Ketika Ralph Bersenang-senang di Dunia Maya

Setelah bersenang-senang dengan petualangan seru di kisah Wreck it Ralph, penggemar Ralph dan Disney berharap ada kelanjutan dari tokoh tersebut. Ya harapan itu terkabul, Ralph pun hadir di layar bioskop bersama sahabatnya Vanellope kembali melakukan aksi gila-gilaan.

Setelah sempat kesal karena selalu mendapat antagonis di permainan “Fix it Felix”, Ralph kemudian merasa hidupnya berbalik ketika ia berteman dengan Vanellope von Schweetz dan menyadari perannya sebagai karakter jahat di permainan tersebut adalah pekerjaannya. Di kehidupan sehari-hari ia bisa berteman dengan Felix dan karakter gim lainnya. Kehidupan Ralph dan Vanellpone baik-baik saja hingga Ralph berinisiatif membuat rute bonus agar sahabatnya itu tak bosan melakukan aksi balap sebagai pekerjaannya.

Aksinya tersebut membuat dua perempuan yang memainkan gim tersebut bingung hingga mematahkan perangkat kendalinya. Gim “Sugar Rush” itu sudah lama dan obsolete. Penggantinya langka dan mahal. Ada sebuah di eBay dan harganya cukup mahal. Pemilik pusat gim, Litwak, memutuskan mematikan gim “Sugar Rush”. Vanellope dan kawan-kawannya pun terancam menjadi pengangguran.

Ikut sedih melihat nasib Vanellope, Ralph berniat menuju internet mencari perangkat tersebut. Ralph dan Vanellope pun memasuki ranah maya dengan perangkat WiFI yang baru dipasang oleh Litwalk.

Mereka bertemu dengan KnowsMore yang memberitahukan lokasi eBay. Karena belum pernah membeli di eBay maka mereka malah menaikkan harga gila-gilaan. Alhasil perangkat tersebut harus mereka tebus dengan harga sangat tinggi. Mereka tak punya uang dan harus membayar dalam waktu 24 jam.

Putus asa keduanya pun mendatangi JP Spamley. Ia memberikan pekerjaan mencuri mobil milik Shank dalam gim
“Slaughter Race”. Hampir saja mereka berhasil. Shank tertarik dengan kemampuan mengemudi Vanellope, ia pun membantu keduanya menghubungi Yesss, sahabatnya yang ahli pemrograman. Mereka bisa membuat konten viral yang dapat di-monetize.

Demi duit, Ralph mau melakukan berbagai video konyol. Apakah mereka berhasil mengumpulkan sejumlah besar dana dalam waktu 24 jam?

Filmnya tetap menarik
Aku suka film Ralph yang pertama (ulasan di sini). Filmnya segar dan membuatku tertawa terbahak-bahak. Film yang kedua ini juga kocak, ada banyak tokoh kartun dan gim yang muncul, menambah semarak suasana.

Dikisahkan Vanellope berjumpa dengan putri Disney. Ia berjumpa dengan Moana, Elsa dan Anna, Snow White, Cinderela, Mulan, Pocahontas, Yasmin, Aurora, dan Merida dari film Brave. Merida digambarkan memiliki bahasa yang susah dimengerti. Para putri berbisik bahwa sebenarnya dia bukan putri Disney karena berasal dari studio animasi yang berbeda. Hahaha.

Selain putri Disney, tokoh gim dan pop culture di antaranya C-3PO, Dumbo, Sonic, Buzz Lightyear, Baymax, Chun Li, Pac Man, Iron Man, dan masih banyak lagi.

Film ini memiliki pesan tentang persahabatan. Menjadi sahabat bukan berarti selalu bersama dan memiliki impian sama. Ralph takut kehilangan sahabat pertamanya, Vanellope. Sedangkan Vanellope lebih nyaman berada di dunia maya daripada pekerjaan lamanya.

Yang bikin menarik tentang film ini adalah info menarik tentang dunia maya. Gambaran tentang spam, pop up advertisement, juga virus digambarkan dengan menarik. Ada juga gambaran berbagai web dan aplikasi populer seperti Twitter, eBay, dan mesin pencari populer.

Dalam film ini juga ada sindiran cara mencari duit dengan video viral. Yang paling cepat viral biasanya video lucu seperti anak-anak dan kucing, juga video aneh. Namun tak luput video viral tersebut dari komentar yang negatif dan bisa membuat depresi. Gambaran dark web juga ditampilkan di sini. Ibaratnya, sambil menonton kita bisa mendapat ilmu tentang internet baik plus maupun minusnya.

Kisah Ralph di film sekuelnya ini tetap menarik disimak. Film ini bakal berkompetisi dengan film animasi lainnya mendapatkan piala Golden Globe 2019.

Detail Film
Judul: Ralph Breaks The Internet
Sutradara: Rich Moore dan Phil Johnston
Pengisi Suara: John C. Reilly, Sarah Silverman, Gal Gadot, Alan Tudyk, Jane Lynch, dan Ed O’Neill
Genre: Animasi, petualangan, komedi
Skor:8/10
Gambar:iMDB/Disney

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 23, 2018.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: