Ketika Melakukan Perjalanan Seorang Diri

Ke Bali sendirian? Aku mengangguk, merespon pertanyaan temanku semasa kuliah yang penasaran dengan kunjunganku ke Bali yang mendadak. Mungkin ia bakal makin penasaran apabila mengetahui aku ke Bali dari Jakarta dengan naik kereta api kemudian lanjut kapal laut.

Aku menyukai bepergian ke sebuah daerah. Menurutku bepergian baik untuk sebuah liburan maupun hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan itu menyenangkan. Masing-masing punya cerita tersendiri.

Kisah ke suatu daerah itu bisa dimulai sejak perjalanan itu sendiri, sejak memilih penginapan, memesan tiket, ketika naik kendaraan hingga ketika tiba di daerah tersebut. Aku mengumpulkan serpihan-serpihan cerita itu. Agar catatan itu lekat di benak sebagian kutulis, lainnya masih terekam dalam wujud foto-foto yang kudokumentasikan.

Dulu waktu masih lajang aku sering melakukan perjalanan seorang diri. Ketika sudah berpasangan, melakukan perjalanan solo menjadi sebuah tantangan, masuk zona tidak nyaman. Apalagi jika lokasi tujuanku cukup jauh. Melakukan perjalanan solo memberiku tantangan tersendiri, menguji adrenalin.

Perjalanan Solo Pertama ke Pulau Dewata
Bali menjadi perjalanan solo pertamaku setelah menikah. Saat itu ada sebuah konferensi TI dimana aku menjadi salah satu pemakalahnya. Sayangnya tiket pesawat saat itu sangat mahal. Ketika mengetahui kereta api sedang promo besar-besaran aku pun menimbang-nimbang melakukan perjalanan darat. Duit lebihnya bisa kugunakan untuk berwisata ke Kawah Ijen.

Perjalanan dengan kereta api tentunya lebih lama, perlu waktu sekitar 1,5 – 2 hari untuk tiba di pulau Bali dari Jakarta. Perjalanan dimulai dengan naik kereta api menuju Surabaya, dilanjut menuju ke Banyuwangi, dan kemudian menyeberang ke pulau Bali. Aku hanya beberapa jam di Bali kemudian kembali ke Banyuwangi untuk menikmati Kawah Ijen. Sebuah wisata singkat di pulau Dewata dan liburan berkesan di Kawah Ijen.

Meskipun liburanku hanya singkat dan lebih lama waktu perjalanannya, ada sekian banyak cerita yang kusimpan dan kuingat hingga sekarang. Aku mengingat perjalananku di kereta menuju Surabaya yang penuh gelak tawa berkat sebuah keluarga yang hobi mencandai petugas kereta dengan rajin meminta ini itu. Mengobrol seru dengan seorang Ibu di kereta menuju Banyuwangi dan bertemu kawan-kawan seru di kapal feri. Aku juga bertemu kawan-kawan baru di Banyuwangi.

Perjalanan solo membuka potensi diriku. Aku lebih mudah beradaptasi dan terbuka dengan orang-orang baru dan budaya baru. Aku juga mengenal hal-hal baru, membuatku juga terbuka akan spontanitas.

Perjalanan Menuju Sumbawa
Lagi-lagi aku melakukan perjalanan solo menuju Lombok untuk menghadiri konferensi lagi. Kali ini aku menggunakan pesawat terbang. Perjalanan ini jadi istimewa karena aku melanjutkan perjalanan hingga menuju Sumbawa Barat dengan kapal feri.

Perjalanan ini menyenangkan. Aku bertemu kawan semasa kuliah. Mengobrol banyak hal tentang dulu dan kini. Menikmati wisata di kawasan Mataram yang kurang populer dan menikmati makanan lokal yang sedap.

Menuju Sumbawa aku tertawa ketika melihat ayam juga masuk elfen, sebuah angkutan umun menuju pelabuhan. Di kapal feri aku terhibur dengan para penjual makanan dan hiburan dari pengamen.

Aku menginap di rumah nelayan. Aku seolah bertamu di saudaraku. Mereka ramah dan terbuka. Aku senang diajak mereka naik kapal menuju sebuah pulau Kenawa yang hijau. Panorama alam di sini luar biasa. Kami saling bertukar cerita dan ketika aku berpisah , aku seperti mendapatkan saudara baru.

Baru secuil dari pulau Sumbawa yang kunikmati keindahannya. Keelokan panoramanya membuatku ingin kembali.

Aku Berjalan Sendirian Menyusuri Hong Kong
Tahun ini aku mendapat kesempatan liburan ke Macao. Oleh karena Macao dan Hongkong dekat aku pun memilih untuk menyeberang.

Sebenarnya perjalanan ke Hong Kong tidak murni perjalanan solo. Aku bersama kawanku dan kemudian kami berpisah. Aku menyusuri Hong Kong dengan MRT mencari titipan pasangan berupa miniatur pesawat. Lokasinya begitu jauh, dari stasiun MRT kulanjutkan dengan berjalan kaki.

Kembalinya aku menggunakan bus tingkat. Wah aku salah turun. Aku kemudian harus berjalan sekitar tiga kilometeran menuju penginapan. Wah saat itu Hong Kong cukup dingin dan aku sendirian. Saat itu aku merasa begitu kecil, seperti molekul dalam sebuah tubuh manusia.

Aku diam di sebuah tempat dan memandangi sekelilingiku. Sudah malam dan Hong Kong masih ramai. Ah aku merasa jadi bagian dunia.

Aku tetap menyukai perjalanan berdua dan beramai-ramai. Namun perjalanan solo benar-benar memberiku sejuta pengalaman. Jika pada saat berdua atau beramai-ramai aku diajarkan untuk bertoleransi dan tidak egois, pada saat perjalanan solo aku diajarkan untuk bertahan hidup.

Masih sedikit wawasan dan peningkatan kepribadian yang kuterima saat melakukan perjalanan. Oleh karenanya aku berharap suatu saat bisa melakukan perjalanan lagi, baik solo maupun beramai-ramai.

Jenius Bikin Perjalanan Makin Nyaman
Aku baru bergabung dengan Jenius. Aku masih mengeksplorasi fitur-fitur yang disediakan oleh Jenius. Saat ini fitur dan promo yang telah memberiku banyak manfaat yakni gratis top up Jenius dan gratis melakukan transfer. Aku juga terbantu dengan fitur Dream Saver yang membuatku termotivasi untuk mencapai mimpiku dengan rajin dan displin menabung. Liburan impianku salah satunya menuju Ambon. Kuharap tahun depan aku bisa ke sana, sendirian, berdua, ataupun beramai-ramai. Dream Saver ini membantuku bermimpi dan berani mewujudkannya.

Baru genap sebulan aku bergabung dengan Jenius. Aku ingin mencoba berbagai promo dan fiturnya. Ada banyak promo seperti membeli pulsa, melakukan pembayaran transportasi daring, promo mengisi bensin, dan membayar penginapan yang semuanya bermanfaat ketika melakukan sebuah perjalanan.

Wah tak sabar menunggu liburan akhir tahun dan #jalan2jenius

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 1, 2018.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: