The Nutcracker and The Four Realms: Semarak Tapi Hampa

Sejak trailer-nya muncul beberapa waktu lalu, aku sudah ingin menonton film The Nutcracker and The Four Realms. Apalagi aku suka banget lagunya yang merupakan hasil komposisi oleh Tchaikovsky. Namun sayangnya filmnya mengecewakan. Semarak, warna-warni indah visualisasinya memikat, tapi hampa. Setelah meninggalkan bioskop aku hanya teringat penampakan si tikus yang menggemaskan.

Cerita The Nutcracker sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Kisah yang diangkat dari cerita The Nutcracker and the Mouse King karya E. T. A. Hoffman yang kemudian diangkat menjadi sebuah pertunjukan balet ini telah beberapa kali diadaptasi ke layar lebar, baik dalam bentuk animasi, maupun live action. Ada yang sukses ada yang flop alias gagal total. Oh ya Barbie juga pernah menampilkan kisah ini.

Kisah The Nutcracker berintikan pada sosok anak perempuan, dengan boneka kayu berupa Nutcracker, para tikus, dan negeri dongeng warna-warni. Ada sihir dan pertunjukan balet. Nah, film The Nutcracker and The Four Realms ini merupakan adaptasi longgar dari kisah originalnya.

Dikisahkan ada sebuah keluarga yang baru ditinggal istrinya. Ada sang ayah, Benyamin Stahlbaum (Matthew Macfadyen) dan ketiga anaknya, Louise (Ellie Bamber), Clara (Mackenzie Foy), dan Fritz (Tom Sweet). Ketiganya mendapat hadiah peninggalan ibunya. Untuk Clara ada sebuah wadah berbentuk telur yang sayangnya kuncinya tidak ada. Clara kecewa karena begitu penasaran akan isi hadiah dari ibunya hingga ia enggan untuk hadir pada pesta perayaan natal yang diadakan ayah baptisnya, Drosselmeyer (Morgan Freeman).

Hadiah dari Drosselmeyer membuat Clara penasaran. Ia mengikuti petunjuk darinya dan mendapati dirinya sudah berada di tempat yang berbeda, bukan London.

Sayangnya ketika ia hendak mendapat kunci telur itu, ada tikus jail mencurinya. Si tikus itu membawanya ke realita ke empat, yakni dunia hiburan yang hancur. The Nutcracker alias Philip (Jayden Fowora-Knight) mencegahnya. Tapi ketika ia mengetahui nama Clara, ia menemaninya. Di sana keduanya ketakutan karena ulah Raja Tikus dan Mother Ginger raksasa (Helen Mirren). Philip membawa Clara ke istana dan ia disambut sebagai putri.

Rupanya ibunya adalah ratu kerajaan ini yang terdiri atas empat negeri, negeri bunga, negeri salju, negeri manisan, dan negeri hiburan. Mother Ginger dikabarkan mengancam ketiga negeri lainnya. Peri Sugar Plum, bupati negeri manisan (Keira Knightley) bercerita bahwa hanya kunci milik ibu Clara yang bisa berhasil menyelamatkan mereka. Mau tak mau Clara pun berniat kembali memasuki hutan terlarang tersebut. Berhasilkah ia?

Film ini dari segi visualisasi juara. Keempat alam itu begitu indah dan memiliki ciri khas. Desain kostum tiap karakter dan penampakan istana Rusianya begitu indah.

Dari segi cerita, ceritanya sederhana. Elemen-elemen dari cerita original coba dipertahankan, seperti beberapa nama tokohnya, pertunjukan tari baletnya, juga komposisi lagunya. Namun, ceritanya memiliki twist yang berbeda dengan cerita originalnya.

Mackenzie Foy yang namanya menanjak sejak tampil sebagai anak Bella di Twilight dan muncul di Interstellar semakin cantik. Ia kini sudah remaja. Aktingnya semakin terasah, namun masih kurang wah sebagai puteri. Sedangkan Keira Knightley tetaplah memukau. Ia cantik dan cerdik.

Meski penuh warna-warni ala kisah fantasi, namun film ini bernasib sama kayak film fantasiĀ Mirror Mirror-nya Julia Robert. Hampa. Penonton kurang bisa diajak bersimpati dengan sosok si puteri dan dunia tersebut. Kisah ibu Clara tidak banyak dijelaskan kenapa bisa hadir di negeri tersebut, apakah ia yang menjadi sosok utama dalam cerita original The Nutcracker?

“Film yang semarak dengan visualisasi yang memanjakan mata. Namun sayangnya ceritanya hampa. Yang tersisa di benak hanya tikus-tikus yang menggemaskan”.

Detail Film:
Judul Film: The Nutcracker and The Four Realms
Sutradara: Lasse Hallstrom dan Joe Johnston
Pemeran: Mackenzie Foy, Keira Knightley, Morgan Freeman, Helen Mirren, Matthew Macfadyen, Ellie Bamber, Tom Sweet, Jayden Fowora-Knight
Genre : Fantasi
Skor : 6/10
Gambar : iMDB/ Disney

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada November 2, 2018.

2 Tanggapan to “The Nutcracker and The Four Realms: Semarak Tapi Hampa”

  1. Semarak tp hampa?
    So, is it recommended to watch?

    Fantasy movie gitu ya…

    • Visual efeknya dan kostumnya bagus banget. Tapi ceritanya dangkal meski ada plot twist-nya. Setelah selesai ya begitu saja, kurang berkesan.
      Ceritanya disesuaikan dengan film keluarga kali ya, jadinya nanggung untuk dibuat “dark”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: