Kisah-Kisah Horor Lewat Iowa dan Scissors

Mendengar lagu Scissor ini kali pertama membuatku resah. Ketika membaca liriknya, aku bergidik. Seram. Tapi berikutnya, lagu ini masuk dalam daftar playlist-ku, bersama-sama dengan Iowa. Lagu ini kembali kuperdengarkan akhir-akhir ini, terutama saat peringatan Halloween kemarin. Mendengarkan lagu ini aku seolah-olah sedang menyimak film horor dan mendengarkan gumaman pembunuh berantai.

Film horor jenis slasher bukan favoritku. Menurutku film ini mengerikan, lebih seram levelnya daripada horor klasik, karena pelakunya adalah manusia dan ia melakukan hal yang tidak semestinya dilakukan oleh manusia. Para ikon horor slasher seperti Michael Myers-Halloween, Freddy Krueger – Nightmare on Elm Street, Jason dalam Friday The 13th, Ghost Face dalam Scream, dan sebagainya itu mengerikan. Tapi harus kuakui aku membaca juga cerita-cerita dan sempat menonton film mereka. Sampai sekarang aku tidak paham latar belakang yang membuat mereka seperti itu.

Berbeda dengan ikon horor, aku lumayan mengikuti kisah thriller pembunuh berantai. Yang populer di antaranya Se7en, Split, dan Hannibal lewat The Silence of The Lambs (1991) dan Hannibal (2001). Dokter brilian yang ternyata juga psikopat ini juga kemudian dibuatkan serialnya dengan judul Hannibal Lecter yang diperankan Mads Mikkelsen.

Ketika mendengarkan dan membaca bait awalnya aku merasa mual tapi kemudian setelah sering mendengarnya aku pun terbiasa. Pengalaman lebih ‘dahsyat’ kurasakan ketika aku mendengarkan lagu Iowa yang masuk dalam album kedua Slipknot berjudul sama. Lagu ini berdurasi lebih lama daripada Scissor yang berdurasi delapan menitan. Iowa memiliki panjang limabelas menitan. Cukup lama, tapi waktu itu tak berasa karena lagu ini punya cerita. Kalian akan digiring untuk mendengarkan cerita yang sungguh membuat merinding.

Agak sulit bercerita kenapa kemudian kedua lagu ini kemudian jadi dua lagu Slipknot favoritku, menemani lagu (Sic), Diluted, Sp*t it Out. Dibandingkan dengan lagu-lagu Slipknot lainnya yang bertemakan kemarahan, dua lagu ini lebih ke unsur kejiwaan. Tone-nya horor dan kelam seperti nuansa suram dan seram yang diciptakan oleh seorang psikopat ketika memikirkan kejahatannya.

Sambil mendengar lagu ini, aku membayangkan Hannibal Lecter sedang bergumam dan berbicara sendiri merencanakan kejahatannya. Sebuah niat yang buruk dan muncul dalam sebuah keheningan. Dua lagu Slipknot lainnya yang bertemakan horor psikothriller yakni Purity yang terinspirasi dari sebuah kejadian nyata juga Tattered & Torn. Namun menurutku yang paling epik, hening, menenangkan, tapi sekaligus menyeramkan adalah Iowa. Astaga, aku seperti berada seruangan dengan psikopat yang brilian seperti Hannibal dan kemudian mendengar ia menyampaikan niat-niatnya yang menyeramkan. Anehnya meskipun lagu ini temanya seram, namun iramanya menenangkan seolah-olah menentramkan Corey Taylor yang ‘menggila’ dan ‘kerasukan’ dengan nuansa horor yang ingin ia sampaikan.

Foto: Hannibal Series dari NBC/iMDB

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada November 13, 2018.

8 Tanggapan to “Kisah-Kisah Horor Lewat Iowa dan Scissors”

  1. Pemerannya biasanya mainin antagonis nih..

  2. woww seraaam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: