Sambut Asian Para Games 2018, Kenalan Dulu dengan “Song of Victory”

Usai Asian Games 2018, yuk sambut even olah raga antar negara-negara se-Asia yang bernama Asian Para Games 2018. Even ini akan berlangsung 6-13 Oktober 2018. Denyutnya sudah terasa dengan telah dirilisnya lagu tema dan pawai obor di berbagai kota.

Diawali dari kota Surakarta pada peringatan hari olah raga nasional, 9 September 2018, pawai obor berlanjut ke Ternate, Makassar, Denpasar dan menyusul Pontianak pada 19 September. Selanjutnya pawai berlanjut ke Medan, Pangkal Pinang dan berakhir di Jakarta. Pawai obor ini mendapat sambutan hangat dari para masyarakat di tiap kota yang dikunjungi.

Sementara itu persiapan menyambut even ini juga dilakukan. Para sukarelawan sudah dipersiapkan, tak lupa dengan lagu temanya. Lagu tema yang dibawakan oleh Putri Ariani ini berjudul Song of Victory. Putri yang bersuara emas dan pandai memainkan piano mengalami kondisi retina of premature yang menyebabkan ia tidak bisa melihat.

Putri ditemani Armand Maulana, Vidi Aldiano, Once Mekel, Lesti Kejora, Maudy Ayunda, Regina Poetiray dan Zara Leola. Dalam versi awalnya, Putri ditemani Ariyo Wahab.

Ketika mendengarkan lagu ini kali pertama, aku langsung menyukainya. Lagu ini memiliki irama yang ear catchy. Iramanya riang dan bernada penuh semangat. Musiknya juga kaya musik etnik seperti seruling, suara tari kecak, dan gamelan. Ketika kujelajahi nama-nama di balik lagu itu ada nama veteran Denny Chasmala dan Didiet Saad yang dulu pentolan band Plastik. Lagunya diciptakan Ezra Lilipory, pengajar di Purwa Caraka Musik Studio.

Lagu ini memiliki lirik yang apik, menggugah semangat untuk berprestasi dan memberikan yang terbaik. Liriknya berbahasa Inggris. Liriknya sesuai dengan tema Asian Paragames 2018 yaitu The Inspiring Spirit and Energy of Asia.

Its time to get up on your feet
Join our hands together
Let’s make history

We are under the same sky
Looking up above showers with the love
Hope and faith are the anchor

throw your fears away
life is full of joy
Hold my hands all ya’people
Listen to the sounds song of victory

Live it up
Be the world inspiration
Show the beauty who you really are
Breaking down all the discrimination
Together we stand ’till the end

Hope and faith are the anchor
throw your fears away
life is full of joy

Hold my hands all ya’people
Listen to the sounds song of victory Live it up
Be the world inspiration
Show the beauty who you really are
Breaking down all the discrimination
Together we stand ’till the end

Oh ya Asian Para Games merupakan even olah raga yang diikuti oleh para atlet berdisabilitas. Ini merupakan even ketiga kalinya. Dari sisi semangat berlatih dan prestasi, mereka tak kalah dengan para atlet lainnya.

Waktu perjalanan mudik ke Malang, aku sempat menyaksikan latihan para atlet boccia di sebuah hotel di Surakarta. Mereka berlatih dengan tekun, bahkan saat malam hari pun mereka juga berlatih.

Boccia adalah olah raga dengan bola. Permainan ini dilakukan secara individu, berpasangan, dan beregu. Olah raga ini menggunakan strategi dan kemampuan presisi. Targetnya adalah mendekati sasaran bola putih, dengan melempar bola merah dan biru. Mereka berlatih dengan penuh percaya diri dan penuh kerja keras. Padahal saat itu masih masuk bulan puasa.

Even Asian Para Games 2018 akan bertempat di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Selain GBK, kompetisi olah raga juga diselenggarakan di berbagai venue lainnya seperti Balai Kartini, Velodrome, Ancol, dan JI Expo Kemayoran. Harga tiketnya belum diumumkan. Baru sebatas tiket pembukaannya yang tarifnya berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 2,5 juta di Gelora Bung Karno.

Dari Indonesia, paraatlet Para Games yang akan ikut serta di antaranya pelari Nanda Mei Sholihah, pebasket Kasep Ayatulloh,  perenang Jendi Pangabean, lifter Ni Nengah Widiasih, pesepeda Muhammad Fadli Imammudin, dan pemain tenis meja David Jacob .

Mereka akan ikut bertanding di berbagai cabang olah raga dari 18 cabang olah raga yang dipertandingkan dengan target 16 medali emas dan posisi 10 besar. Cabang olah raga yang dipertandingkan adalah bulu tangkis, wheel chair basket ball, para swimming, boccia, para weight lifting, tempin bowling,  tenis meja, panahan, para atletik,  catur, goal ball, wheel chair tennis, lawn ball, sitting volley ball, para shooting, wheel chair fencing, sepeda, dan judo.

Hingga saat ini sudah ada 42 negara yang telah siap bergabung di even olah raga ini. Mereka yang sudah siap bergabung berjumlah 2888 para atlet.

Setelah Kaka, Bhin Bhin, dan Atung, kali ini Momo yang menjadi maskot. Momo dari singkatan motivation dan mobility. Ia adalah elang bondol, hewan khas Jakarta yang telah terancam punah. Ia mengenakan sabuk khas Betawi yang melambangkan kepahlawanan.

Wah paruh musim 2018 ini menarik dan pesta olah raga. Dengan adanya dua even bergengsi ini, apakah Kalian juga tergerak untuk lebih aktif berolah raga dan raih prestasi?

Gambar dari akun instagram official @asianpg2018

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada September 17, 2018.

7 Tanggapan to “Sambut Asian Para Games 2018, Kenalan Dulu dengan “Song of Victory””

  1. bagusss banget kak, lanjutkan…

  2. Waw, Indonesia rame bnar dg 2 even olahraga thn ini ya. Sy thn ini bru mau ngikuti brta ttg ajang ini. Smg sukses acaranya. Indonesia Juara.

  3. Aih keren. Maskotnya juga keren. Semoga mengulang kesuksesan Asian Games kmrn ya

  4. Keren lagunya, meriah dan penuh semnagat. Semoga acaranya nanti berjalan sukses dan atlet-atlet bisa meraih targetnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: