aarons
Genre : horor
Skor : 7/10
Gambar milik Warner Bros Pictures/IMDB

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada September 10, 2018.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: