Klappertaart

“Puspa mau dibawakan apa dari sini?”, seorang rekan dari kantor cabang Manado menanyaiku lewat telepon. Bola mataku membesar. Eh serius nih Pak? Aku balik bertanya. Sebelum ia berkata iya, aku langsung menjawab. Klappertaart!

Aku dan Manado dari dulu tak asing. Kawan pamanku dulu berasal dari Manado. Ia suka membawakan bubur Tinutuan setiap kali datang. Bubur sayuran ini enak, gurih, dan segar. Di dalamnya ada bayam, jagung, labu merah, beras, dan ikan teri. Enak sekali.

Setelah tinutuan, aku berkenalan dengan kue panada yang seperti pastel dengan isian ikan tuna. Ada juga kue kenari yang keras tapi enak dicelupkan dengan teh atau kopi panas. Kemudian aku berkenalan dengan klappertaart. Sebuah cake lembut atau ada yang menyebutnya puding telur dengan isian kelapa muda dan kismis yang sedap. Jika disantap dingin rasanya seperti es krim. Enakkkk!

Rekanku dari Manado itu hampir dua kali lipat dari usiaku saat itu. Ia menghubungiku untuk mengambil klappertaart di hotel dekat kantor, tempat ia bermalam. Aku dan kawanku dengan suka cita menyambut klappertart. Wah ukurannya begitu besar. Satu loyang besar. Kami yang jam pulang kerja masih di kantor pun berpesta klappertaart hingga puas. Asyikkkk!!!

Aku memanggilnya kakek. Usianya dua kali lipat dari usiaku. Meski perbedaan usia kami sangat besar, ia partner kerjaku yang paling klop. Kami satu frekuensi. Sama-sama jail, suka animasi fantasi dan suka ide-ide kreatif. Ia juga berasal dari Manado. Berdua kami suka membeli tinutuan dan nasi kuning khas Manado. Ia kesal ketika tahu aku meminta dibawakan klappertaart.

Lain kali jangan pesan klappertaart ya Puspa? Kasihan yang bawa, pesannya.

Aku heran. Kenapa?

Ia bercerita bahwa membawa seloyang klappertaart di perjalanan itu merepotkan. Ia susah ditaruh di bagasi kabin. Karena seperti puding telur dan tidak awet maka pesannya harus mendadak dan dipegang dengan posisi mendatar selama perjalanan agar tidak tumpah dan rusak. Ooooh… aku jadi merasa bersalah. Duh kasihan.

Lebih mudah jika membawa yang model cup atau kotak-kotak kecil, lanjut ia. Iya ya aku juga tidak menyangka dibawakan seloyang besar.

Sebagai pengganti rasa bersalahku, aku mengajarkan materiku ke rekan kerja tersebut dengan baik. Tapi bapaknya lebih suka ngobrol dan bercanda daripada belajar. Nanti Puspa sama anakku saja ya. Anakku pilot, ucapnya dengan bangga. Waduh.

Eh ternyata klappertaart juga dijual di RM Manado. Salah satunya di RM Beautika di Jakarta. Kawanku dulu juga suka berburu klappertaart di Hannah’s Klappertaart yang merupakan istri dari komedian, Kasiko Warkop DKI.

Kawanku Juga Jualan Klappertaart
Rekan kerjaku, Sonia, lagi suka banget belajar membuat kue. Kue-kuenya semakin bagus dan enak. Ia jadi makin percaya diri untuk menjualnya.

Ia suka sekali membuat brownies, cake, donat, dan egg tart. Egg tartnya semakin bagus dan sudah pantas untuk dijual. Aku pernah memesannya untuk kusantap di rumah.

Kemampuannya membuat kue semakin meningkat. Saat ia berulang tahun beberapa waktu lalu ia membawakan klappertaart buatannya sendiri. Sedap!

Di dalamnya ada kelapa muda dan kismis. Puding telurnya lembut dan manisnya pas.

Eh ia membuka pesanan. Aku pesan empat cup klappertaart ah buat kumakan sendiri hehehe.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada November 4, 2018.

6 Tanggapan to “Klappertaart”

  1. Kue puding telur? Jauh bnget hrs dibawa dari Manado? Itu Kuliner khas sana ya?

  2. Di bogor sini ada juga yang jualan klapertaart di daerah taman kencana
    Wah yang beli banyak sekali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: