Eksplorasi Potensi Diri

Sebuah hobi apabila ditekuni dengan serius bisa jadi ladang rejeki. Kakakku sejak dulu pandai melukis dan membuat kerajinan seni. Ketika ia akhirnya resign dari pekerjaannya, ia mencoba menekuni hobinya dan rupanya mendatangkan hasil. Kawan kantorku mencoba bereksperimen dengan membuat kudapan manis. Rupanya banyak yang tertarik dan laris.Β 

Kadang-kadang kita tidak tahu potensi diri kalau tidak pernah mencobanya. Aku dulu pernah tidak menyukai kegiatan menulis karena terlalu banyak kekangan. Ketika sebuah karanganku mendapat nilai sembilan saat SMA aku terdiam. Aku kemudian mendapat kesempatan mengisi buku kenangan alumni dan mengikuti lomba tingkat nasional. Sejak itu aku merasa aku bisa mencobai bidang menulis dan kemudian mencoba menjadi wartawan.

Kemampuan menulis tak hanya diperlukan saat menjadi kuli tinta. Ketika membuat karya ilmiah, membuat laporan pekerjaan dan sebagainya, kemampuan ini tetap diperlukan. Aku saat ini merasa kemampuan menulis makalah dan jurnal mulai menurun, perlahan-lahan aku kembali mempelajarinya dengan langsung mencobanya.

Dari dunia blogging aku mendapat beberapa keuntungan. Aku mendapat beberapa pekerjaan menulis ulasan produk atau memenangkan lomba mengarang. Dari potensi diri yang dulu kuabaikan kini kutemukan hasilnya.

Kawan kantorku, Sonia, namanya. Awalnya ia membawa kue hasil belajar membuat kue secara ototidak. Awal-awalnya tak selalu berhasil baik. Tapi semakin kesini hasil kuenya semakin cantik dan rapi. Takarannya juga semakin pas. Ia kini percaya diri untuk menjual hasil buatannya.

Ia berjualan klappetart, membuat muffin untuk memeriahkan ulang tahun atasan, dan berjualan cake spons. Ia kemudian belajar membuat cake jeruk, puding, dan kue-kue lainnya. Ia semakin trampil membuat kue dan makin percaya diri menawarkan kue-kuenya.

Potensi diri seseorang berbeda-beda. Ada kawanku yang pandai menghibur orang, ada yang trampil menawarkan diri, ada juga yang cakap melakukan presentasi. Ada pula yang berbakat mengemudi, pandai melacak dan melakukan navigasi, atau berpotensi berakting. Potensi diri setiap orang beragam. Kadang-kadang ia tak mengetahuinya hingga waktu itu tiba.

Apa potensi dirimu? Cobalah eksplorasi dan beranikan diri untuk menggalinya. Siapa tahu akan menjadi sumber penghasilan baru.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 30, 2018.

9 Tanggapan to “Eksplorasi Potensi Diri”

  1. kadang malah bingung sama potensi diri sendiri, pada akhirnya adalah konsisten, kalau udah nemu potensi diri, gak malas untuk terus berkarya ya..

    • Kadang-kadang potensi diri sering tak disadari pemiliknya, melainkan oleh orang sekeliling atau malah orang ga tak dikenal. Setuju mba Ristin tetap konsisten dengan usahanya, siapa tahu itu potensinya.

  2. Ya, btul skli. Tiap org punya potensi diri masing2, yg kadang unik. Dlm bhs saya, tiap2 orang diberi talenta masing2, ada yg bnyak ad yg sedikit. Pd akhirnya nnti, bkn mslh bnyak atau sedikitnya talenta yg diberi Tuhan, tp sbrp banyak kita mempertanggungjawabkan talenta yg kita terima.

    Salut dech dg Mbak Dewi dg talenta menulisnya. Entahlah, sy sllu punya penilaian plus trhdap org yg suka dan mmpu nulis. Nilai sy sllu lebih trhdap org yg suka nulis dibanding dg mreka yg abai terhadapnya.

    • Iya ya setiap talenta perlu tanggung jawab. Kadang-kadang orang menyepelekan potensi dirinya misalnya ia pandai mempengaruhi orang atau pandai berjualan meskipun nilai akademisnya tidak tinggi. Sebaiknya ia fokus di kelebihan dirinya,tidak harus menuruti ukuran kriteria sukses/pandai seperti yang berlaku umum.

  3. Potensi diriku hobi makan n jalan2..πŸ˜„πŸ˜„πŸ‘πŸ‘Œ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: