Oshin, Laura dan Pekerjaan Rumah Tangga

Pekerjaan rumah tangga mana yang Kamu sukai? Hemmm memasak sedikit suka sih, memberi makan kucing juga bolehlah. Yang paling tak kusuka adalah mencuci karpet dan menyetrika, terutama kemeja warna putih.

Ketika membaca Laura di Little House on The Prairie dan juga menonton Oshin aku jadi malu jika masih suka bermalas-malasan. Kedua kisah tersebut berlatar keluarga yang kurang berada dan mereka bekerja keras sepanjang hari dan setiap hari demi mendapatkan makanan yang cukup.

Laura memiliki pekerjaan rumahan rutin dan harian. Pekerjaan rumahan dari menyapu, mengumpulkan telur, memerah susu, memasak dan bertanam. Ada juga hari membuat kue, mencuci baju, menyetrika, membuat lilin, membuat keju dan mentega, dan sebagainya. Menjadi anak petani dan kemudian menjadi istri petani sangatlah berat di kisah tersebut.

Sementara Oshin dikisahkan menjadi asisten rumah tangga sejak kecil agar keluarganya tak kekurangan makan. Ia pagi-pagi sudah memasak nasi. Selanjutnya merawat bayi dan menggendongnya kesana kemari. Lalu ia mencuci pakaian dan masih banyak lagi. Untuk ukuran anak seusianya ia sangat giat dan sebenarnya bekerja terlalu keras.

Kenapa tidak suka setrika? Menyetrika itu membosankan, panas dan harus berhati-hati agar lipatan rapi dan baju benar-benar bebas kusut. Aku mungkin pernah bercerita tentang ibu kawanku yang dulu bekerja menjadi buruh setrika. Ia menyetrika dengan setrika arang. Ketika melihatnya aku jadi bersyukur. Ia menyetrika dengan sabar. Apabila kurang panas maka setrika berat itu dibukanya dan dikipasinya. Jika sudah terlalu panas maka setrika pun dibuka sejenak.

Pekerjaan rumah tangga membosankan dan berat. Oleh karenanya aku salut pada para Ibu yang dengan ikhlas mengerjakan pekerjaannya tanpa mengeluh. Aku sendiri melakukan pekerjaan tersebut sambil tetap bekerja kantoran meskipun tidak selalu tiap hari melakukannya. Aku belum pernah menggunakan jasa ART dan kupikir aku masih sanggup melakukannya sendiri.

Aku juga menyapu, memasak, mengepel, mencuci baju dan menyetrika seperti perempuan lainnya apabila di rumah. Aku lebih sering mencuci dengan tangan daripada dengan mesin cuci kecuali untuk jaket dan selimut.

Jika dibandingkan dengan pekerjaan kantoran menurutku lebih melelahkan pekerjaan rumah tangga karena melibatkan fisik. Pekerjaan rumah tangga juga nampak membosankan karena bersifat rutinitas. Tapi tak apa-apalah toh pekerjaan rumah tangga yang menikmatinya aku juga. Rumah dan pakaian bersih akan membuatku merasa nyaman.

Gambar dari pixabay

~ oleh dewipuspasari pada Desember 10, 2018.

7 Tanggapan to “Oshin, Laura dan Pekerjaan Rumah Tangga”

  1. Wah mbak keren bisa kerja sambil ngurus rumah. Aku full time ngurus rumah, tapi masih susah bikin rumah rapi. Apalagi kalo ada bayi, trus ada anak yg hobi berantakin rumah hehe.

    Dgn tetap bersyukur punya anak yg mau dan berani berantakin rumah šŸ˜€

    • Keluarga di Malang sejak dulu tidak ada ART, jadinya semuanya dikerjakan oleh Ibu dan anak-anaknya. Dulu aku kagum dengan salah satu adik Ibu. Ia bekerja juga telaten mengurus rumah. Tante dulu juga PNS dan ibu rumah tangga, jadi ia bangun pagi banget untuk memasak,mencuci, dan mengepel, baru kemudian berangkat ke kantor. Sayangnya aku belum bisa seperti dia. Kalau sudah tak sanggup memasak, ya sekali-sekali beli di luar hehehe. Banyak dari teman kantor yang juga sama, tetap melakukan pekerjaan rumah tangga dan giat bekerja. Tapi ketika ada bayi maka mereka kalau tidak menitipkan ke penitipan bayi maka menyewa baby sitter/ART untuk menjaga anaknya. Kalau sudah punya bayi memang susah punya rumah rapi. Di rumah juga suka berantakan gara-gara kucing hahaha.

      • Emang hebat bgt org yg punya energi sebesar itu. Mbak juga kayaknya udah biasa bareng keluarga ngurus rumah, ya?

        Anak+kucing=tunggu tidur dulu baru bisa rapi rumah ya, hehe…

        • Iya mbak, dibiasakan sama Ibu sejak balita. Dulu masih balita sudah dapat tugas menyapu halaman rumah, menyiram tanaman, dan menyikat sepatu ayah dan kakak hahaha.
          Plusnya sekarang terbiasa melakukan apa-apa tanpa ART.

          • Iya, karena aku dulu malah gak dibiasain begini, berasa susahnya pas jadi ibu-ibu. Akhirnya, aku praktekin ini ke anakku.

            Kyk mbak, anakku jg kubiasain dri balita buat tanggung jawab soal RT

          • Kalau lihat anak balita bantu-bantu pekerjaan rumah tangga memang kadang-kadang tidak tega, tapi waktu dewasa terasa manfaatnya. Tapi pekerjaan RT-nya yang ringan saja hehehe.

          • Iya kasian jg kalo disuruh benerin genteng haha.

            Makasih ya udah mau berbagi, mbak šŸ„°

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: