10 Film Indonesia Terbaik 2018

Sama seperti pada tahun sebelumnya aku membuat daftar film favorit. Hari terakhir tahun 2018 ini bahas tentang film Indonesia. Adakah film favoritmu yang sama sepertiku, yuk disimak dulu.

Tahun ini film Indonesia yang kutonton tidak sebanyak dua tahun lalu. Selain masalah tiket nonton bioskop yang makin mahal, aku juga mulai sulit mengatur waktu. Kadang-kadang akhir pekan aku hanya membersihkan rumah atau malah membayar utang tidur. Hehehe jadi curcol.

Yuk mulai daftarnya. Oh ya daftarnya random jadi yang pertama bukan pertama yang terburuk dan sebaliknya.

Sekala Niskala (7.8/10)
Merinding dan misterius itu kesan yang kutangkap ketika menyaksikan film ini. Padahal film ini merupakan film drama dan bukan bergenre horor.

Sekala Niskala bercerita tentang dua anak kembar, Tantri dan Tantra. Suatu ketika Tantra sakit usai menyantap telur sesajen yang dimasak Tantri. Tantra merasa sedih ketika saudara kembarnya semakin lemah.

Ceritanya banyak menggunakan simbol dan lekat dengan kultur masyarakat Bali. Ada penampakan anak-anak misterius. Adegan-adegan yang hening memiliki sarat makna. Ulasan lengkap di sini.

Aruna dan Lidahnya (8/10)

Film Aruna dan Lidahnya memiliki jajarab pemain yang solid. Hannah Al Rashid, Dian Sastro, Oka Antara, dan Nicholas Saputra memiliki chemistry seperti sahabat lama. Dialognya natural seperti ketika bertemu dengan kawan-kawan lama.

Poin lebih dari Aruna adalah dialognya yang banyak menyitir hal-hal yang ada saat ini. Bagi yang merantau, sitiran Hannah mengena, kita merasa kangen rumah ketika jauh dari rumah.

Nicholas di sini tampil menyenangkan sebagai sahabat. Ia jadi usil dan seperti lepas dari karakter Rangga yang misterius. Serunya lagi di film ini ia jadi koki yang tahu banget masalah makanan.

Ya, Aruna dan Lidahnya tak sekedar film tentang makanan. Ulasan lengkapnya simak di sini.

Si Doel The Movie (7.8/10)
Terharu. Film Si Doel The Movie mengisahkan kehidupan Doel yang tidak seperti harapan babehnya. Ia belum masuk ukuran sukses karena hanya pekerja serabutan membenahi mesin. Istrinya, Sarah, meninggalkannya. Ia kini menikah siri dengan Zainab. Sementara ibunya sakit keras.

Nasib Doel berubah ketika mendapat pekerjaan membawakan kiriman kostum Betawi untuk sobat lamanya, Hans. Rupanya Sarah yang mengatur semuanya untuk mempertemukan Doel dengan seseorang. Doel makin dilanda dilema.

Mandra dalam film ini berhasil mencairkan suasana. Celetukannya yang spontan dan apa adanya membuat si Doel The Movie tak membosankan. Ulasannya di sini.

Dilan 1990 (7.5/10)
Dilan mewakili genre drama percintaan remaja. Yang bikin film ini laris selain karena novelnya yang diminati, juga dikarenakan Iqbaal yang sukses memerankan Dilan.

 

Karakter Dilan memang menjadi kunci keunikah film ini. Ia perayu andal dengan kata-kata gombalnya yang kocak. Sedangkan sosok Mileanya di sini cenderung pasif, masih lebih hidup di novelnya.

Ada tiga buku tentang Dilan. Tahun 2019 direncanakan tampil sekuelnya. Simak ulasan di sini.

Wiro Sableng 212: Pendekar Kapak Maut Naga Geni (8/10)
Tokoh pendekar komik difilmkan seperti apa ya? Wiro Sableng pernah dibuatkan film serial televisinya. Tapi yang ini istimewa karena pemerannya anaknya langsung dari pembuat komiknya.

Filmnya mengisahkan awal mula lahirnya pendekar yang bernama Wiro Sableng. Ia awalnya hanya berniat membalas dendam kematian orang tuanya. Tapi kemudian ada yang lebih penting dari itu.

Filmnta tak sewah bayanganku. Tapi lumayanlah meskipun di separuh film aku hampir tertidur. Ulasan di sini.

Suzzanna: Bernapas dalam Kubur (7.7/10)
Suzzanna kembali tampil dalam layar lebar dengan diperankan Luna Maya. Adanya nama Suzzanna membuat jadi ambigu seperti filn Warkop DKI reborn. Sebenarnya yang didaur ulang itu filmnya atau Suzzanna/Warkop DKI-nya? Apabila tokohnya maka jadinya biopik.

Entahlah ada banyaknya film daur ulang dengan sosok sama persis ini bikin rancu. Tapi aku menikmati film Suzzanna ini. Filmnya tidak begitu menyeramkan,tapi malah cenderung mengharukan.

Yang lebih dibidik dalam film ini adalah hubungan romansa Satria dan Suzzanna. Suzzanna bisa memiliki wujud manusia karena kekuatan cintanya. Ceritanya unik dan ulasannya bisa dibaca di sini.

Milly dan Mamet (7.4/10)
Aih filmnya bikin tertawa geli. Milly dan Mamet dua tokoh Ada Apa dengan Cinta yang sama-sama kocak dan agak tulalit. Ketika keduanya menikah seperti apa yang bakal terjadi?

Iya film Milly & Mamet merupakan sempalan (spin off) AADC. Di sini ada geng Cinta yang membuat benang merahnya terjalin rapi.

Kisahnya tentang masalah rumah tangga Milly & Mamet. Mamet yang bosan diatur-atur oleh mertuanya berniat mewujudkan mimpinya memiliki restoran. Tapi apakah mereka yang menikah bisa mewujudkan cita-cita atau harus selalu mengalah? Ulasan di sini.

Sebelum Iblis Menjemput (7.9/10)
Ada banyak ekspektasi akan film ini. Dibintangi dua bintang cantik, Pevita Pearce dan Chelsea Islan rupanya film ini tidak cukup menggigit. Yang malah mencuri perhatian malah Karina Suwandi yang menjadi sosok ibu tiri kesurupan yang menyeramkan.

Cerita Sebelum Iblis Menjemput agak mengingatkan pada Drag me To Hell dengan iblis yang siap datang plus Evil Dead untuk unsur sadisnya.

Bagian yang bikin ngilu ada di akhir. Untungnya unsur sadisnya tak begitu banyak. Namun ada beberapa adegan bikin mual. Kisahnya sendiri tentang setan yang menagih janji ke bapak karena menggunakan pesugihan. Ulasan di sini.

Kulari Ke Pantai (7.5/10)
Filmnya segar dan ringan. Menggambarkan hubungan ibu dan anak tentang janji bertemu peselancar kelas dunia di pantai G Land Banyuwangi. Niat mereka hampir gagal karena si keponakan yang manja diminta ikut agar ia mendapat pengalaman baru.

Wah apakah si tomboy dan si manja bisa akur ya? Pemandangan indah berbagai spot wisata pun tersaji di sini.

Ceritanya hangat dan alurnya sederhana. Tapi film ini jadi bikin ku seperti mengulang cerita liburanku masa lebaran lalu. Jalan-jalan dari Jakarta hingga Banyuwangi. Ulasan di sini.

Tengkorak (7.2/10)
Bagaimana jika ada tengkorak raksasa di kotamu? Siapakah tengkorak itu apakah ia manusia purba?

Cerita bergulir tentang misteri ditemukannya tengkorak purba. Ia baru terlihat ketika bencana alam Merapi usai. Kemudian ada teka-teki tentang tengkorak tersebut.

Idenya menarik tapi ada banyak tambahan sana-sini yang mengacaukan atau malah membingungkan cerita. Film ini mengingatkanku pada film Ghibli tentang Giant Warrior yagv kutonton di Pekan Sinema Jepang lalu. Ulasan di sini

Adakah favorit Kalian di sini?

Gambar: dari Kompasiana

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 31, 2018.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: