Abimana Aryasatya, dari Serial Lupus Menjadi Gundala

Siapa sih yang tak kenal dengan Abimana Aryasatya? Sejak membintangi Belenggu kemudian terpilih memerankan tokoh Dono dalam Warkop DKI Reborn, karirnya di dunia akting makin melejit. Selain memiliki wajah tampan, pria berusia 37 tahun ini memang memiliki kualitas seni peran yang ciamik. Nah, kemarin (28/10), Joko Anwar, sutradara yang bakal melayarlebarkan serial komik Gundala Putra Petir, memperkenalkan Abimana Aryasatya sebagai pemeran si manusia kilat tersebut. Wah filmnya makin ditunggu nih.

Abimana Aryasatya sebenarnya bukan orang baru di dunia perfilman nasional, meskipun namanya baru sering terdengar usai memerankan Elang dalam film Belenggu. Nama awalnya adalah Robertino dan ia mulai aktif di kancah perfilman sejak tahun 1995 atau ketika usianya baru menginjak 14 tahun. Ia didapuk memerankan tokoh Nuno dalam Lupus yang ditayangkan oleh Indosiar hingga tahun 1999.

Karir berfilmnya di layar lebar dimulai dari film-film horor seperti Missing, 12.00 AM, Miracle “Menantang Maut” dan Malam Jumat Kliwon. Ia mulai menarik perhatian ketika tampil di Republik Twitter sebagai salah satu pemeran utama. Di dalam film ini ia juga mengisi salah satu soundtrack-nya, Gadis dalam Mimpi yang dibawakan oleh bandnya (Drona) berduet bersama Ario Bayu, sesama aktor.

Belenggu menjadi pembuka pintu ke kelas yang lebih tinggi. Aktingnya sebagai Elang mendapat banyak pujian. Ia mendapat empat nominasi sekaligus, yakni pemeran aktor terbaik FFI 2013, aktor terbaik dan aktor favorit di Indonesian Movie Awards 2013, dan aktor utama terbaik dalam Piala Maya 2013.

Film-film besar yang kemudian dibintanginya antara lain Laskar Pelangi 2: Edensor, Haji Backpacker, 2 (Alif Lam Mim),  99 Cahaya di langit Eropa dan Bulan Terbelah di Langit Amerika. Dalam film  Bulan Terbelah di Langit Eropa ia lagi-lagi mendapatkan nominasi Indonesian Box Office Movie Awards (IBOMA) untuk pemeran aktor terbaik. Ia kemudian terpilih menjadi tokoh Dono dalam Warkop DKI Reborn yang kembali membawanya sebagai nominator piala citra untuk pemeran utama pria terbaik. Di antara nominasi penghargaan tersebut, ia berhasil membawa pulang aktor terlaris Indonesian Box Office Movie Awards 2016 dan Pemeran Utama Pria Terbaik IBOMA 2017.

Abimana kemudian mencoba menjadi aktor dan produser dalam Petualangan Menangkap Petir. Tak disana petirnya masuk ke dirinya dan ia didapuk memerankan Sancaka alias Gundala.

Gundala disutradarai oleh Joko Anwar yang sukses dengan Pengabdi Setan remake. Selain Abimana, pemeran dalam film Gundala lainnya adalah Tara Basro sebagai Mulan atau Merpati. Juga ada pemeran ‘bapak’ dalam Pengabdi Setan yaitu Bront Palarae. Sebagai sosok Sancaka kecil dipilihlah Muzzaki.

Gundala Putra Petir merupakan serial komik superhero buatan asli Indonesia. Ia dikarang oleh Hasmi atau Harya Suryaminata. Komik ini lahir tahun 1962 dan populer hingga tahun 1980-an. Dulu aku punya komiknya, entah sekarang dimana.

Ada 23 judul komik Gundala Putra Petir yang diterbitkan hingga tahun 1982. Gundala juga punya kawan-kawan superhero seperti Pangeran Mlar dan Merpati. Konon Gundala terinspirasi dari sosok Ki Ageng Sela yang mampu menangkap petir.

Wah seperti apa ya sosok superhero Indonesia?

Gambar dari kapanlagi dan twitter @abimana_a

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 29, 2018.

8 Tanggapan to “Abimana Aryasatya, dari Serial Lupus Menjadi Gundala”

  1. Wah, hebat juga tu aktor ya. Saya jrang mlah liat dia tampil. Payah ni saya, gak update ttg perfilman negeri sendiri 😂

  2. Gak sabar mau liat filmnya, komiknya juga penasaran mau baca. Tapi sampai sekarang belum nemu 😅

  3. Gak sabar mau liat filmnya, komiknya juga penasaran mau baca. Tapi sampai sekarang belum nemu 😅

    • Kayaknya pernah lihat ada jualan buku-buku jadul online.
      Hiks sedih komik Gundalaku sudah nggak ada di rumah ortu di Malang.
      Gambarnya lumayan bagus, untuk masa itu sudah melampaui jamannya. Ada Pangeran Mlar dari planet lain juga.

  4. Hah??? Waktu jadi nuno itu masih 14 tahun???




    Kok tua banget ya? Xixixi
    Abimana. Pas berdarah” di the night comes for us aja keren ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: