Masihkah Blog Jadi Wadah Berceritamu?

Menulis di blog itu bagiku sebuah hiburan tersendiri. Memang kadang-kadang ada beban karena aku berkomitmen untuk menambah konten setiap hari. Tapi ketika tugas harian ini terlaksana aku merasa lega. Apalagi ketika tulisanku hari itu berisikan hal-hal yang mengganjal pikiranku. Terkadang setiap orang perlu berbagi pendapat dan perasaannya, meskipun sekedar cerita di blog. 

Dengan adanya akses internet yang makin mudah dan cepat, membuka kesempatan untuk bertambahnya konten di ranah maya. Konten dari netizen, salah satunya. Mereka menambah konten maya dengan kicauan di twitter, foto dan gambar bergerak di instagram, video di youtube, dan tulisan-tulisan di blog.

Blog-blog baru saat ini terus bermunculan. Kehadiran blog baru ini menambah semarak dunia maya. Mungkin jumlah blog di seluruh dunia sudah mencapai puluhan atau malah ratusan juta. Blog tersebut berdasarkan isinya bisa dibedakan menjadi blog pribadi, blog ulasan, blog pengetahuan, dan blog yang sifatnya advertorial, serta blog kombinasi antara berbagai kategori tersebut.

Aku sendiri tidak berpijak pada satu kategori alias blog kombinasi. Sepuluh tahun lalu aku menjadikan blog ini sebagai media suka-suka, pengganti media tempatku bekerja dulu dengan isi yang bebas. Alhasil isinya sebagian adalah reportase, ulasan, dan opini dengan bahasa yang baku.

Ketika beberapa waktu lalu seolah-olah ada dikotomi antara bahasa jurnalistik dan bahasa blog, aku tidak ikut-ikutan berpihak karena aku merasa berdiri di dua sisi tersebut. Menurutku bahasa blog itu bebas, ia bisa meniru bahasa jurnalistik tapi juga bisa memilih menuliskannya dengan gaya bahasa sendiri. Dalam tulisan di media yang mirip dengan bahasa blog itu adalah kolom opini dan feature. Di sini penulis bisa bebas bercerita dengan menambahkan kesan-kesan dan opini pribadinya.

Isi paling umum dari sebuah blog adalah cerita yang sifatnya personal. Oleh karenanya dulu blog disebut juga diary online. Tentu saja tidak semua hal pribadi pantas dituliskan di blog. Tapi bukan berarti hal-hal sederhana yang sifatnya keseharian tidak layak masuk dalam sebuah blog.

Cerita tentang mengikuti ujian PNS, misalnya. Kalian bisa bercerita bagaimana susahnya membuat alasan ijin atau cuti kepada atasan. Atau bercerita bagaimana bisa tiba di lokasi ujian tepat waktu padahal hari saat itu macet parah dan hujan deras.

Aku sendiri masih suka bercerita lewat blog. Aku suka membahas kucing-kucingku atau hal-hal yang meresahkan. Ada tulisan yang jadi dokumentasi pribadi adapula yang menjadi sarana menyampaikan uneg-unegku. Biasanya setelah menulisnya aku merasa lega.

Sayangnya saat ini cerita-cerita personal ini makin berkurang di blog. Padahal itulah ciri pembeda blog dengan situs berita dan situs komersil. Tapi memang hak setiap pemilik blog untuk menentukan konten yang cocok bagi blognya.

Kalau Kalian suka bercerita tentang apa di blog?

Gambar dari pixabay

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada November 20, 2018.

8 Tanggapan to “Masihkah Blog Jadi Wadah Berceritamu?”

  1. Nice

  2. aku cerita apa saja
    kadang sok idealis, kadang ngga penting, kadang curhat, pokoknya gado2 deh

    sekarang demen blogwalking

  3. Blog itu tempat beristirahat rileks dari dunia nyata…saat menulis waktu seolah2 berhenti..Cuma masih kurang blogwalking..

  4. Gue salah satu penyumabng blog gapenting didunia wkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: